<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623</id><updated>2012-01-24T17:18:43.763+07:00</updated><category term='Perjalanan Nusantara'/><category term='Little Kuantan'/><category term='Yogyakarta My 2nd Home'/><category term='Perjalanan Mancanegara'/><category term='Aneka'/><category term='Inderagiri Hulu'/><category term='Parenting'/><category term='Riau'/><title type='text'>Kedai Kopi Pak Ongah</title><subtitle type='html'>Tempat berbual hal-hal kecil yang tak penting</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>74</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-3453060179136247873</id><published>2011-12-25T15:25:00.015+07:00</published><updated>2011-12-29T07:58:29.612+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Mancanegara'/><title type='text'>Backpacking in Singapore</title><content type='html'>Pekan lalu saya mendadak dapat tugas  dari kantor untuk travelling ke Provinsi Kepulauan Riau. Dengan menumpang pesawat paling pagi ke Batam, disambung taksi ke pelabuhan Telaga Punggur dan menyeberang dengan feri Baruna saya tiba di Tanjung Pinang pukul 09.00 pagi. Ternyata pekerjaan bisa diselesaikan dalam waktu sehari, dan petang hari bisa kembali ke Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbangan ke Jakarta masih &gt; 24 jam, masih cukup waktu untuk menyeberang ke Singapura. Maka sebelum malam, saya ke Pelabuhan Batam Center untuk memesan tiket feri ke Singapura! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pukul 05.15 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari home stay, mampir dulu di kedai kue subuh. Lumayan, dengan tiga lembar uang seribu rupiah bisa dapat 3 potong kue, lumayan buat sarapan. Sarapan di Singapura pasti mahal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pukul 06.10 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini feri paling pagi, membawa saya tiba di Harbour Front Singapura pukul 8-an waktu setempat atau pukul 7-an WIB. Perjalanan Batam - Singapura ini ibarat orang berangkat kerja Bogor - Jakarta. Bedanya feri Batam - Singapura sekali jalan 29.00 dolar Singapura, kalau naik commuter line Bogor - Jakarta cukup 7.000 Rupiah (atau hanya sekitar 1.00 dolar Singapura!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ini hari kerja, lumayan bisa melihat kesibukan kota Singapura pada saat orang-orang berangkat kerja naik MRT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama saya tentu saja Marina Bay tempat duduk Merlion yang menjadi simbol Singapura, serta dikelilingi oleh bangunan-bangunan yang menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;landmark &lt;/span&gt;kota ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekal pagi ini adalah sekeping ez-link card tiket MRT yang bisa juga dipakai untuk naik bus (pinjaman  sahabat saya yang bekerja di Singapura), selembar peta rute MRT, sebotol air minum dan sekaki payung (juga pinjaman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marina Bay dapat dicapai dari HarbourFront menggunakan MRT jalur ungu dan transit di stasiun Dhoby Ghaut ke MRT jalur kuning dan turun di stasiun Esplanade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pukul 09.00 Singapore Time (08.00 WIB)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di stasiun Esplanade, harus berjalan cukup jauh menuju Marina Bay melalui CityLink Mall dan Esplanade Theatre on the Bay. Tentu saja Mall dan Theatre masih tutup. Ini masih terlalu pagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walau hari masih pagi, Merlion park di Marina Bay sudah dipenuhi turis, di antara mereka ada yang berbahasa Indonesia. Patung Merlion sepertinya jadi tujuan utama para turis di Marina Bay. Para turis harus rela antri berfoto dengan latar belakang patung yang berbentuk perpaduan Mermaid (duyung) dan Lion (singa). Selain itu ada sederetan landmark lain di Marina Bay, yaitu Esplanade Theatre on the Bay (yang berbentuk kulit durian), Marina Bay Sand (tiga gedung pencakar langit yang di puncaknya saling terhubung Sands SkyPark® berbentuk kapal yang seolah terkandas diatas gedung)dan The Fullerton Hotel (bangunan tua yang menjadi landmark pertama kota Singapura).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-BEKXSwChoQQ/Tvbet4zmkuI/AAAAAAAAAz8/WmA1lv2JWJA/s1600/Merlion.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-BEKXSwChoQQ/Tvbet4zmkuI/AAAAAAAAAz8/WmA1lv2JWJA/s400/Merlion.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689980059153502946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-TZIVOIHThM4/TvbekJ3ivcI/AAAAAAAAAzw/wjFMWVe3UiQ/s1600/Marina%2BBay%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-TZIVOIHThM4/TvbekJ3ivcI/AAAAAAAAAzw/wjFMWVe3UiQ/s400/Marina%2BBay%2B1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689979891934739906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pukul 10.00 Singapore Time (09.00 WIB)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu satu jam cukup lama untuk menikmati Marina Bay sendirian, untuk foto-foto narsis pake kamera HP dengan latar belakang Merlion dan Marina Bay Sands (itu juga harus minta bantuan mbak-mbak Cina daratan dan mas-mas Vietnam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Marina bay tampak hilir mudik kapal river cruise, baru saya sadar Marina Bay memang berada di muara sungai Singapura. Dengan membeli tiket di dermaga dekat Merlion seharga 17 SGD saya menikmati Singapore River Cruise, bergabung dengan rombongan kecil dari Cina daratan, keluarga dari Jepang dan pasangan dari Pilipina (saya sih tidak melakukan wawancara dengan mereka, tapi dari bahasa dan logat mereka, saya bisa menebak dari mana mereka berasal). Hanya saya seorang penumpang kapal yang berasal dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan mengikuti  River Cruise sangat menarik, menyusuri Sungai Singapura yang bersih dari muara ke arah hulu, melewati bangunan dan jembatan bersejarah dan beberapa karya seni dengan diiringi narasi audiovisual yang dioperasikan kapten kapal, cukup informatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-KpkVsUy1ZOc/TvcLW2OPKNI/AAAAAAAAA0U/tr2URZvPqps/s1600/River%2BCruise.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-KpkVsUy1ZOc/TvcLW2OPKNI/AAAAAAAAA0U/tr2URZvPqps/s400/River%2BCruise.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690029141346166994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-jxcNQHLTbPc/TvcJ3hW7GcI/AAAAAAAAA0I/f0p4wMALuB0/s1600/Boys%2BJumping%2BFullerton%2B01.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-jxcNQHLTbPc/TvcJ3hW7GcI/AAAAAAAAA0I/f0p4wMALuB0/s400/Boys%2BJumping%2BFullerton%2B01.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690027503657884098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pukul 11.00 Singapore Time (10.00 WIB)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Singapore River Cruise pp ditempuh sekitar 1 jam. Tujuan saya selanjutnya adalah Bugis Street, cukup dekat dengan Marina Bay. Saya kembali naik MRT dari Stasiun City Hall menuju Stasiun Bugis. Kalau tidak gerimis, sebenarnya saya ingin berjalan kaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan bugis street yang mirip Mangga Dua atau Tanah Abang ini merupakan kawasan belanja ekonomis, semakin serasa di Mangga Dua dan tanah Abang karena banyak pengunjungnya berdialek Jakarta, Medan, Bandung. Inilah jawaban mengapa tadi di river cruise tidak ada penumpang Indonesia selain saya. Orang Indonesia memang lebih senang belanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama saya ke Bugis Street adalah untuk mengenali kawasan backpacking Singapura, di kawasan Bugis Street ini banyak backpacker hostel, semacam survei kecil-kecilan bila nanti kembali lagi, dan sekedar makan siang. Saya memilih makan siang "Nasi Padang" yang berlogo halal dari MUI Singapura di Food Court Bugis Junction. Pukul 12 adalah waktu istirahat makan siang di Singapura, sehingga saya harus antri bersama para pekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih siang, masih sekitar 6 jam sebelum penerbangan kembali ke Jakarta. Influenza yang semakin berat dan cuaca yang tak baik membuat saya memutuskan untuk kembali ke Batam untuk istirahat sejenak sebelum terbang ke Jakarta. Dengan MRT saya kembali ke HarbourFront.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pukul 14.20 Singapore Time (13.20 WIB)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boarding ke Feri Batam Fast, kembali ke Batam. Walau kemana-mana backpack di punggung, ini bukan backpacking yang sebenarnya. Suatu saat saya ingin kembali untuk backpacking di negara ini. See you...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-3453060179136247873?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/3453060179136247873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=3453060179136247873' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/3453060179136247873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/3453060179136247873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/12/backpacking-in-singapore.html' title='Backpacking in Singapore'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-BEKXSwChoQQ/Tvbet4zmkuI/AAAAAAAAAz8/WmA1lv2JWJA/s72-c/Merlion.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-1552909731319078359</id><published>2011-11-13T09:53:00.008+07:00</published><updated>2011-11-20T11:32:02.315+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Nusantara'/><title type='text'>Hot Adventure...</title><content type='html'>Setelah saya analisa ternyata Blog ini paling banyak memuat tulisan tentang makanan...Karena saya memang hobi makan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tahun 2011, ini lah 3 makanan yang paling enak menurut lidah saya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ayam Taliwang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Makanan khas Lombok ini boleh dibilang ‘Triple Hot’. Ayam diolah dengan bumbu pedas kemudian setelah matang kembali dibalur dengan bumbu pedas serta dihidangkan dengan plecing kangkung (kangkung rebus dengan sambal) atau beberuk (potongan terung  dan kacang panjang dengan sambal) yang juga super pedas. Hidangan ini masih dilengkapi dengan sambal colek pedas. Ini adalah salah satu hal yang membuat selalu ingin kembali ke Pulau Lombok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-P4rZD16Fa2M/Tr81a4cQZaI/AAAAAAAAAvQ/moPi0cjxaic/s1600/Ayam_Taliwang_Lombok.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-P4rZD16Fa2M/Tr81a4cQZaI/AAAAAAAAAvQ/moPi0cjxaic/s400/Ayam_Taliwang_Lombok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674312791453885858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ayam Betutu Gilimanuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bali dan Lombok ibarat saudara kandung. Alam dan kebudayaan mereka mirip. Ini juga berlaku untuk makanan. Sama dengan Ayam Taliwang, Ayam Betutu khas Bali bagian barat ini juga hidangan dengan predikat ‘Triple Hot’. Ayam bakar atau ayam kuah dimasak dengan bumbu pedas, dihidangkan dengan plecing kangkung yang juga pedas, dan masih ditemani dengan sambal matah berupa irisan cabe segar dan pelengkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-UdcCy3No_PA/Tr8xuXdoWdI/AAAAAAAAAvE/_pdVp-_IIU4/s1600/Ayam%2BBetutu%2BGilimanuk.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-UdcCy3No_PA/Tr8xuXdoWdI/AAAAAAAAAvE/_pdVp-_IIU4/s400/Ayam%2BBetutu%2BGilimanuk.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674308728152152530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bebek H Slamet Asli Kartosuro&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jawa Tengah memang bukan penghasil makanan pedas, daerah ini lebih dikenal dengan masakan yang cenderung manis. Seperti umumnya masakan Jawa, bebek H Slamet ini tidak diolah dengan bumbu pedas. Rasa super pedas ditimbulkan oleh pelengkapnya yaitu ‘Sambal Korek’. Sambal yang disiapkan ketika akan dihidangkan terbuat dari bahan-bahan segar yaitu cabe rawit, bawang merah, bawang putih dan disiram dengan minyak panas. Walau asli Kartosuro, saya justru menemukan kelezatan bebek goreng ini di Yogyakarta dan kemudian di Depok setelah saya tahu restoran ini juga buka cabang di Depok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-X7R2fTnBlz8/Tr8xcYSr51I/AAAAAAAAAu4/Oens-yQlxbQ/s1600/bebek-selamet-2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-X7R2fTnBlz8/Tr8xcYSr51I/AAAAAAAAAu4/Oens-yQlxbQ/s400/bebek-selamet-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674308419137038162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-1552909731319078359?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/1552909731319078359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=1552909731319078359' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/1552909731319078359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/1552909731319078359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/11/hot-adventure.html' title='Hot Adventure...'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-P4rZD16Fa2M/Tr81a4cQZaI/AAAAAAAAAvQ/moPi0cjxaic/s72-c/Ayam_Taliwang_Lombok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-1607445647114063146</id><published>2011-10-13T10:47:00.009+07:00</published><updated>2011-10-14T23:27:31.159+07:00</updated><title type='text'>Pulang Ke Kotamu...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/--EWNct_g_LQ/TpZfjNojOwI/AAAAAAAAArs/pMTv12HVx7c/s1600/pecel.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/--EWNct_g_LQ/TpZfjNojOwI/AAAAAAAAArs/pMTv12HVx7c/s400/pecel.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5662818640024779522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu. &lt;br /&gt;Masih seperti dulu. Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nasi Pecel Wader Bu Ahmad&lt;/span&gt; masih seperti dulu. Walau telah berganti generasi, pecelnya tetap ngangeni. Lokasinya memang strategis, tepat di samping gerbang masuk Bandar Udara Adi Sucipto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini bangun dini hari, buru-buru ngejar bus bandara jam 4, numpang penerbangan paling pagi ke Jogja jam 6, tiba di joga jam 7 langsung menuju ke TKP, dalam kondisi lapar, wuih, sarapan Pecel Wader bu Ahmad terasa nikmat benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warung pecel ini adalah tipikal Yogyakarta: bersahaja, melegenda dan ngangeni...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-6f-lcUaxzG0/TphgxKhtMJI/AAAAAAAAAsE/OxLfhT1QSHk/s1600/Pasar%2BKembang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-6f-lcUaxzG0/TphgxKhtMJI/AAAAAAAAAsE/OxLfhT1QSHk/s400/Pasar%2BKembang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663382929173983378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya ada di Jogja, meeting di tengah pasar. Ya, pasar tradisional! Di all seasons Yogyakarta, semua ruang meeting diberi nama pasar-pasar tradisional di Yogyakarta: Pasar Godean, Pasar Giwangan, Pasar Prawirotaman, Pasar Kranggan, Pasar Lempuyangan dan Pasar Beringharjo. Hotel ini berada di kawasan Pasar Kembang. Kawasan Pasar Kembang terlanjur memiliki citra negatif sebagai kawasan pelacuran terselubung. Di kawasan ini banyak penginapan budget untuk turis kelas ransel, dan ini sering dimanfaatkan sebagai tempat transaksi para pria hidung belang dan wanita tuna susila. Kehadiran all seasons Yogyakarta memberi warna baru di kawasan Pasar Kembang, sebagai alternatif venue meeting.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, lidah ini hanya bisa bersahabat dengan makanan hotel tidak lebih dari 36 jam. Untung di depan hotel - di perempatan Jogonegaran/ nDagen/ Kemetiran/ Gandekan - ada Angkringan. Sebungkus nasi kucing, plus tahu-tempe, plus wedang jahe, cukup mengenyangkan lambung yang sudah berebut tempat dengan lemak - sambil bernostalgia masa-masa muda penuh perjuangan di Jogja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-DRAuqhDgRJA/Tphdpt-46zI/AAAAAAAAAr4/TXOWScz_4j4/s1600/nasi%2Bkucing.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-DRAuqhDgRJA/Tphdpt-46zI/AAAAAAAAAr4/TXOWScz_4j4/s400/nasi%2Bkucing.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663379502717791026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-1607445647114063146?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/1607445647114063146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=1607445647114063146' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/1607445647114063146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/1607445647114063146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/10/pulang-ke-kotamu-1.html' title='Pulang Ke Kotamu...'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/--EWNct_g_LQ/TpZfjNojOwI/AAAAAAAAArs/pMTv12HVx7c/s72-c/pecel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-4867636532103853761</id><published>2011-10-11T19:27:00.004+07:00</published><updated>2011-10-11T20:02:42.985+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aneka'/><title type='text'>Benang Merah</title><content type='html'>Tetralogi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Laskar Pelangi&lt;/span&gt;, Trilogi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Negeri 5 Menara&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9 Summers 10 Autumns - Dari Kota Apel ke The Big Apple&lt;/span&gt; menyemarakkan dunia perbukuan dan perfileman Indonesia belakangan ini. Ketiganya adalah novel yang terinspirasi dari kisah nyata, tepatnya pengalaman masa kecil dan perjalanan meraih cita - cita penulisnya, masing - masing adalah Andrea Hirata dari Pulau Belitung, Ahmad Fuadi dari Maninjau dan Iwan Setyawan dari Kota Batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga novel itu sangat menyentuh. &lt;br /&gt;Tentang perjuangan orang tua dengan keterbatasan ekonomi membanting tulang untuk memberi pendidikan terbaik kepada anaknya.&lt;br /&gt;Tentang anak manusia yang tidak pernah menyerah dengan kondisi ekonomi yang dimiliki dan tetap giat belajar meraih cita-cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea, Fuadi dan Iwan telah mewakili banyak cerita serupa di antara anak Indonesia, yang tak terkisahkan...&lt;br /&gt;Mimpi mereka (dan kami) adalah keberanian untuk menembus batas ketakutan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-IjGH_iuwz7Y/TpQ2qerz33I/AAAAAAAAArU/8xkErHGNxbU/s1600/9S10A.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 270px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-IjGH_iuwz7Y/TpQ2qerz33I/AAAAAAAAArU/8xkErHGNxbU/s400/9S10A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5662210734930780018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-IzEMZt_Kzvg/TpQ2iZ_RgxI/AAAAAAAAArI/WP_tvl9gilk/s1600/negeri-5-menara.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 270px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-IzEMZt_Kzvg/TpQ2iZ_RgxI/AAAAAAAAArI/WP_tvl9gilk/s400/negeri-5-menara.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5662210596231283474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-tJiVMZfP7fM/TpQ2aVP7z8I/AAAAAAAAAq8/ktNVjqXsp6E/s1600/laskarpelangi.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 270px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-tJiVMZfP7fM/TpQ2aVP7z8I/AAAAAAAAAq8/ktNVjqXsp6E/s400/laskarpelangi.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5662210457520033730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-4867636532103853761?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/4867636532103853761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=4867636532103853761' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/4867636532103853761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/4867636532103853761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/10/benang-merah.html' title='Benang Merah'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-IjGH_iuwz7Y/TpQ2qerz33I/AAAAAAAAArU/8xkErHGNxbU/s72-c/9S10A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-5224009254640774437</id><published>2011-10-11T18:31:00.003+07:00</published><updated>2011-10-12T12:40:33.157+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aneka'/><title type='text'>People Who Inspired Me in My Career (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Cy_WsHB2_xo/TpQrnW2pw8I/AAAAAAAAAqk/k-DmleBvwmU/s1600/tata.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Cy_WsHB2_xo/TpQrnW2pw8I/AAAAAAAAAqk/k-DmleBvwmU/s400/tata.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5662198586661258178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dr Tata Naipospos&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengenal Ibu Tata pertama kali ketika beliau menjadi salah seorang pembicara pada rapat teknis kesehatan hewan tahun 2000 di Bogor. Pada forum tersebut beliau juga menjadi moderator dan penterjemah untuk salah seorang pembicara tamu yang berbicara dalam bahasa Inggeris. Ibu Tata sangat menarik dalam menyampaikan gagasan dengan tata bahasa yang tersusun baik dan pola pikir yang sistematis. Saya mulai mengagumi beliau sejak saat itu. Pada saat itu saya adalah dokter hewan di Pos Kesehatan Hewan di pedalaman Provinsi Riau. Sama sekali tak terbayangkan kemudian dapat kenal dekat dengan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wabah avian influenza di awal tahun 2004. Pada saat itu saya sedang menunggu penempatan sebagai calon pegawai negeri sipil Departemen Pertanian. Ibu Tata dalam kapasitas Direktur Kesehatan Hewan sering muncul sebagai narasumber berbagai wawancara di televisi. Sempat terpikir oleh saya waktu itu, alangkah beruntungnya saya bila dapat bekerja satu tim dengan beliau dalam pengendalian avian influenza. Mimpi itu ternyata menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengenal Ibu Tata secara lebih dekat pada saat beliau menjabat sebagai Direktur Kesehatan Hewan. Saya masuk ke Direktorat Kesehatan Hewan di awal tahun 2004 pada saat Ibu Tata baru saja menjabat Direktur. Sebagai staf, saya memiliki kesan bahwa beliau adalah sosok birokrat yang memiliki kemampuan intelektual yang tinggi serta mumpuni dalam manajemen dan kepemimpinan. Beliau juga sosok yang tegas dan berani memutuskan sesuatu yang berisiko. Ibu Tata adalah pemimpin visioner . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami para staf muda saat itu memiliki kesan Ibu Tata sangat perhatian pada para staf muda  dan sungguh – sungguh menyiapkan generasi penerus Direktorat Kesehatan Hewan. Ibu Tata memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para staf muda untuk belajar dan menimba pengalaman. Baru bekerja beberapa pekan, saya sudah ditugaskan Ibu Tata menjadi counterpart expert asing untung tugas ke daerah, dan baru beberapa bulan bekerja Ibu Tata mengirim saya ke kursus tingkat ASEAN. Dengan latar belakang sebelumnya sebagai dokter hewan di pedesaan, kesempatan demi kesempatan itu membuat saya mampu mengakselerasi diri memasuki dunia kerja di tingkat nasional yang mau tidak mau berinteraksi dengan dunia internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau pun hanya bekerja bersama beliau dalam waktu kurang lebih 1,5 tahun tapi Ibu Tata selalu memberikan semangat, dorongan dan perhatian yang tak putus. Ketika Ibu Tata sudah tidak lagi bekerja di Direktorat Kesehatan Hewan, secara formal saya masih mendapat bimbingan dari beliau dalam kesempatan kursus berseri manajemen risiko terpadu untuk penyakit ternak dalam program Sanitary and Phytosanitary Capacity Building Programme for ASEAN member countries pada tahun 2007 sampai 2008. Pada kursus tersebut ibu Tata berperan sebagai fasilitator dalam kapasitas beliau sebagai tenaga ahli OIE RCU SEAFMD yang berbasis di Bangkok. Ibu selalu melewati senja sehabis kursus dengan kami peserta dari Indonesia, jalan-jalan sore dan menikmati makan malam di Ha Noi, Bangkok dan Luang Prabang dalam kehangatan persahabatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai intelektual di bidang epidemiologi veteriner (master dari Reading University UK dan PhD dari Massey University NZ) maupun sebagai eksekutif Ibu Tata dikenal secara baik ditingkat internasional terutama regional ASEAN, Australia dan Selandia Baru. Saya sering merasa beruntung pernah bekerja satu Tim dengan Ibu Tata. Pada masa awal memasuki pergaulan di kawasan regional ASEAN, dengan mudah para kolega mengidentifikasi saya hanya dengan  memperkenalkan diri bahwa saya pernah berkerja satu tim dengan Ibu Tata di Direktorat Kesehatan Hewan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-5224009254640774437?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/5224009254640774437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=5224009254640774437' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/5224009254640774437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/5224009254640774437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/10/people-who-inspired-me-in-my-career-1.html' title='People Who Inspired Me in My Career (1)'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Cy_WsHB2_xo/TpQrnW2pw8I/AAAAAAAAAqk/k-DmleBvwmU/s72-c/tata.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-3265330707807081257</id><published>2011-10-07T22:13:00.010+07:00</published><updated>2011-10-10T07:36:32.255+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Nusantara'/><title type='text'>The Art of Sambal</title><content type='html'>Sambal siap saji? Itu hal biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambal diuleg sesaat akan dihidangkan (sambal dadak, sunda)? Itu luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambal diracik sendiri? Ini baru super!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambal sebagai pelengkap ikan bakar Makassar di tanah Makassar sendiri atau di Kendari punya ciri unik. Setelah memilih sendiri ikan untuk dibakar dan mengambil tempat duduk, dihadapan tamu dihidangkan bahan-bahan pembuat sambal berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Saos kacang&lt;br /&gt;- Cabe rawit kecil(dalam bahasa sumatera disebut cabe kutu, sangat pedas)&lt;br /&gt;- Bawang merah&lt;br /&gt;- Tomat&lt;br /&gt;- Jeruk nipis&lt;br /&gt;- Garam&lt;br /&gt;- Kecap (bila suka)&lt;br /&gt;- MSG (bila suka)&lt;br /&gt;- Daun kemangi (bila suka)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-NwX_vS9pXVs/To8YNiWTTSI/AAAAAAAAAqU/eoGZAFY542U/s1600/Photo1055.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-NwX_vS9pXVs/To8YNiWTTSI/AAAAAAAAAqU/eoGZAFY542U/s400/Photo1055.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660769877465713954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu ikan matang, tamu meracik sendiri sambal. Tamu bisa berkreasi sesukanya. Pemilik warung menyediakan pisau untuk mengiris bahan sambal, dan piring kecil sebagai wadah. Saya menggunakan semua bahan (kecuali MSG)...nah jadilah sambal ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/--PBTfC1gZxc/To8XlVej5uI/AAAAAAAAAqM/FHIHr2hynyE/s1600/Photo1056.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/--PBTfC1gZxc/To8XlVej5uI/AAAAAAAAAqM/FHIHr2hynyE/s400/Photo1056.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660769186815928034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-3265330707807081257?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/3265330707807081257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=3265330707807081257' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/3265330707807081257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/3265330707807081257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/10/art-of-sambal.html' title='The Art of Sambal'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-NwX_vS9pXVs/To8YNiWTTSI/AAAAAAAAAqU/eoGZAFY542U/s72-c/Photo1055.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-5565344946448574061</id><published>2011-10-07T16:30:00.019+07:00</published><updated>2011-10-08T09:07:39.774+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Nusantara'/><title type='text'>Around Kendari</title><content type='html'>Untungnya travelling ke kota yang jadwal penerbangannya terbatas adalah bisa extending menunggu penerbangan esok harinya dan di-cover kantor, bisa bergaya a la wisatawan domestik. Masih 24 jam menjelang flight GA 605 ke Jakarta, masih banyak waktu untuk putar-putar keliling Kendari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[after lunch]: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pantai Nambo&lt;/span&gt;. Letaknya sekitar 15 kilo meter dari pusat Kota Kendari ke arah selatan. Pantai ini memiliki hamparan pasir putih halus yang elok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-M-9XJESLFEs/To7IPsGe0UI/AAAAAAAAApY/5BkdPV5Pkqo/s1600/Photo1039.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-M-9XJESLFEs/To7IPsGe0UI/AAAAAAAAApY/5BkdPV5Pkqo/s400/Photo1039.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660681953513230658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[menjelang petang]: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Toko Souvenir&lt;/span&gt;. Souvenir andalan Kendari adalah kain tenun etnis Tolaki, kacang mete dan aneka olahannya. Beberapa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;items&lt;/span&gt; juga bisa ditemukan di Makassar atau bahkan di Pulau Jawa, tapi dengan label Kendari atau Wakatobi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-odgeYkLCApI/To7LwVu1BKI/AAAAAAAAApo/CaePe42br-I/s1600/Photo1047.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-odgeYkLCApI/To7LwVu1BKI/AAAAAAAAApo/CaePe42br-I/s400/Photo1047.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660685812979008674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[dine out]: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kendari Beach&lt;/span&gt;. Makan malam di tepi laut dengan menu ikan bakar dan kemudian cuci mulut dengan pisang epek - memang bukan menu original Kendari,  tetapi berasal dari Makassar  - setidaknya menggambarkan masyarakat Kendari yang heterogen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-IzgIRtFcoxs/To8EVOIauuI/AAAAAAAAAp4/eJ4qr_A_6Rg/s1600/Kendari%2BBeach%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-IzgIRtFcoxs/To8EVOIauuI/AAAAAAAAAp4/eJ4qr_A_6Rg/s400/Kendari%2BBeach%2B1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660748019245169378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-7OMOOzHNFCs/To8CE5wWvrI/AAAAAAAAApw/kpfT1unn1-g/s1600/Kendari%2BBeach%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-7OMOOzHNFCs/To8CE5wWvrI/AAAAAAAAApw/kpfT1unn1-g/s400/Kendari%2BBeach%2B2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660745539874373298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[jalan pagi]: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tugu Persatuan&lt;/span&gt;. Landmark Kota Kendari, katanya ini tempat warga kota jalan jalan sore menikmati petang dengan berolah raga (futsal, roller blade, dll), kumpul-kumpul komunitas seperti para klub2 motor, atau sekedar nongkrong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-pL0xGb0V9-0/To7J-ILfmCI/AAAAAAAAApg/Hwg0SSWUfzI/s1600/Photo1038.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-pL0xGb0V9-0/To7J-ILfmCI/AAAAAAAAApg/Hwg0SSWUfzI/s400/Photo1038.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660683850836056098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sun burning]: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pelabuhan Pangkalan Perahu&lt;/span&gt;. Pagi yang cerah, menikmati hangatnya mentari pagi, mengamati kesibukan pelabuhan penumpang sambil exercise mengeluarkan keringat. Sulawesi Tenggara memang memiliki teritori daratan dan kepulauan, pelabuhan ini melayani rute ke pulau-pulau dalam provinsi seperti Muna, Buton, Wakatobi dan sekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-YWMgf8FOVKo/To-r4B0KneI/AAAAAAAAAqc/XgK_QJ0j7zc/s1600/Pelabuhan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-YWMgf8FOVKo/To-r4B0KneI/AAAAAAAAAqc/XgK_QJ0j7zc/s400/Pelabuhan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660932235676261858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-5565344946448574061?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/5565344946448574061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=5565344946448574061' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/5565344946448574061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/5565344946448574061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/10/around-kendari.html' title='Around Kendari'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-M-9XJESLFEs/To7IPsGe0UI/AAAAAAAAApY/5BkdPV5Pkqo/s72-c/Photo1039.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-434453887796810302</id><published>2011-10-07T06:22:00.005+07:00</published><updated>2011-10-07T17:07:57.066+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Nusantara'/><title type='text'>Sofa itu telah tiada</title><content type='html'>Pertengahan tahun 2007 saya berkunjung ke Mamuju, ibukota Provinsi Sulawesi Barat yang ketika itu baru berusia tiga tahun. Sebelum menjadi ibukota provinsi - saat masih menjadi bagian Provinsi Sulawesi Selatan -  Mamuju adalah kota kecil ibukota kabupaten yang tidak terlalu diperhitungkan. Tiba di Mamuju pagi-pagi buta, setelah melalui perjalanan darat semalaman selama 12 jam dari Makassar (saat itu tidak ada penerbangan ke Mamuju), dan setelah hampir setengah jam keliling kota kecil itu berburu kamar  akhirnya menghadapi kenyataan: semua hotel, wisma, losmen, penginapan, apa pun namanya - hanya untuk sekedar meluruskan punggung yang pegal - &lt;span style="font-style:italic;"&gt;fully booked&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sedikit memaksa, saya minta izin untuk merebahkan badan di sofa lobi hotel menunggu kamar kosong. Karena kelelahan yang sangat, sempat juga tertidur di lobi hotel itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oktober 2011, empat tahun kemudian saya kembali ke Mamuju dan menginap di hotel itu lagi. Kamar, menu sarapan, pelayan hotel, semua masih seperti yang dulu. Yang berubah hanya satu. Sofa di lobi hotel sudah tiada, diganti dengan kursi kayu minimalis - individual. Mungkin ini adalah strategi hotel untuk menghindari tamu yang ngotot nginap di sofa - seperti yang saya lakukan empat tahun lalu. Semoga saja tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-_ApMS6g5l8E/To440HL2FrI/AAAAAAAAApQ/y7eyf0Lqjrw/s1600/Photo1022.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-_ApMS6g5l8E/To440HL2FrI/AAAAAAAAApQ/y7eyf0Lqjrw/s400/Photo1022.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660524249584375474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-434453887796810302?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/434453887796810302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=434453887796810302' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/434453887796810302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/434453887796810302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/10/sofa-itu-telah-tiada.html' title='Sofa itu telah tiada'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-_ApMS6g5l8E/To440HL2FrI/AAAAAAAAApQ/y7eyf0Lqjrw/s72-c/Photo1022.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-5191898081563063895</id><published>2011-10-07T05:57:00.007+07:00</published><updated>2011-10-07T16:27:55.679+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Nusantara'/><title type='text'>Taste of Kendari</title><content type='html'>Saat travelling, traditional corner di coffee shop atau restoran hotel adalah menu sarapan yang selalu menarik. Kendari punya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sinonggi&lt;/span&gt;, makanan tradisional suku Tolaki, suku utama di daratan Sulawesi Tenggara. Di hotel tempat saya menginap, selalu tersedia Sinonggi sebagai menu sarapan. Nampaknya Sinonggi hanya satu-satunya menu tradisional yang tersedia, bahkan traditional corner sudah dilabel dengan Traditional Food: Sinonggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-P7W4atOz_QY/To41i14bMMI/AAAAAAAAApA/4ePn9n2vvm8/s1600/Sinonggi%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-P7W4atOz_QY/To41i14bMMI/AAAAAAAAApA/4ePn9n2vvm8/s400/Sinonggi%2B2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660520654346858690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinonggi adalah olahan sagu (seperti umumnya kawasan timur Indonesia, olahan sagu merupakan makanan pokok selain nasi) yang dihidangkan dengan sup ikan dan sayur bening. Sinonggi dihidangkan segar, tepung sagu dimasak ketika akan dihidangkan. Sinonggi mirip dengan Kapurung (Luwu, Sulawesi Selatan) dan Papeda (Papua dan Maluku), tentu saja Sinonggi dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;taste&lt;/span&gt; khas Kendari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-FsfK-5IbFfs/To41-c4MFuI/AAAAAAAAApI/KGFwln7TYeM/s1600/Photo1034.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-FsfK-5IbFfs/To41-c4MFuI/AAAAAAAAApI/KGFwln7TYeM/s400/Photo1034.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660521128671319778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-5191898081563063895?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/5191898081563063895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=5191898081563063895' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/5191898081563063895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/5191898081563063895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/10/tastes-of-kendari.html' title='Taste of Kendari'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-P7W4atOz_QY/To41i14bMMI/AAAAAAAAApA/4ePn9n2vvm8/s72-c/Sinonggi%2B2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-5335149326806112773</id><published>2011-09-27T12:41:00.009+07:00</published><updated>2011-09-27T16:26:12.585+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Nusantara'/><title type='text'>"Lounge Bandara" seharga Rp. 3.000,-</title><content type='html'>Kemarin aku harus mengucapkan terimakasih kepada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;convenience store&lt;/span&gt; di Ahmad Yani International Airport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan 1 &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cup&lt;/span&gt; kopi Kapal Api seduh seharga tiga ribu rupiah, bisa nongkrong di ruangan ber AC menunggu penerbangan untuk kembali ke Jakarta, dan paling penting bisa nyolokin laptop yang baterenya sudah bocor (sehingga harus selalu di di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;plug in&lt;/span&gt; untuk mendapat arus listrik). Heran, sebenarnya jualan atau sedang melakukan bakti sosial &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sih&lt;/span&gt;? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;convenience store&lt;/span&gt; di Indonesia sekarang memang menyediakan meja dan beberapa kursi untuk pelanggan yang mampir untuk minum kopi instant, tapi menyediakan arus listrik saya pikir masih langka. Bahkan di kedai kopi waralaba asing yang harga secangkir kopi bisa untuk makan lima piring nasi di warteg harus rebutan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nyolokin &lt;/span&gt;laptop.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara aku bisa melupakan bagaimana meng-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;upgrade &lt;/span&gt;GFF yang masih biru ke gold biar bisa nongkrong di lounge bandara...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-5335149326806112773?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/5335149326806112773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=5335149326806112773' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/5335149326806112773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/5335149326806112773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/09/lounge-rp-3000.html' title='&quot;Lounge Bandara&quot; seharga Rp. 3.000,-'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-6717873690379528185</id><published>2011-09-26T23:58:00.006+07:00</published><updated>2011-09-28T06:36:13.690+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Nusantara'/><title type='text'>Duty Travel Rates</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;On duty travel to Semarang&lt;/span&gt;.  Nginap di Hotel *** dengan pilihan harga &lt;span style="font-style:italic;"&gt;room only&lt;/span&gt;, lebih murah hampir seratus ribu dibanding &lt;span style="font-style:italic;"&gt;include breakfast&lt;/span&gt;. Sebenarnya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;rate&lt;/span&gt; normal hotel ini (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;include breakfast&lt;/span&gt;) tidak sesuai untuk kualifikasi saya. Tapi dengan ambil &lt;span style="font-style:italic;"&gt;room only&lt;/span&gt;, harganya jadi 'masuk'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan lagi mengurangi porsi makan.  Hidangan sarapan prasmanan di hotel hanya membuat porsi makan lebih banyak. Pada saat perjalanan ke daerah, saya sebenarnya lebih suka menu sarapan penduduk setempat. Walaupun umumnya ada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;traditional corner&lt;/span&gt; di restoran hotel, tapi rasanya tidak ‘nendang’ seperti masakan warung. Atau malah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;traditional corner&lt;/span&gt; menyediakan menu daerah lain. Di salah satu hotel di Bangka, menu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;traditional corner&lt;/span&gt; adalah nasi uduk betawi dan bubur ayam cianjur, gak nyambung kan?  Kebetulan hanya beberapa langkah dari hotel ada Warung Soto Sami Rasa.  Warung ini mulai buka pukul tujuh pagi.  Pagi tadi saya melahap Soto + Nasi Putih + Tempe + Kerupuk Udang + Telur Kecap + Teh Manis:  cuma Rp. 17.500.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar itu, dapat bonus &lt;span style="font-style:italic;"&gt;city views &lt;/span&gt;Simpang Lima, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;landmark&lt;/span&gt; kota Semarang dari jendela kamar di lantai 10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-8eLCHzHrxLE/ToElgfvqmII/AAAAAAAAAoQ/t5uDMAEE7WI/s1600/simpang5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-8eLCHzHrxLE/ToElgfvqmII/AAAAAAAAAoQ/t5uDMAEE7WI/s400/simpang5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656843847161518210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-6717873690379528185?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/6717873690379528185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=6717873690379528185' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/6717873690379528185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/6717873690379528185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/09/duty-travel-rates.html' title='Duty Travel Rates'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-8eLCHzHrxLE/ToElgfvqmII/AAAAAAAAAoQ/t5uDMAEE7WI/s72-c/simpang5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-6882364974540308119</id><published>2011-09-25T13:37:00.008+07:00</published><updated>2011-09-28T06:34:51.111+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Si Kutu Buku</title><content type='html'>Ketika gadis bayi, mamanya langganan majalah Ayah Bunda dan saya langganan majalah Trubus. Ketika gadis beranjak besar, koleksi majalah menjadi mainan yang sangat disukai gadis. Gambar-gambar di majalah itu menarik perhatian gadis, dia menyukai majalah-majalah itu sejak pandangan pertama. Gadis bahkan sudah bisa membalik halaman majalah secara benar dengan jemari mungilnya ketika dia belum berjalan dengan lancar. Mungkin karena senang dengan majalah dan buku, gadis sudah bisa membaca pada usia empat tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar pengalaman saya, anak-anak hanya perlu pembiasaan. Dengan membiasakan anak-anak bergaul dengan bacaan, otomatis anak akan gemar membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga penting adalah sikap orang tua terhadap bacaan. Bila orang tua bersikap bahwa buku penting dan membaca &lt;span style="font-style:italic;"&gt;fun&lt;/span&gt;, anak juga akan bersikap sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-2qzTo6lHdZQ/Tn7NdMrHN0I/AAAAAAAAAoI/DkUUIPd5Qxg/s1600/Photo0495.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 284px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-2qzTo6lHdZQ/Tn7NdMrHN0I/AAAAAAAAAoI/DkUUIPd5Qxg/s400/Photo0495.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656184083525875522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-_HGA1fPpECA/Tn7McTjaKQI/AAAAAAAAAoA/3_R4VQNNry8/s1600/IMG_0459.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-_HGA1fPpECA/Tn7McTjaKQI/AAAAAAAAAoA/3_R4VQNNry8/s400/IMG_0459.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656182968681113858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-6R4XXOsIbGo/ToJdCdvobdI/AAAAAAAAAoY/6f-o2Lc4P7c/s1600/Hana%2Bbaca.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 273px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-6R4XXOsIbGo/ToJdCdvobdI/AAAAAAAAAoY/6f-o2Lc4P7c/s400/Hana%2Bbaca.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657186378856295890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-6882364974540308119?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/6882364974540308119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=6882364974540308119' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/6882364974540308119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/6882364974540308119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/09/si-kutu-buku.html' title='Si Kutu Buku'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-2qzTo6lHdZQ/Tn7NdMrHN0I/AAAAAAAAAoI/DkUUIPd5Qxg/s72-c/Photo0495.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-294797594987914919</id><published>2011-09-22T06:27:00.017+07:00</published><updated>2011-09-28T09:50:27.623+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Weekend Tanpa Ke Mall</title><content type='html'>Weekend dengan keluarga ke &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shopping mall&lt;/span&gt; memang praktis, semua bisa dilakukan di suatu tempat. Ke toko buku, makan siang, main &lt;span style="font-style:italic;"&gt;game&lt;/span&gt;, nonton film, nonton pentas seni, dan belanja keperluan rumah. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;One stop shopping&lt;/span&gt;, demikianlah konsep &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shopping mall&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu sering ke &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shoping mall&lt;/span&gt; sebenarnya tidak baik bagi perkembangan anak - anak. Setiap ke mall anak didorong untuk mengkonsumsi, tanpa disadari mereka bisa lebih konsumtif.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya banyak pilihan weekend tanpa ke mall. Di Jakarta ada puluhan museum dan taman. Banyak tempat untuk menghabiskan akhir pekan sambil belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kawasan Kota Tua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak museum dan peninggalan sejarah terkonsentrasi di satu kawasan, kawasan kota tua. Dekat dengan stasiun kereta, tiket masuk museum pun murah. Di kawasan ini ada Museum Sejarah Jakarta dan Taman Fatahillah, Museum Wayang, Museum Seni Rupa, Museum Bank Mandiri, Museum Bahari dan Menara Syahbandar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ErUDofI-tnk/Tnp3-cfL7UI/AAAAAAAAAnA/K69eCwv45A8/s1600/IMG_0463.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ErUDofI-tnk/Tnp3-cfL7UI/AAAAAAAAAnA/K69eCwv45A8/s400/IMG_0463.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654964196799671618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-3kvYYf66UAY/Tnp3YPxOAtI/AAAAAAAAAm4/CQYc_qJ7_9I/s1600/IMG_0837.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-3kvYYf66UAY/Tnp3YPxOAtI/AAAAAAAAAm4/CQYc_qJ7_9I/s400/IMG_0837.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654963540550615762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-DWEq9dEzm9A/Tnp3IeY2YfI/AAAAAAAAAmw/MO97fTmpyS8/s1600/IMG_0832.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-DWEq9dEzm9A/Tnp3IeY2YfI/AAAAAAAAAmw/MO97fTmpyS8/s400/IMG_0832.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654963269597028850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-xi47GmvjkJA/Tnp2c-ZIDfI/AAAAAAAAAmo/mWJbXiRNcWM/s1600/IMG_0467.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-xi47GmvjkJA/Tnp2c-ZIDfI/AAAAAAAAAmo/mWJbXiRNcWM/s400/IMG_0467.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654962522273877490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-zfrSBpbaNhI/Tnp2H2BpJMI/AAAAAAAAAmg/jlmJ0H1P0vs/s1600/IMG_0444.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-zfrSBpbaNhI/Tnp2H2BpJMI/AAAAAAAAAmg/jlmJ0H1P0vs/s400/IMG_0444.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654962159250646210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-rn-eT7U2omc/Tnp1wYeAgjI/AAAAAAAAAmY/dlnAiCKIRE0/s1600/IMG_0434.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-rn-eT7U2omc/Tnp1wYeAgjI/AAAAAAAAAmY/dlnAiCKIRE0/s400/IMG_0434.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654961756179563058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-joBsKdsDP6A/Tnp1Ws9Vn1I/AAAAAAAAAmQ/p95N0PLmlKc/s1600/IMG_0428.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-joBsKdsDP6A/Tnp1Ws9Vn1I/AAAAAAAAAmQ/p95N0PLmlKc/s400/IMG_0428.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654961315003080530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kawasan Monas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak Monas adalah tempat yang ideal untuk mengamati bangunan-bangunan era kolonial. Hanya beberapa puluh meter dari Monas ada Museum Nasional atau yang lebih dikenal sebagai Museum Gajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-GhJuDEJuKJA/TnqE_5RtecI/AAAAAAAAAnQ/Y5B-Cltg2fE/s1600/IMG_0538.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-GhJuDEJuKJA/TnqE_5RtecI/AAAAAAAAAnQ/Y5B-Cltg2fE/s400/IMG_0538.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654978515358808514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Qx_R-WIDq04/TnqEEUbHXTI/AAAAAAAAAnI/BN8Epok7LnE/s1600/IMG_0491.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Qx_R-WIDq04/TnqEEUbHXTI/AAAAAAAAAnI/BN8Epok7LnE/s400/IMG_0491.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654977491853860146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-YjDopqXxP5c/TnqFcUsSWxI/AAAAAAAAAnY/NT6LWgvpj0M/s1600/IMG_0542.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 286px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-YjDopqXxP5c/TnqFcUsSWxI/AAAAAAAAAnY/NT6LWgvpj0M/s400/IMG_0542.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654979003754371858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Banyak museum dan taman di TMII...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada puluhan museum dan taman di TMII, perlu sehari penuh untuk menikmati satu museum. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;So far&lt;/span&gt; kami baru mengunjungi Museum Transportasi, Museum Perangko, Pusat Peragaan IPTEK, Aquarium Air Tawar, Museum Listrik dan Energi Baru. Masih banyak yang harus dikunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-zlirIERmfw8/TnxI7EyMrDI/AAAAAAAAAno/LUbt4XusgEk/s1600/Photo0665.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-zlirIERmfw8/TnxI7EyMrDI/AAAAAAAAAno/LUbt4XusgEk/s400/Photo0665.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5655475411804269618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-PZLPOeHGdoU/TnxIgaeCKeI/AAAAAAAAAng/EXe97NYIGyY/s1600/Photo0631.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-PZLPOeHGdoU/TnxIgaeCKeI/AAAAAAAAAng/EXe97NYIGyY/s400/Photo0631.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5655474953768806882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kebun Binatang Ragunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengamati ratusan jenis hewan plus menikmati udara segar, cuma beberapa kilometer dari rumah dan tiket masuk yang murah, Kebun Binatang Ragunan adalah pilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-qHinw9-atJY/ToKDhybtY6I/AAAAAAAAAoo/Y-yUUYgfHy8/s1600/IMG_0040.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-qHinw9-atJY/ToKDhybtY6I/AAAAAAAAAoo/Y-yUUYgfHy8/s400/IMG_0040.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657228698427679650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-EH5IRib-EU8/ToKFv9ax0DI/AAAAAAAAAow/ZHIGG5oJtZY/s1600/IMG_0071.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-EH5IRib-EU8/ToKFv9ax0DI/AAAAAAAAAow/ZHIGG5oJtZY/s400/IMG_0071.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657231140917989426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kebun Raya Bogor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ribuan koleksi tanaman di Kebun Raya Bogor, perlu seharian untuk dikelilingi. Di Kebun Raya Bogor juga ada Museum Zoologi. Dan hanya beberapa puluh meter dari Kebun Raya ada Museum Etnobotani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-TCCd8iN_T7k/TnxJm0UsW8I/AAAAAAAAAnw/zQq4MChzwUc/s1600/Photo0375.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-TCCd8iN_T7k/TnxJm0UsW8I/AAAAAAAAAnw/zQq4MChzwUc/s400/Photo0375.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5655476163299793858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-tlmudJc_CH4/TnxKt2YkuqI/AAAAAAAAAn4/nSYawzEBy8A/s1600/Photo0378.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-tlmudJc_CH4/TnxKt2YkuqI/AAAAAAAAAn4/nSYawzEBy8A/s400/Photo0378.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5655477383623654050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-294797594987914919?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/294797594987914919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=294797594987914919' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/294797594987914919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/294797594987914919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/09/weekend-tanpa-ke-mall.html' title='Weekend Tanpa Ke Mall'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ErUDofI-tnk/Tnp3-cfL7UI/AAAAAAAAAnA/K69eCwv45A8/s72-c/IMG_0463.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-155883442523386478</id><published>2011-09-18T08:36:00.008+07:00</published><updated>2011-09-23T15:42:21.463+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Nusantara'/><title type='text'>Lesehan</title><content type='html'>Lesehan (dari bahasa Jawa) pada mulanya adalah suatu budaya dalam hal memperjualbelikan makanan atau barang sembari duduk di tikar/lantai. Makanan atau barang yang diperjualbelikan turut digelar pada saat lesehan sehingga pengunjung bisa melihat, memilih dan menikmatinya dengan santai. Budaya Lesehan yang sangat terkenal di Indonesia adalah di daerah Yogyakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warung lesehan Yogyakarta pada awalnya hanya karena alasan pragmatis, memanfaatkan kaki lima untuk berdagang makanan tanpa perlu mengeluarkan modal yang besar untuk membangun warung, cukup dengan membentangkan tikar di kaki lima maka jadilah "warung" lesehan. Di kawasan Malioboro kaki lima pada siang hari digunakan untuk menjual cenderamata kemudian malam hari disulap menjadi warung lesehan. Belakangan warung lesehan beroperasi juga siang hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep lesehan memang cocok digunakan untuk warung/ rumah makan yang menyajikan makanan tradisional nusantara. Makan dengan cara duduk bersila di tikar/lantai merupakan cara makan yang umum bagi masyarakat Nusantara. Tak jelas, apakah warung/ rumah makan lesehan yang berkembang belakangan terinspirasi dari lesehan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;a la &lt;/span&gt;Malioboro, namun tak dapat dipungkiri Kawasan Malioboro di Yogyakarta sudah menjadi sentra kuliner malam hari sejak berpuluh tahun yang lalu turut mempopulerkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;style&lt;/span&gt; ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep lesehan ini berkembang tidak hanya digunakan oleh warung kaki lima, tetapi digunakan juga oleh rumah makan yang menyajikan makanan tradisional. Sebagai tempat makan dipilih bangunan berbentuk gubug (Jawa) dan saung (Sunda). Aslinya gubug dan saung merupakan tempat berteduh di sawah, kemudian sangat cocok digunakan untuk rumah makan berkonsep lesehan, terutama yang dipadukan dengan alam. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-zwuREwWaiM0/TnVThP628lI/AAAAAAAAAl4/xPTym-KevrQ/s1600/Saung.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 271px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-zwuREwWaiM0/TnVThP628lI/AAAAAAAAAl4/xPTym-KevrQ/s400/Saung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653516737907716690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di Lombok, yang terkenal dengan kuliner Ayam Taliwang dan Plecing Kangkung, rumah makan lesehan menggunakan berugak. Berugak adalah salah satu jenis bangunan dalam rumah tradisional suku Sasak di Lombok. Rumah tradisonal Sasak biasanya terdiri dari rumah tempat tinggal yang disebut &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bale Tani&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lumbung&lt;/span&gt; untuk menyimpan padi dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berugak&lt;/span&gt;. Berugak adalah sebuah bangunan panggung berbentuk segi empat yang tidak memiliki dinding, tiangnya terbuat dari kayu atau bambu beratapkan alang-alang, dan disangga oleh empat tiang (sekepat), atau enam tiang (sekenem). Berugak berfungsi sebagai tempat untuk menerima tamu (karena alasan privasi orang Sasak tidak menerima tamu di rumah utama), dan juga digunakan sebagai tempat untuk berkumpul, berbincang-bincang serta bersantai selepas bekerja. Biasanya Berugak terdapat di depan samping kiri atau samping kanan Bale Tani.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-7sL_8kRsLFQ/TnVffN2c10I/AAAAAAAAAmA/LsLO9pnmvNY/s1600/Berugak.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-7sL_8kRsLFQ/TnVffN2c10I/AAAAAAAAAmA/LsLO9pnmvNY/s400/Berugak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653529897132152642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di Banjarmasin saya pernah makan di Waroeng Pondok Bahari, juga dengan konsep lesehan. Menariknya, rumah makan ini menempati rumah panggung era 50an/ 60an. Rumah tinggal yang pada eranya merupakan tipikal rumah orang berpunya ini, di banyak tempat umumnya sudah dibongkar dan digantikan oleh bangunan baru. Makan di rumah makan ini seperti sedang pulang ke rumah nenek. Suatu kemampuan pemilik ide mengeksplorasi keunikan daerahnya. Ide yang benar-benar orisinil.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-0aYdOvZZD38/TnVf9tvmvTI/AAAAAAAAAmI/WmtV07dW9VQ/s1600/Photo0459.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-0aYdOvZZD38/TnVf9tvmvTI/AAAAAAAAAmI/WmtV07dW9VQ/s400/Photo0459.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653530421089451314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, di banyak tempat di Indonesia konsep lesehan ini hanya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;copy - paste&lt;/span&gt; saja dari apa yang ada di Pulau Jawa. Beberapa bulan yang lalu saya travelling ke Sumatera Barat dan Riau. Ternyata warung lesehan sekarang juga menjamur di sana, tapi hanya sekedar meng-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;copy&lt;/span&gt; warung lesehan di tempat lain, bahkan juga menggunakan istilah 'warung lesehan'. Padahal bila sedikit lebih cerdas, mereka bisa mengeksplorasi tradisi dan keunikan sendiri. Di Payakumbuh saya melihat banyak rumah tradisional dengan atap bagonjong terbiar melapuk tak dihuni, sementara di halamannya berdiri 'warung lesehan'.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-155883442523386478?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/155883442523386478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=155883442523386478' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/155883442523386478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/155883442523386478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/09/lesehan.html' title='Lesehan'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-zwuREwWaiM0/TnVThP628lI/AAAAAAAAAl4/xPTym-KevrQ/s72-c/Saung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-2261978257160444769</id><published>2011-09-17T16:53:00.009+07:00</published><updated>2011-09-25T13:58:39.970+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Dunia anak-anak adalah dunia bermain.</title><content type='html'>Sejak bersiap menjadi ayah, salah satu bacaan yang saya minati adalah buku dan artikel tentang parenting. Dalam perjalanannya saya menemukan anak-anak adalah juga buku tempat tuhan mengajarkan teori parenting kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dari anak pertama saya belajar "main tebak-tebakan"...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak belum bisa membaca, bahkan seingat saya sejak dia belum lancar berjalan, gadis sudah kutu buku. Setelah bisa membaca pada usia 4 tahun, gadis semakin gila buku. &lt;br /&gt;Waktu mudik lebaran (ketika itu gadis berusia 5 tahun) kami kehabisan bahan bacaan untuk si kutu buku ini, sementara tidak mudah mendapatkan bacaan anak di kampung. Beberapa buku sepupunya yang sudah ABG terpaksa diseleksi yang cocok untuk si sulung. Salah satunya adalah buku “tebak-tebakan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya gadis sangat terkesan dengan buku tebak-tebakan itu. Sekembali ke Jakarta dia minta buku yang sama. Karena di rumah tidak ada buku jenis itu, saya meminta gadis untuk mengerjakan latihan soal untuk kelas 1 yang ada di majalah anak-anak. Tak disangka, gadis menyukai kegiatan latihan soal itu. Gadis menyebut latihan soal itu sebagai 'main tebak-tebakan". Main tebak-tebakan itu berlanjut hingga SD. Mengerjakan latihan soal atau PR bagi gadis bukan belajar, tapi main tebak-tebakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dari anak kedua saya belajar "main angka"...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kedua kami menyukai  “main angka” sejak mulai diperkenalkan konsep bilangan dan simbol angka di Taman Kanak-Kanak. Yang dia maksud dengan main angka adalah menulis angka di tembok, lantai, daun pintu, kaca jendela, bahkan lemari. Walaupun disediakan alat tulis, media favoritnya menulis adalah tembok, dan alat tulis favoritnya adalah spidol. Coretan didinding berkembang sejalan dengan pemahamannya terhadap fungsi penjumlahan, pengurangan dan perkalian. Awalnya hanya menuliskan simbol angka, kemudian coretan di dinding berkembang menjadi penjumlahan dan pengurangan. Kami membiarkan tembok rumah penuh coretan, baru di cat ulang setelah bujang kelas 2 SD. Sekarang bujang menyenangi pelajaran matematika, yang bagi dia adalah main angka. Bahkan dia menciptakan sendiri istilah "main angka"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Main restoran-restoranan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari mereka, untuk mengurangi makan di luar rumah saya mengajak anak-anak main restoran-restoranan. Mereka adalah pemilik restoran (yang notabene adalah ruang makan di rumah kami), dan mereka yang menentukan menu, kadang mereka juga ikut memasak. Mereka menikmati kegiatan ini, dan kami berhasil mengurangi frekuensi makan di luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia anak-anak adalah dunia bermain. Kata "main" seperti kata magis bagi anak-anak. Anak-anak melakukan apa pun tanpa beban bila bagi mereka itu adalah "bermain".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-2261978257160444769?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/2261978257160444769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=2261978257160444769' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/2261978257160444769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/2261978257160444769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/09/seri-parenting-1-dunia-anak-anak-adalah.html' title='Dunia anak-anak adalah dunia bermain.'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-6468739392947705917</id><published>2011-09-17T08:09:00.004+07:00</published><updated>2011-09-23T15:43:00.556+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Nusantara'/><title type='text'>Kangkung: Signature of Lombok Island</title><content type='html'>Luar biasa, 'hanya' kangkung air, tapi bagi orang Lombok, ini adalah tradisi, identitas, kebanggaan, sekaligus lahan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-jtDvJgro2go/TnP0jZLIk4I/AAAAAAAAAlw/4zEeg_Mdbeo/s1600/plecing.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-jtDvJgro2go/TnP0jZLIk4I/AAAAAAAAAlw/4zEeg_Mdbeo/s400/plecing.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653130846170289026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayam Taliwang, kuliner Nusa Tenggara Barat yang sangat terkenal kelezatannya itu selalu dihidangkan dengan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;plecing kangkung&lt;/span&gt;: kangkung rebus dengan sambal segar yang pedas (kadang ditambahkan tauge rebus, kacang tanah goreng dan parutan kelapa berbumbu - &lt;span style="font-style:italic;"&gt;optional&lt;/span&gt;). Kangkung yang digunakan sekilas tampak biasa saja. Tapi setelah dicicipi, kita akan sadar itu adalah kangkung yang istimewa. Batangnya lebih gemuk dan teksturnya lunak. Karena lembut, batang dan daun kangkung direbus utuh tanpa perlu dipotong atau dipisahkan daun dan pucuk dengan batang. Uniknya karakter itu hanya didapat bila kangkung ditanam di bumi lombok, bibit yang sama bila ditanam di luar Pulau Lombok tidak akan menghasilkan kangkung yang lunak. Bahkan restoran Ayam Taliwang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;a la&lt;/span&gt; Lombok di Bali harus mendatangkan bahan baku kangkung segar dari Lombok setiap hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut teman saya yang asli Lombok, plecing kangkung memang sudah mengakar dalam tradisi masyarakat Lombok. Terutama pada bulan Ramadhan, plecing kangkung adalah menu wajib berbuka puasa setiap keluarga Lombok sepanjang  bulan. Tidak heran pada bulan puasa harga kangkung melonjak tinggi mengikuti permintaan pasar. Tradisi ini lah yang mereka angkat menjadi industri kuliner dari warung kaki lima hingga restoran kelas bintang lima, turut menyemarakkan pariwisata Lombok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya permintaan kangkung untuk memasok kebutuhan warung, rumah makan dan restoran Ayam Taliwang di Lombok dan Bali, serta kebutuhan rumah tangga terutama di Lombok, tak heran kangkung menjadi komoditi pertanian yang penting di Lombok. Hamparan kolam kangkung yang menghijau, orang panen kangkung dan kendaraan berseliweran mengangkut panenan kangkung adalah pemandangan unik yang lazim di Lombok. Orang lombok bangga menjadikan kangkung sebagai identitas mereka, bagi saya itu luar biasa.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-PdI5fS8Iw5k/TnP0POB8EuI/AAAAAAAAAlo/zxyKADcLsCg/s1600/kangkung.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 265px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-PdI5fS8Iw5k/TnP0POB8EuI/AAAAAAAAAlo/zxyKADcLsCg/s400/kangkung.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653130499581547234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-6468739392947705917?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/6468739392947705917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=6468739392947705917' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/6468739392947705917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/6468739392947705917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/09/kangkung-signature-of-lombok-island.html' title='Kangkung: Signature of Lombok Island'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-jtDvJgro2go/TnP0jZLIk4I/AAAAAAAAAlw/4zEeg_Mdbeo/s72-c/plecing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-7312860281241672073</id><published>2011-09-14T23:20:00.009+07:00</published><updated>2011-09-14T23:55:06.788+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Nusantara'/><title type='text'>Sambung Menyambung Menjadi Satu (1)</title><content type='html'>Ini tentang sesuatu yang biasa saja tapi cukup mengesankan; dokumentasi dari perjalanan dinas dalam rangka pengawasan Pendataan Sapi Potong Sapi Perah dan Kerbau (PSPK 2011) pada tanggal 16 Juni 2011. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapi Bali (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bos sondaicus&lt;/span&gt;) adalah sapi hasil penjinakan (domestikasi) banteng liar yang telah dilakukan sejak akhir abad ke 19 di &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bali&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapi Bali pada foto di bawah ini dipelihara oleh transmigran asal &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawa&lt;/span&gt; di District Oransbari Kabupaten Manokwari Provinsi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Papua Barat&lt;/span&gt;. Foto ini hasil jepretan Pak Ngah yang berasal dari &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumatera&lt;/span&gt;...&lt;span style="font-style:italic;"&gt;sambung menyambung menjadi satu, itulah Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-qeWzTKdRQr4/TnDU3yT0qYI/AAAAAAAAAlQ/z0IEM6VCllE/s1600/Photo0754.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-qeWzTKdRQr4/TnDU3yT0qYI/AAAAAAAAAlQ/z0IEM6VCllE/s400/Photo0754.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652251587212781954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-7312860281241672073?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/7312860281241672073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=7312860281241672073' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/7312860281241672073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/7312860281241672073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/09/sambung-menyambung-menjadi-satu-1.html' title='Sambung Menyambung Menjadi Satu (1)'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-qeWzTKdRQr4/TnDU3yT0qYI/AAAAAAAAAlQ/z0IEM6VCllE/s72-c/Photo0754.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-3200457237303525513</id><published>2011-08-09T12:13:00.007+07:00</published><updated>2011-09-18T17:12:53.431+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Little Kuantan'/><title type='text'>Little Kuantan (3): The Three Musketeers Jr</title><content type='html'>Bang Iyul, Bang Ir dan Bang Is adalah tiga sahabat masa kecil di Little Kuantan. Mereka sudah SMA di Pekanbaru ketika aku lahir. Ketika aku masih sangat kecil, kami hanya bertemu bila mereka pulang ke Air Molek saat musim liburan. Selebihnya, aku hanya mengenal mereka dari cerita yang dikisahkan The Three Musketeers senior -ibu-ibu kami- dan melalui foto-foto mereka yang waktu itu sedang kuliah di Yogyakarta. Bang Iyul kuliah di Geologi UGM, Bang Ir di Pertambangan UPN dan Bang Is di Teknologi Pertanian UGM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu-ibu kami, The Three Musketeers senior, sangat membanggakan The Three Musketeers junior ini. Mereka semua adalah anak sulung dalam keluarga masing-masing. Wajar bila segala sumberdaya dikerahkan untuk mereka, dengan harapan mereka menjadi lokomotif yang akan menarik gerbong keluarga untuk lebih maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru saya di SD (guru mereka juga waktu SD) turut membanggakan The Three Musketeers junior ini. Menurut Pak Mala Ginting, abang-abang kami itu adalah anak-anak pintar yang memiliki semangat belajar tinggi, bahkan tak malu mengepit kaleng berisi kerupuk untuk dititipkan di kantin sekolah. Pak Ginting menggunakan tokoh The Three Musketeers junior untuk memotivasi kami yang banyak kurang semangat belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita-cerita tentang The Three Musketeers junior, mampu memotivasi saya belajar, saya ingin seperti mereka, kuliah di Yogyakarta: di Universitas Gadjah Mada. Alhamdulillah, belasan tahun berselang, mimpi itu menjadi kenyataan, saya di terima di Universitas Gadjah Mada, kuliah di Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-3200457237303525513?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/3200457237303525513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=3200457237303525513' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/3200457237303525513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/3200457237303525513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/08/little-kuantan-3-three-musketeers-jr.html' title='Little Kuantan (3): The Three Musketeers Jr'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-158341576424764910</id><published>2011-08-09T11:34:00.007+07:00</published><updated>2011-09-14T09:04:15.053+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inderagiri Hulu'/><title type='text'>My First Office</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-hVHJf0kGwuM/TkC5AY57-rI/AAAAAAAAAlI/NtpBjy1CzDk/s1600/Poskeswan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 332px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-hVHJf0kGwuM/TkC5AY57-rI/AAAAAAAAAlI/NtpBjy1CzDk/s400/Poskeswan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638710149804456626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tempat Kejadian Perkara:&lt;/span&gt; Desa Bukit Lipai;&lt;br /&gt;Kecamatan Batang Cenaku; Kabupaten Inderagiri Hulu; Provinsi Riau(&lt;span style="font-style:italic;"&gt;trust me! you can't find this place in map...&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini banyak mimpi kita yang diwujudkan oleh Tuhan, tapi kadang kita harus melalui jalan yang tak direncanakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih setahun saya melalui hidup di sini, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;in the middle of no where, I started my career here as a field veterinarian, mix practices, serving rural smallholder farmers.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau pernah merasa banyak waktu yang terbuang di tempat ini, fasilitas yang sangat minim, karir yang tak jelas, penghasilan yang tak memuaskan, tapi dengan berjalan waktu, capaian-capaian saat ini, pada akhirnya menyadari bahwa banyak pengalaman berharga didapatkan disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat ini menjadikan perjalanan karir saya sebagai dokter hewan terasa lengkap, dari PUSKESWAN sebagai ujung tombak di akar rumput hingga ke pusat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;National Veterinary Services.&lt;/span&gt;Dari pelayanan terapetik dan pengendalian penyakit hewan menular di lapangan hingga kebijakan pengendalian penyakit hewan dan peningkatan pelayanan kesehatan hewan nasional.#&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-158341576424764910?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/158341576424764910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=158341576424764910' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/158341576424764910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/158341576424764910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/08/my-first-office.html' title='My First Office'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-hVHJf0kGwuM/TkC5AY57-rI/AAAAAAAAAlI/NtpBjy1CzDk/s72-c/Poskeswan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-2885830089505652770</id><published>2011-08-01T13:33:00.005+07:00</published><updated>2011-09-18T17:15:00.509+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Little Kuantan'/><title type='text'>Little Kuantan (2): The Three Musketeers</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-VRmHcyfhWgM/TjZI-veJscI/AAAAAAAAAlA/vL_T9Nl12I8/s1600/3%2BPerempuan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 255px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-VRmHcyfhWgM/TjZI-veJscI/AAAAAAAAAlA/vL_T9Nl12I8/s400/3%2BPerempuan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5635772226432774594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, tokoh sentral &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Little Kuantan&lt;/span&gt; adalah Mak Uwo (no 1), Mak Ongah (no 2) dan Mamak (no 3). Mereka adalah para perempuan tangguh. Mereka adalah para ibu yang sangat peduli terhadap pendidikan anak-anaknya. Karena kepedulian itu, mereka bekerja keras tak kenal lelah menyokong keuangan keluarga, terutama untuk membiayai pendidikan anak-anak hingga jenjang tertinggi. Mereka sangat sadar bahwa gaji suami mereka sebagai pegawai negeri rendahan tidak lah seberapa, hanya lah bermimpi mengharap gaji pegawai negeri semata untuk mengirim anak-anak sekolah ke universitas. Berbagai kegiatan produktif mereka kerjakan, membuat kerupuk untuk di titipkan di kedai-kedai kampung sekitar, hingga bertani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan mereka bertiga sangat rapat, ibarat saudara sekandung. Mereka sepertinya berkongsi cita-cita, dan untuk meraih cita-cita itu mereka saling menguatkan. Saya tak tahu pasti, mengapa para perempuan itu sangat peduli dengan pendidikan. Saya hanya mengira-ngira. Mungkin karena Mak Uwo harus mengorbankan karirnya sebagai guru demi keluarga. Dan Mamak gagal masuk sekolah guru karena alasan domestik, sebagai anak perempuan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-2885830089505652770?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/2885830089505652770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=2885830089505652770' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/2885830089505652770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/2885830089505652770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/08/little-kuantan-2-three-musketeers.html' title='Little Kuantan (2): The Three Musketeers'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-VRmHcyfhWgM/TjZI-veJscI/AAAAAAAAAlA/vL_T9Nl12I8/s72-c/3%2BPerempuan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-4585737786047701699</id><published>2011-07-31T16:29:00.002+07:00</published><updated>2011-09-18T17:15:32.477+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Little Kuantan'/><title type='text'>Little Kuantan (1)</title><content type='html'>Sebagai anak jati Kuantan saya merasa beruntung; walau pun lahir dan dibesarkan di luar Kuantan tetapi saya selalu berada di tengah komunitas Kuantan yang masih kuat menjalankan tradisi sebagai Urang Kuantan. Saya menyebutnya “Little Kuantan” seperti orang  menyebut Little India atau “Kuantantown” seperti  orang menyebut Chinatown.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di semua belahan dunia, di hampir setiap negara, terutama di kota utama atau kota pelabuhan selalu ada kawasan yang di sebut Little India dan Chinatown.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Little India adalah komunitas yang warganya didominasi oleh imigran dari bangsa Asia Selatan di luar semenanjung Asia Selatan sendiri . Sebutan Little India biasanya merujuk pada area yang dipadati pertokoan (umumnya textile) dan restoran milik orang Asia Selatan. Durban di Afrika Selatan, Jalan Tun Sambanthan dan Jalan Masjid India di Kuala Lumpur, Kampong Keling di Medan. Pekojan – Angke di Jakarta adalah Little India yang pernah saya singgahi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedangkan Chinatown  biasa digunakan untuk mendeskripsikan kawasan pemukiman dan/atau niaga di luar Cina yang didominasi imigran dari etnik Cina. Di Indonesia dikenal sebagai pecinan, seperti Glodok di Jakarta. Contoh lain adalah kawasan Petaling Street merupakan Chinatown yang tersohor di Kuala Lumpur. Chinatown biasanya menjadi kawasan niaga sekaligus preservasi kebudayaan yang “hidup” seperti perayaan, restoran Cina, kedai sinse , klenteng, dan pernak pernik bernuansa Cina.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kawasan yang saya sebut sebagai Little Kuantan atau Kuantantown adalah Kompleks Perumahan Pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Inderagiri Hulu di Air Molek. Sekitar 80% penghuni kompleks adalah keluarga pegawai yang berasal dari Kuantan – Singingi; dari Lubuk Ambacang sampai Cerenti. Banyak nilai yang saya warisi dari komunitas ini; kekeluargaan, kerja keras dan kemauan keras untuk maju. Para ayah, adalah pekerja keras yang jujur. Di kantor para ayah adalah teamwork, di luar jam kerja mereka ibarat saudara dalam keluarga besar. Para ibu, adalah wanita tangguh mendidik anak-anak dan bekerja membantu keuangan keluarga menyiapkan anak-anak meraih cita-cita mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ayah dan ibu menjadikan diri mereka batu lompatan bagi generasi Kuantan era penjajahan dan masa revolusi (1930an s.d 1940an) menjadi generasi baru Kuantan yang berpendidikan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat ini tinggal kenangan, karena Kompleks tersebut sudah beralih menjadi Pondok Pesantren. Lagipula, setelah pemekaran Kabupaten Inderagiri Hulu dan terbentuk Kabupaten Kuantan Singingi, sudah jarang orang Kuantan yang bekerja di Pemkab Inderagiri Hulu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-4585737786047701699?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/4585737786047701699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=4585737786047701699' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/4585737786047701699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/4585737786047701699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/07/little-kuantan-1.html' title='Little Kuantan (1)'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-5068567879174006010</id><published>2011-03-14T16:41:00.007+07:00</published><updated>2011-07-03T09:49:19.019+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Nusantara'/><title type='text'>Ketupat Kandangan + Ikan Haruan</title><content type='html'>Dari Sabang sampai Merauke, kita dapat menemukan berbagai hidangan ketupat dengan ciri-ciri lokal yang khas. Ketupat sayur dengan telur rebus, atau opor ayam? Itu biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimantan Selatan punya ketupat kandangan; ketupat dihidangkan dengan guyuran kuah santan kuning (mirip opor atau gulai)dan taburan bawang goreng. Pendamping yang lazim untuk ketupat kandangan ini adalah ikan haruan asap, ikan haruan goreng, atau ikan haruan masak habang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandangan adalah salah satu kota di Kalimantan Selatan; ketupat kandangan berasal dari kota itu. Masakan ini cukup populer di ibukota Kalimantan Selatan, Banjarmasin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-_HkJuCHpn4M/Tg_UhEFWkpI/AAAAAAAAAkg/uKbkIp1uDI8/s1600/Photo0461.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-_HkJuCHpn4M/Tg_UhEFWkpI/AAAAAAAAAkg/uKbkIp1uDI8/s400/Photo0461.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5624948124106003090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketupat kandangan biasa disantap sebagai menu sarapan pagi. Tempat terbaik untuk berburu ketupat kandangan adalah pasar tradisional atau pemukiman penduduk. Bila tidak punya waktu dipagi hari, salah satu pilihan adalah WAROENG PONDOK BAHARI di kota Banjarmasin, restoran yang menyediakan menu Ketupat Kandangan hingga malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-o7BC5DdkCYA/TX3jiyVi4ZI/AAAAAAAAAjk/HMLEzocVtEs/s1600/Photo0458.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-o7BC5DdkCYA/TX3jiyVi4ZI/AAAAAAAAAjk/HMLEzocVtEs/s400/Photo0458.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583869299776479634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aslinya, ketupat kandangan disantap tanpa sendok. Sekalipun berkuah, ketupat ini disantap dengan tangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-5068567879174006010?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/5068567879174006010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=5068567879174006010' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/5068567879174006010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/5068567879174006010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/03/ikan-haruan.html' title='Ketupat Kandangan + Ikan Haruan'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-_HkJuCHpn4M/Tg_UhEFWkpI/AAAAAAAAAkg/uKbkIp1uDI8/s72-c/Photo0461.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-881296378102814572</id><published>2011-01-18T12:59:00.010+07:00</published><updated>2011-01-18T17:08:25.102+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inderagiri Hulu'/><title type='text'>Bunga Seroja</title><content type='html'>Bunga Seroja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mari menyusun seroja bunga seroja&lt;br /&gt;riasan sanggul remaja putri remaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rupa yang elok dimanja jangan dimanja&lt;br /&gt;pujalah ia oh saja sekedar saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa kau bermenung oh adik berhati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bingung 2x&lt;br /&gt;janganlah engkau percaya dengan asmara 2x&lt;br /&gt;sekarang bukan bermenung jangan bermenung 2x&lt;br /&gt;mari bersama oh adik memetik bunga 2x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga seroja sangat akrab di telinga banyak orang, karena lagu Melayu ini sering sangat populer dan sering di dendangkan. Tapi mungkin tak banyak orang yang tahu wujud bunga seroja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seroja (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nelumbo nucifera&lt;/span&gt;)dikenal juga sebagai Indian Lotus dan Chinese Lotus, merupakan tumbuhan air yang tumbuh di tanah berlumpur dan tergenang air seperti rawa dan kolam. Seroja banyak tumbuh di pesisir timur pulau Sumatera yang berawa. Tumbuhan ini berbunga sepanjang tahun dengan bunga yang indah. Tak heran bila bunga ini menginspirasi pengarang lagu "Bunga Seroja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TTUyjULDVsI/AAAAAAAAAhk/ruNFs8kJGUg/s1600/BUNGA%2BSEROJA.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 301px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TTUyjULDVsI/AAAAAAAAAhk/ruNFs8kJGUg/s400/BUNGA%2BSEROJA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563408496977991362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;Bunga Seroja&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seroja mirip dengan teratai karena memang merupakan keluarga Nymphaeaceae. Serupa tapi tak sama. Perbedaan teratai dan seroja antara lain: daun teratai mengambang di permukaan air, sedangkan daun seroja menjulur ke atas; bunga teratai memiliki pusat bunga yang kecil, sedangkan bunga seroja memiliki pusat bunga yang besar; bunga teratai memiliki warna yang beragam, sedangkan bunga seroja hanya memiliki warna bunga putih atau merah muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, di Inderagiri Hulu buah Seroja dikonsumsi oleh masyarakat. Sewaktu saya kecil di Air Molek tahun 1980an, buah seroja mudah didapatkan karena banyak dijual di pasar. Biasanya buah ini dijual dalam satuan "ikat", yaitu beberapa tangkai buah diikat menjadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TTUsywIa7SI/AAAAAAAAAhc/46W-7qHKH0M/s1600/BUAH%2BSEROJA%2BNelumbo%2Bnucifera%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TTUsywIa7SI/AAAAAAAAAhc/46W-7qHKH0M/s400/BUAH%2BSEROJA%2BNelumbo%2Bnucifera%2B2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563402165111418146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;Buah Seroja&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seroja juga dapat dijumpai di Kebun Raya Bogor yang berlokasi di Vak XXV A.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-881296378102814572?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/881296378102814572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=881296378102814572' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/881296378102814572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/881296378102814572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2011/01/bunga-seroja.html' title='Bunga Seroja'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TTUyjULDVsI/AAAAAAAAAhk/ruNFs8kJGUg/s72-c/BUNGA%2BSEROJA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-6180204825703927529</id><published>2010-12-27T11:46:00.002+07:00</published><updated>2010-12-27T11:53:36.490+07:00</updated><title type='text'>Daur Ulang</title><content type='html'>Keripik pedas atau keripik belado merupakan jajanan favorit kami di Air Molek awal era 1980an. Keripik pedas tidak dibungkus dengan kemasan plastik seperti sekarang tetapi dibungkus menggunakan kertas bekas buku tulis bekas yang dibentuk kerucut. Mengapa kertas buku tulis, bukan kertas koran? Tidak banyak orang yang membaca koran di sana pada masa itu, bahan daur ulang yang tersedia untuk mengemas adalah kertas buku tulis bekas. Ternyata, tanpa disadari dari dulu kami sudah menggunakan bahan daur ulang yang ramah lingkungan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-6180204825703927529?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/6180204825703927529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=6180204825703927529' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/6180204825703927529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/6180204825703927529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/12/daur-ulang.html' title='Daur Ulang'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-8126774692986940579</id><published>2010-12-03T09:47:00.012+07:00</published><updated>2010-12-10T08:53:49.674+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><title type='text'>Masjid Bersejarah di Riau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPhllTWOxRI/AAAAAAAAAak/HFJAJXCB7DE/s1600/Masjid.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPhllTWOxRI/AAAAAAAAAak/HFJAJXCB7DE/s400/Masjid.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546294632629847314" /&gt;&lt;/a&gt; Masjid Kenegerian di Kuantan (Gambar Museum Virtual Kuantan Singingi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid merupakan bangunan yang harus ada pada setiap nagori di Kuantan, biasanya terletak di Koto yang merupakan pusat suatu nagori. Masjid peninggalan awal abad XX di Kuantan umumnya memiliki seni bangunan yang relatif seragam yaitu atap berbentuk tumpang dan puncaknya diberi kubah. Kubah yang lebih kecil diletakkan di atas bangunan mihrab. Masjid ini tidak dilengkapi menara, tetapi dilengkapi dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tabuah&lt;/span&gt; (beduk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPhgUooxv2I/AAAAAAAAAaE/LmGyC6kZPFI/s1600/Masjid%2BRaya%2BRengat%2Bnew.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPhgUooxv2I/AAAAAAAAAaE/LmGyC6kZPFI/s400/Masjid%2BRaya%2BRengat%2Bnew.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546288848728866658" /&gt;&lt;/a&gt; Masjid Raya Rengat(Gambar www.skyscrapercity.com Kris18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPhfVY113CI/AAAAAAAAAZ8/OvQlMPb6Wa4/s1600/masjid%2Braya%2Brengat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 283px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPhfVY113CI/AAAAAAAAAZ8/OvQlMPb6Wa4/s400/masjid%2Braya%2Brengat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546287762156936226" /&gt;&lt;/a&gt; Masjid Raya Rengat Tempo Doeloe(Gambar Direktori masjid Bersejarah DEPAG RI 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Raya Rengat. Masjid Kerajaan Inderagiri, Pembangunan masjid ini diawali dengan dibangunnya Surau oleh Sultan Ibrahim pada tahun 1786 M di Kampung Besar Rengat. Surau diperluas pada tahun 1787 M oleh Sultan Kecik Besar Mambang menjadi bangunan masjid. Masa pemerintahan Sultan Indragiri XXIV pada tahun 1887 melakukan renovasi yang ke-3 dengan mengganti seluruh papan kayu dengan batu. Masa pemerintahan Bupati Masnoer melakukan pemugaran tahun 1970 M.(Sumber: Direktori masjid Bersejarah DEPAG RI 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPhe4C6TqYI/AAAAAAAAAZ0/KD7h1liB-WA/s1600/Masjid%2BJami%2BAir%2BTiris.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 348px; height: 299px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPhe4C6TqYI/AAAAAAAAAZ0/KD7h1liB-WA/s400/Masjid%2BJami%2BAir%2BTiris.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546287258053880194" /&gt;&lt;/a&gt; Masjid Jami' Air Tiris (Gambar pekanbarubox.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Jami' Kenegerian Air Tiris. Masjid ini didirikan atas prakarsa Engku Mudo Sangkal, dikoordinir oleh Ninik Mamak Nan Dua Belas (Penghulu suku yang berada di kenegerian Air Tiris). Masjid ini berlokasi di Pasar Usang Air Titis, Kecamatan kampar, Kabupaten Kampar. Masjid dibangun dalam waktu 3 tahun dari tanggal 1901-1904 M. Bangunan masjid berbentuk persegi lima seperti limas dengan puncak induk berlenggek-lenggek meruncing keatas. Atap masjid terbuat dari kepingan papan berukuran 1 meter. Kayu yang digunakan ialah jenis kayu tetangu dan seluruh paku menggunakan pasak kayu.(Sumber: Direktori masjid Bersejarah DEPAG RI 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPhkLq748eI/AAAAAAAAAac/H79YGIJJUpQ/s1600/Masjid%2BRaya%2BSyahabuddin.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPhkLq748eI/AAAAAAAAAac/H79YGIJJUpQ/s400/Masjid%2BRaya%2BSyahabuddin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546293092773589474" /&gt;&lt;/a&gt; Masjid Raya Syahabuddin Siak (Gambar www.skyscrapercity.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPhiifI5SEI/AAAAAAAAAaU/PRyxoPcY_5s/s1600/MASDJID%2BRY%2BSYAHABUDDIN.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPhiifI5SEI/AAAAAAAAAaU/PRyxoPcY_5s/s400/MASDJID%2BRY%2BSYAHABUDDIN.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546291285720647746" /&gt;&lt;/a&gt; Masjid Raya Syahabuddin Siak/ Tampak Belakang (Gambar na-2x.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPheE3UtrpI/AAAAAAAAAZs/htaJ1KVuV_U/s1600/masjid%2Braya%2Bsiak.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 264px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPheE3UtrpI/AAAAAAAAAZs/htaJ1KVuV_U/s400/masjid%2Braya%2Bsiak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546286378770083474" /&gt;&lt;/a&gt; Masjid Raya Syahabuddin Siak Tempo Doeloe (Gambar Direktori masjid Bersejarah DEPAG RI 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid ini awalnya berlokasi di jalan Sultan Syarif Qasim sekarang dengan bangunan fisik terbuat dari kayu dan terdapat mimbar yang berukir dari Jepara. Tahun 1935 masjid dipindah oleh Sultan Syarif Qasim II (Sultan Siak XII) ke Jalan Sultan Ismail di tepi Sungai Siak. Masjid ini telah mengalami renovasi tahun 1963 dan tahun 2003.&lt;br /&gt;(Sumber: Direktori masjid Bersejarah DEPAG RI 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPhhZuWdY-I/AAAAAAAAAaM/-MY-d4pd7VM/s1600/Mesjid%2BRaya%2BPekanbaru-%2BRiau.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPhhZuWdY-I/AAAAAAAAAaM/-MY-d4pd7VM/s400/Mesjid%2BRaya%2BPekanbaru-%2BRiau.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546290035673621474" /&gt;&lt;/a&gt; Masjid Raya Pekanbaru. Masjid Kerajaan Siak/ Sebelum Dipugar/ Saat ini dalam proses renovasi (Gambar photo.pekanbaruriau.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-8126774692986940579?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/8126774692986940579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=8126774692986940579' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/8126774692986940579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/8126774692986940579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/12/masjid-bersejarah-di-riau.html' title='Masjid Bersejarah di Riau'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPhllTWOxRI/AAAAAAAAAak/HFJAJXCB7DE/s72-c/Masjid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-3047579036724408994</id><published>2010-12-02T20:32:00.018+07:00</published><updated>2010-12-03T09:35:12.695+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><title type='text'>Istana - Istana di Riau</title><content type='html'>Jejak kedaulatan&lt;br /&gt;Jejak kejayaan&lt;br /&gt;Jejak perebutan kekuasaan&lt;br /&gt;Dalam perputaran zaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa tanah ini negeri yang berdaulat&lt;br /&gt;Bahwa tanah ini negeri beradat&lt;br /&gt;Bahwa tanah ini negeri yang bermarwah&lt;br /&gt;Bahwa tanah ini pernah berjaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa pernah redup tak bermaya&lt;br /&gt;Bahwa pernah terbiar tak terjamah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa sejarah berulang&lt;br /&gt;Bahwa sejarah tak hanya dikenang&lt;br /&gt;Menoleh ke belakang &lt;br /&gt;Menapak masa depan gemilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir abad IXX dan awal abad XX di Riau setidaknya ada beberapa kerajaan besar yang pernah menandatangani &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Politiek Contract&lt;/span&gt; (Kontrak Politik) dengan Pemerintah Kolonial Belanda yaitu Siak, Pelalawan dan Inderagiri serta beberapa kerajaan kecil (dan pemerintahan adat non kerajaan) yang menandatangani &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Korte Verklaring&lt;/span&gt; (Pernyataan Pendek) yaitu Kepenuhan, Rokan IV Koto, Rambah, Tambusai, Kunto Darussalam, Gunung Sahilan,  Logas, Singingi, IV Koto di Mudik (Kuantan); V Koto di Tengah (Kuantan), IV Koto di Hilir (Kuantan), Hulu Tesso dan Lubuk Ramo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPhCSAhab4I/AAAAAAAAAZU/MHydCnc2uzs/s1600/istana-gunung-sahilan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 276px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPhCSAhab4I/AAAAAAAAAZU/MHydCnc2uzs/s400/istana-gunung-sahilan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546255818251988866" /&gt;&lt;/a&gt;Istana Kerajaan Gunung Sahilan (Gambar jalurkuantan.blogspot.com)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPhBQxp9wjI/AAAAAAAAAZM/6EmLEf4Lrko/s1600/istana%2Brokan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPhBQxp9wjI/AAAAAAAAAZM/6EmLEf4Lrko/s400/istana%2Brokan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546254697569829426" /&gt;&lt;/a&gt; Istana Kerajaan Rokan IV Koto (Gambar pekanbarubox.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPg98vk_uOI/AAAAAAAAAZE/ob_MFxaxVpI/s1600/Rumah%2BKuantan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 299px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPg98vk_uOI/AAAAAAAAAZE/ob_MFxaxVpI/s400/Rumah%2BKuantan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546251054879848674" /&gt;&lt;/a&gt; Rumah Keluarga Datuk Bisai Urang Godang V Koto di Tongah Kuantan (Gambar Koleksi Datuk Bisai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPhGwFEpNBI/AAAAAAAAAZc/-Uvuf5NLGzw/s1600/ISTANA%2BRAJO%2BKOTO%2BRAJO.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPhGwFEpNBI/AAAAAAAAAZc/-Uvuf5NLGzw/s400/ISTANA%2BRAJO%2BKOTO%2BRAJO.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546260732916085778" /&gt;&lt;/a&gt; Istana Rajo Koto Rajo (Gambar riaudailyphoto.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPg7ZFSJ_EI/AAAAAAAAAY8/hjXxRwWfHfU/s1600/istana%2Bindragiri.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPg7ZFSJ_EI/AAAAAAAAAY8/hjXxRwWfHfU/s400/istana%2Bindragiri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546248243207863362" /&gt;&lt;/a&gt; Replika Istana Kerajaan Inderagiri (Gambar st302999.sitekno.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPg5XSs7VTI/AAAAAAAAAY0/B6ZBemO4pM4/s1600/Istana%2BSiak.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPg5XSs7VTI/AAAAAAAAAY0/B6ZBemO4pM4/s400/Istana%2BSiak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546246013426816306" /&gt;&lt;/a&gt;Istana Asserayah Hasyimiyah - Kerajaan Siak (Gambar riaudailyphoto.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPehEVfkmHI/AAAAAAAAAYk/6g_0HRXtW3U/s1600/ISTANA%2BSAYAP.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 269px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPehEVfkmHI/AAAAAAAAAYk/6g_0HRXtW3U/s400/ISTANA%2BSAYAP.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546078561991170162" /&gt;&lt;/a&gt; Istana Sayap - Kerajaan Pelalawan(Gambar pelalawankab.go.id)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-3047579036724408994?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/3047579036724408994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=3047579036724408994' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/3047579036724408994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/3047579036724408994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/12/istana-istana-di-riau.html' title='Istana - Istana di Riau'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TPhCSAhab4I/AAAAAAAAAZU/MHydCnc2uzs/s72-c/istana-gunung-sahilan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-7548347209187983667</id><published>2010-11-27T12:00:00.006+07:00</published><updated>2010-11-27T12:43:18.426+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aneka'/><title type='text'>Break!</title><content type='html'>baru saja melewati bulan-bulan dan pekan-pekan yang amat berat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersama mahluk bernama Risk Analysis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perenungan hari ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyentak kesadaran bahwa ia bukan hanya sekedar piranti &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memori tentang persahabatan dan tim kerja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ruang untuk berinteraksi dengan guru dan kolega antar bangsa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahana yang membawa ke banyak kelas pelatihan dan lokakarya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;parasut cadangan ketika beasiswa tertunda &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiket yang menghantarkan ke simposium internasional sebagai pembicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejenak kuhirup nafas sedalam-dalamnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-7548347209187983667?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/7548347209187983667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=7548347209187983667' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/7548347209187983667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/7548347209187983667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/11/break.html' title='Break!'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-7332214849985057306</id><published>2010-11-23T13:37:00.011+07:00</published><updated>2010-11-23T15:15:01.299+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><title type='text'>Gadis Kuantan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TOtr23a-0WI/AAAAAAAAAYc/pN02H8mWMOg/s1600/Gadis.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 338px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TOtr23a-0WI/AAAAAAAAAYc/pN02H8mWMOg/s400/Gadis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542642356743754082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah cantik anak dara&lt;br /&gt;dalam balutan baju kurung merah muda&lt;br /&gt;di laman rumah godang mematut gaya&lt;br /&gt;membuai mata, membelai jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meniti masa &lt;br /&gt;Menapak remaja &lt;br /&gt;Di rantau kita berkelana&lt;br /&gt;Takdirmu usah lupa&lt;br /&gt;Penerus silsilah&lt;br /&gt;Pewaris pusaka  &lt;br /&gt;Penjaga marwah &lt;br /&gt;Suku nan ompek nagori Toluak&lt;br /&gt;Rantau nan kurang oso duopuluah&lt;br /&gt;Di bawah payung Datuk Godang Jolelo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis&lt;br /&gt;Jaga agama pagar diri&lt;br /&gt;Jaga adat dan nagori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-7332214849985057306?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/7332214849985057306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=7332214849985057306' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/7332214849985057306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/7332214849985057306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/11/gadis-kuantan.html' title='Gadis Kuantan'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TOtr23a-0WI/AAAAAAAAAYc/pN02H8mWMOg/s72-c/Gadis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-6481650182276036828</id><published>2010-11-23T11:47:00.008+07:00</published><updated>2010-11-23T15:13:46.468+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><title type='text'>Kerupuk Kuah</title><content type='html'>balik kampung berhari raya&lt;br /&gt;penghujung Ramadhan 1431 hijriah&lt;br /&gt;menunjukkan kepada anak bujang dan dara&lt;br /&gt;dua versi kerupuk kuah&lt;br /&gt;kuah sate dan kuah sambal sama pedasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada mereka aku bercerita&lt;br /&gt;inilah jajanan ayah&lt;br /&gt;masa kanak-kanak bersekolah&lt;br /&gt;Di SD lima Batu Gajah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membuat kerupuk pun mereka coba&lt;br /&gt;hati senang alang kepalang&lt;br /&gt;bagaikan si bolang bocah petualang&lt;br /&gt;di acara televisi kesukaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TOtaHApOwEI/AAAAAAAAAYE/f1Np3gsepWI/s1600/Photo0138.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 312px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TOtaHApOwEI/AAAAAAAAAYE/f1Np3gsepWI/s400/Photo0138.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542622842888044610" /&gt;&lt;/a&gt;Kerupuk Kuah Sambal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TOtZ2wKxnQI/AAAAAAAAAX8/4EjArO-K_eQ/s1600/Photo0136.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 366px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TOtZ2wKxnQI/AAAAAAAAAX8/4EjArO-K_eQ/s400/Photo0136.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542622563587431682" /&gt;&lt;/a&gt;Kerupuk Kuah Sate&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TOtZXXrGbmI/AAAAAAAAAX0/-jyvm2qvZug/s1600/Photo0114.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TOtZXXrGbmI/AAAAAAAAAX0/-jyvm2qvZug/s400/Photo0114.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542622024436182626" /&gt;&lt;/a&gt;Membuat Kerupuk&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-6481650182276036828?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/6481650182276036828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=6481650182276036828' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/6481650182276036828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/6481650182276036828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/11/kerupuk-kuah.html' title='Kerupuk Kuah'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TOtaHApOwEI/AAAAAAAAAYE/f1Np3gsepWI/s72-c/Photo0138.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-8396177630612048910</id><published>2010-11-23T11:17:00.010+07:00</published><updated>2011-09-27T07:45:51.315+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Bujang Belajar Silat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-gO9VtMFy-Ms/TfSVX-S07zI/AAAAAAAAAkY/gGwvGK-Ii7E/s1600/sabtu%2B006.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 290px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-gO9VtMFy-Ms/TfSVX-S07zI/AAAAAAAAAkY/gGwvGK-Ii7E/s400/sabtu%2B006.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617278874329345842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bujang&lt;br /&gt;Enam tahun umur mu sudah&lt;br /&gt;Selagi kecil berusia muda&lt;br /&gt;Ajar diri tempa jiwa&lt;br /&gt;Agar dewasa bijak laksana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak bujang perlu berlasak&lt;br /&gt;Lebih kacak kalau pandai berpencak&lt;br /&gt;Aku ingin engkau belajar Silat Kuantan yang rancak&lt;br /&gt;Di laman silat menghatur sembah kepada guru dan orang tua &lt;br /&gt;Membuka langkah, langkah empat silat pusaka&lt;br /&gt;Tapi di sini guru tiada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku hantar engkau ke perguruan &lt;br /&gt;silat warisan berasas pada AlQur'an &lt;br /&gt;berjiwa persaudaraan &lt;br /&gt;di bawah naungan persyarikatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapak Suci silat warisan&lt;br /&gt;berasas As Sunnah&lt;br /&gt;tampil sebagai seni dan ilmu pengetahuan &lt;br /&gt;yang rasional dan ilmiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan iman dan akhlak menjadi kuat &lt;br /&gt;tanpa iman dan akhlak menjadi lemah&lt;br /&gt;bersilat adalah ibadat&lt;br /&gt;selamatkan akherat bahagiakan dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-8396177630612048910?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/8396177630612048910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=8396177630612048910' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/8396177630612048910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/8396177630612048910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/11/berlasak-bersilat.html' title='Bujang Belajar Silat'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-gO9VtMFy-Ms/TfSVX-S07zI/AAAAAAAAAkY/gGwvGK-Ii7E/s72-c/sabtu%2B006.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-6888647553103792992</id><published>2010-11-20T07:57:00.004+07:00</published><updated>2010-11-20T08:04:23.571+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aneka'/><title type='text'>World Toilet Day</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TOcdj4wi2BI/AAAAAAAAAXs/o8nnqZ8LUtw/s1600/toilet.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TOcdj4wi2BI/AAAAAAAAAXs/o8nnqZ8LUtw/s400/toilet.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5541430368871307282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, 19 November diperingati sebagai hari toilet internasional. Peringatan  ini tentu saja bertujuan untuk menyentak kesadaran masyarakat akan pentingnya toilet yang bersih dan sehat. Tak dapat dipungkiri masih banyak di antara kita yang kurang peduli. Kebersihan toilet di tempat umum, adalah buktinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali menumpang pesawat terbang (beberapa hari setelah ulang tahun saya ke-30) saya sangat terkesan dengan peringatan di toilet (lavatory) pesawat: Wipe Wastafel for Next Users. Sebagai orang yang pertama kali menumpang pesawat terbang, setelah menggunakan wastafel, tanpa banyak pikir saya mematuhi peringatan itu, menyeka wastafel dengan toilet paper yang tersedia dan meninggalkannya dalam keadaan kering.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pengalaman pertama itu, saya secara rutin menumpang pesawat untuk tugas kantor ke daerah, rata-rata sekali sampai dua kali sebulan. Peringatan senada saya baca di semua lavatory pesawat yang saya tumpang, tapi saya tak pernah menemukan wastafel yang telah dikeringkan oleh pengguna sebelumnya. Apakah peringatan tersebut tidak dibaca oleh pengguna lavatory? Atau sengaja abai untuk melakukan hal tersebut? Saya kemudian bersikap bahwa  tidak perlu mengeringkan, karena saya toh mendapatkan toilet dan wastafel dalam keadaan basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya benar-benar sadar akan peringatan  ketika pertama kali ke Australia untuk short course. Di Stasiun kereta api Taringa- kota kecil di Queensland-  stasiun kecil sebesar stasiun Citayam di daerah Bogor, tapi cukup ramai pada pagi dan petang saat orang berangkat dan pulang kerja.  Toilet stasiun itu benar-benar bersih dan kering. Saya sempat berpikir siapa yang membersihkan toilet itu karena tak pernah melihat petugas cleaning service. Ternyata hanya ada satu pegawai yang terutama bertugas melayani pembelian tiket dan penukaran koin. Membersihkan toilet bukanlah tugasnya. Pengguna toilet lah yang menjaga toilet itu tetap bersih dan kering. Kalau toilet di stasiun saja bersih dan kering, apalagi wastafel di lavatory pesawat terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan, semakin banyak daerah dan negara yang saya kunjungi, saya menyadari bahwa secara faktual di Indonesia prilaku Wipe Wastafel for Next Users bukanlah sebuah norma umum (common sense). Pikiran yang biasanya menjadi bahan argumen adalah: “Buat apa menyeka wastafel? Toh ada cleaning service yang mengeringkan dan tidak ada yang marah atau menegur” atau “Walaupun saya menyeka wastafel, ketika saya menggunakan wastafel saya menemukan wastafel dalam keadaan becek”. Hal yang sama berlaku juga untuk membuang sampah. Bukan cuma Pasar Minggu atau Terminal Bis Pulogadung sampah berserakan merusak pandangan mata. Bahkan di Bandara Soekarno Hatta, kita dengan mudah menyaksikan orang dengan santai membuang atau meninggalkan sampah seenaknnya, sehingga petugas cleaning service harus selalu berseliweran untuk memungut sampah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedakan dengan kondisi bocah cilik di negara maju, taruhlah Australia , membuang sampah pada tempatnya merupakan sebuah tindakan yang digerakkan oleh alam bawah sadar. Saya mencoba menghindari generalisasi dengan mengatakan bahwa “Membuang Sampah Pada Tempatnya” di negara maju merupakan fenomena dan “Membuang Sampah Tidak Pada Tempatnya” merupakan kasus. Sebaliknya, di negara berkembang, taruhlah Indonesia, bocah cilik yang secara sadar melalui keinginannya sendiri “Membuang Sampah Pada Tempatnya” adalah sejumlah kasus di tengah fenomena ketidak patuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini sungguh memprihatinkan. Berusaha pula untuk menghindari kesimpulan yang mengarah pada persoalan ekonomi, saya berpendapat bahwa persoalan sesungguhnya berada di alam pikiran manusia yang senantiasa mengkonstruksi dan memahami keadaan di sekitarnya. Persoalan kebersihan lingkungan memang terkait dengan persoalan ekonomi, sosial, hingga politik, namun tidak bijaksana jika menyalahkan kondisi ekonomi, sosial, dan politik untuk mengorbankan kebersihan lingkungan. Melalui konstruksi pikiran terhadap warga negara –lebih efektif bila dimulai dari usia dini dan dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan- saya berpendapat bahwa persoalan kebersihan toilet akan teratasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-6888647553103792992?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/6888647553103792992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=6888647553103792992' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/6888647553103792992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/6888647553103792992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/11/world-toilet-day.html' title='World Toilet Day'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TOcdj4wi2BI/AAAAAAAAAXs/o8nnqZ8LUtw/s72-c/toilet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-1439576217592813741</id><published>2010-10-02T20:27:00.013+07:00</published><updated>2011-07-30T21:27:37.887+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aneka'/><title type='text'>Dreams from My Brother</title><content type='html'>Selembar kartu pos cetakan 1970an bergambar &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Grand Canyon National Park Arizona&lt;/span&gt; yang aku temukan di rak buku di rumah kami, sudah menarik perhatianku sejak kecil, mungkin sekitar kelas 3 – 4 SD.  Sungguh pemandangan yang mengagumkan, pegunungan yang terpahat secara alami seluas mata memandang. Kartu pos itu merupakan souvenir dari The Voice of America (VOA) dan tersimpan bersama  koleksi filateli Abang ketika dia SMP hingga SMA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TKc0LFSeZDI/AAAAAAAAAW0/rcVJx-MUnPg/s1600/grand+canyon+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 254px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TKc0LFSeZDI/AAAAAAAAAW0/rcVJx-MUnPg/s400/grand+canyon+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523440832996074546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1970an ketika Abang SMP dan SMA (bahkan hingga akhir 1980an dan 1990an ketika aku SMP dan SMA) mendengarkan Radio siaran asing seperti BBC, VOA, ABC dll adalah satu dari sedikit cara mengenal dunia dan belajar bahasa Inggeris dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;native speaker&lt;/span&gt; di desa pinggir hutan dimana kami dibesarkan di pedalaman Sumatera. Mengandalkan radio SW (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Short Wave&lt;/span&gt;) dan Battery “Cap Kucing” (karena tiada jaringan PLN) secara rutin mendengarkan radio sambil tiduran atau duduk di meja belajar di sela mengerjakan PR, sesekali menulis surat ke stasiun radio itu, mendapat kiriman program siaran, buku pelajaran bahasa Inggeris dan souvenir (berupa kartu pos, atau stiker), agar tak jadi “katak di bawah tempurung” sering sambil bermimpi keliling dunia “bagai pungguk rindukan bulan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TKc0hD2Qz1I/AAAAAAAAAW8/ewvykNgJE_Y/s1600/grand+canyon+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 259px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TKc0hD2Qz1I/AAAAAAAAAW8/ewvykNgJE_Y/s400/grand+canyon+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523441210566430546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian, sekitar pertengahan tahun 1988 kami menerima kiriman surat dari Abang yang sedang studi post graduate di Amerika Serikat, terlampir beberapa foto dan salah satu adalah foto Abang berlatar belakang Grand Canyon! Surprised, sama dengan kartu pos yang ku kagumi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TKc0va88zVI/AAAAAAAAAXE/JOTpciqRPgM/s1600/grand+canyon+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 285px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TKc0va88zVI/AAAAAAAAAXE/JOTpciqRPgM/s400/grand+canyon+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523441457286663506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu, aku kembali menemukan Grand Canyon, kali ini  di dinding facebook Abang, luar biasa! Dua puluh tahun kemudian Abang kembali ke Grand Canyon.  Kali ini Abang kembali ke Grand Canyon bersama sang isteri tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-I8ysWcAW_-Y/TjQUu6rA09I/AAAAAAAAAko/TZgjODx_QMI/s1600/Grand%2BCanyon.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-I8ysWcAW_-Y/TjQUu6rA09I/AAAAAAAAAko/TZgjODx_QMI/s400/Grand%2BCanyon.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5635151830003536850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum membaca “Laskar Pelangi” dan “Sang Pemimpi” karya Andrea Hirata, aku sudah percaya dengan kekuatan mimpi. Bagi kami anak desa, dari keluarga yang sangat sederhana, mimpi adalah modal besar untuk meraih cita-cita. Alhamdulillah, sejak kecil hingga hari ini, Abang selalu menjadi inspirasi bagiku, bermimpi, berusaha dan berserah pada Yang Maha Kuasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-1439576217592813741?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/1439576217592813741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=1439576217592813741' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/1439576217592813741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/1439576217592813741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/10/dreams-from-my-brother.html' title='Dreams from My Brother'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TKc0LFSeZDI/AAAAAAAAAW0/rcVJx-MUnPg/s72-c/grand+canyon+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-2627951443507265969</id><published>2010-07-20T21:36:00.006+07:00</published><updated>2010-11-18T09:12:58.038+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Nusantara'/><title type='text'>Icip-icip Soto Nusantara di Depok (2)</title><content type='html'>Mari kita lanjutkan icip-icip soto Nusantara di Depok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawa Tengah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Restoran Soto Kudus Grup Menara di jalan Juanda menyajikan Soto Kudus sebagai menu andalannya. Kuah soto kudus cukup bening, tidak terlalu membuat khawatir meningkatkan tumpukan lemak. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEW1R6bBxXI/AAAAAAAAAWM/bZ7pu3nmJxg/s1600/soto+kudus+juanda+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEW1R6bBxXI/AAAAAAAAAWM/bZ7pu3nmJxg/s400/soto+kudus+juanda+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495998239620580722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEW1hfZJEAI/AAAAAAAAAWU/47ZJb_UlhVA/s1600/soto+kudus+juanda+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 306px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEW1hfZJEAI/AAAAAAAAAWU/47ZJb_UlhVA/s400/soto+kudus+juanda+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495998507242819586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sroto Banyumas di jalan Margonda, adalah salah satu varian soto dari Jawa Tengah. Soto ini khas dengan 'sambal kacang' (yang tidak umum pada varian soto lainnya) dan kerupuk merah. Selain sroto, menu andalan kedai ini adalah mendoan yang juga khas Banyumasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEW2n--zaDI/AAAAAAAAAWc/0Ladfvdzbeg/s1600/sroto+banyumas+margonda+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEW2n--zaDI/AAAAAAAAAWc/0Ladfvdzbeg/s400/sroto+banyumas+margonda+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495999718313125938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEW220XoLEI/AAAAAAAAAWk/1-MGQEjLbT8/s1600/sroto+banyumas+margonda+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 356px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEW220XoLEI/AAAAAAAAAWk/1-MGQEjLbT8/s400/sroto+banyumas+margonda+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495999973162495042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-2627951443507265969?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/2627951443507265969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=2627951443507265969' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/2627951443507265969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/2627951443507265969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/07/icip-icip-soto-nusantara-di-depok-2.html' title='Icip-icip Soto Nusantara di Depok (2)'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEW1R6bBxXI/AAAAAAAAAWM/bZ7pu3nmJxg/s72-c/soto+kudus+juanda+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-1155381860137236696</id><published>2010-06-24T08:33:00.001+07:00</published><updated>2010-06-24T08:35:09.930+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aneka'/><title type='text'>Jelajah Indonesia dengan Bacpakcing</title><content type='html'>Indonesia tersohor indah luar biasa, alamnya mempesona tiada lawan, kekayaan budayanya sungguh mengagumkankan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat bepergian ke daerah-daerah di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, di bandara dan di pesawat saya selalu menemukan warga negara asing, umumnya berusia relatif muda, dengan ciri umum berpenampilan kumal, kulit putih gosong terbakar matahari dan menyandang ransel besar di punggung. Ya, Indonesia dan kawasan Asia Tenggara memang merupakan salah satu destinasi backpackers dunia. Menurut berbagai sumber, hampir 70 juta wisatawan setiap tahunnya membanjiri negara negara di Asia Tenggara , termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika saya melakukan perjalanan ke Pulau Sumba Nusa Tenggara Timur; ketika transit di bandara Ngurah Rai,  saya menyapa sepasang muda-mudi, menumpang pesawat yang sama dengan saya, mereka sedang liburan dan berasal dari Amerika Serikat. Berpenampilan kumal, ransel besar di punggung, beralas kaki sandal jepit buatan lokal, si perempuan tampak euphoria dengan sarung dan aksesoris etnik yang mungkin dibelinya dengan uang beberapa belas ribu rupiah di Bali atau mungkin di salah satu negara di Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka, para backpackers mampu menjelajah hingga ke pelosok pelosok pedalaman Sumba, pulau pulau terpencil di wilayah Kepulauan Mentawai, Gunung Bromo, kawasan Pasar Kembang Yogyakarta atau Jalan Jaksa Jakarta…Tidur di losmen yang sederhana namun nyaman, trekking di belantara hutan hujan tropis, diving dan snorkeling mengagumi segi tiga emas karang dunia, makan di kaki lima, memandangi dengan takjub candi-candi yang usianya sudah ribuan tahun…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang mereka dapatkan…….??? Mereka menikmati kekayaan dan keindahan alam ciptaan Tuhan yang menggetarkan di jagad ini… dan reka cipta dan budaya selama berabad-abad oleh makhluk ciptaan Tuhan bernama manusia….semasih muda……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kita tidak….?? Mereka menempuh ribuan kilo untuk mendapatkan itu.&lt;br /&gt;Sedangkan kita…?? hanya sejengkal dari rumah kita.&lt;br /&gt;hanya berjarak beberapa menit dari tempat kita tidur…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu menunggu kaya untuk berpetualang….coba hitung berapa rupiah yang bisa dihemat dengan tidak membeli gadget yang luxury - cukup gunakan telepon seluler ekonomis asal bisa membuat dan menerima panggilan dan menggunakan layanan pesan singkat (SMS)…menghemat pulsa untuk hal-hal yang perlu saja…jangan kaget, uang yang anda hemat bila ditabung, bisa menghantarkan anda berpetualang sebagai bakcpackers minimal sekali setahun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-1155381860137236696?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/1155381860137236696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=1155381860137236696' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/1155381860137236696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/1155381860137236696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/06/jelajah-indonesia-dengan-bacpakcing.html' title='Jelajah Indonesia dengan Bacpakcing'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-5253435615818710977</id><published>2010-06-10T18:37:00.009+07:00</published><updated>2010-11-18T09:13:49.774+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Nusantara'/><title type='text'>Icip-icip Soto Nusantara di Depok (1)</title><content type='html'>Soto, kuliner asli indonesia. Ada banyak varian soto dari seluruh pelosok Nusantara. Untuk menikmatinya, tak harus keliling Indonesia. Bagi kami, cukup dengan menjelajah kota Depok, dari kawasan bisnis utama di jalan Margonda, hingga komplek perumahan, dari restoran, hingga kaki lima, kami menemukan beragam hidangan soto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawa Timur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari Soto Suroboyoan dengan nama 'Soto Gebrak Cak Anton' di jalan Margonda. Kedai soto ini memiliki ciri khas menyambut pengunjung dengan menggebrak meja tempat soto disiapkan dengan botol kecap. Gebrakan meja ini cukup membuat pengunjung kaget. Suatu strategi pemasaran yang aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEWuXSh0bGI/AAAAAAAAAVc/s268rofF1Dc/s1600/Soto+Gebrak+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEWuXSh0bGI/AAAAAAAAAVc/s268rofF1Dc/s400/Soto+Gebrak+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495990635409468514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEWuib_SGOI/AAAAAAAAAVk/3MEsXlbRAQA/s1600/Soto+Gebrak+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 281px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEWuib_SGOI/AAAAAAAAAVk/3MEsXlbRAQA/s400/Soto+Gebrak+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495990826927528162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di jalan Margonda, ada soto suroboyoan dengan label 'Soto Pak Sadi'. Seperti soto Suroboyan umumnya, restoran ini menyajikan soto dengan ciri khas taburan bubuk koya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEWtJAoAdfI/AAAAAAAAAVM/bAgIBaxMyVE/s1600/Pak+Sadi+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEWtJAoAdfI/AAAAAAAAAVM/bAgIBaxMyVE/s400/Pak+Sadi+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495989290573788658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEWt069dOQI/AAAAAAAAAVU/9HazXaAYSEQ/s1600/Pak+Sadi+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 275px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEWt069dOQI/AAAAAAAAAVU/9HazXaAYSEQ/s400/Pak+Sadi+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495990044967385346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Varian soto Jawa Timuran yang lain adalah Soto Ngawi, masih di kawasan jalan Margonda. Berbeda dengan soto suroboyoan, Soto Ngawi tidak diberi taburan bubuk koya, tetapi ditambahkan beberapa butir kacang bawang utuh. Cukup unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEWwEmi1xKI/AAAAAAAAAV0/HcuLZvakUxo/s1600/Soto+Ngawi+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 291px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEWwEmi1xKI/AAAAAAAAAV0/HcuLZvakUxo/s400/Soto+Ngawi+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495992513388201122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEWwDuXbT5I/AAAAAAAAAVs/GgHiKZUR2b0/s1600/Soto+Ngawi+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 327px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEWwDuXbT5I/AAAAAAAAAVs/GgHiKZUR2b0/s400/Soto+Ngawi+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495992498307944338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soto Jawa Timuran yang paling banyak gerainya adalah soto Lamongan, sebagian besar berupa kedai tenda di kaki lima pada malam hari. Agak mirip dengan soto Suroboyoan, Soto Lamongan khas dengan taburan bubuk koya. Salah satu warung Soto Lamongan yang buka pagi hingga siang ada di jalan Tole Iskandar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEWx104IJAI/AAAAAAAAAV8/QURtfrM9Vck/s1600/soto+lamongan+tole+iskandar+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEWx104IJAI/AAAAAAAAAV8/QURtfrM9Vck/s400/soto+lamongan+tole+iskandar+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495994458560799746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEWyGp6v-hI/AAAAAAAAAWE/reJRzWg2gXY/s1600/soto+lamongan+tole+iskandar+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEWyGp6v-hI/AAAAAAAAAWE/reJRzWg2gXY/s400/soto+lamongan+tole+iskandar+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495994747676785170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-5253435615818710977?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/5253435615818710977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=5253435615818710977' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/5253435615818710977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/5253435615818710977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/06/icip-icip-soto-nusantara-di-depok-1.html' title='Icip-icip Soto Nusantara di Depok (1)'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/TEWuXSh0bGI/AAAAAAAAAVc/s268rofF1Dc/s72-c/Soto+Gebrak+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-8079718338681969045</id><published>2010-04-09T15:51:00.004+07:00</published><updated>2010-04-09T15:54:12.699+07:00</updated><title type='text'>Singgah Sekejap</title><content type='html'>Singgah sekejap saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dah lama kedai kopi ini tak dibuka. Pak Ngah tengah asyik dengan kedai barunya "Group Musium Kuantan Singingi" di situs jejaring sosial FB.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-8079718338681969045?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/8079718338681969045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=8079718338681969045' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/8079718338681969045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/8079718338681969045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/04/singgah-sekejap.html' title='Singgah Sekejap'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-4797823847943040667</id><published>2010-03-14T21:03:00.005+07:00</published><updated>2010-03-15T00:11:45.320+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><title type='text'>Sejarah Kebun Getah di kampung kami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S5zm2zdW6SI/AAAAAAAAAUM/dF4Dx36HQ5g/s1600-h/ladang+getah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 450px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S5zm2zdW6SI/AAAAAAAAAUM/dF4Dx36HQ5g/s400/ladang+getah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448483478412126498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman karet merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Riau. Dalam bahasa lokal karet di sebut getah, sama dengan nama yang digunakan di semenanjung Malaya. Bagi saya, menarik untuk mengenal sejarah perkebunan karet di Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Perkebunan Karet tak dapat dipisahkan dari adanya krisis tembakau dan kopi yang menjadi komoditas andalan pemerintah kolonial Hindia Belanda, mendorong pemerintahan Hindia Belanda untuk membangun perkebunan karet. Pada tahun 1864, Perkebunan Karet mulai diperkenalkan dan dikembangkan di Indonesia, dengan pertama kali dibuka di daerah Pamanukan dan Ciasem (Jawa Barat) oleh &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hofland&lt;/span&gt; perusahaan Belanda. Jenis tanaman karet yang ditanam di waktu itu adalah karet “rambung” (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ficus elastica&lt;/span&gt;). Dan karet jenis &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hevea brasiliensis&lt;/span&gt; baru ditanam di Sumatera Timur, tahun 1902. Perkebunan Karet di Indonesia lebih berkembang setelah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Netherlands Indies&lt;/span&gt; membuka pintu bagi para investor asing, terutama dari Inggris, Belanda dan Belgia serta Amerika. Seiring dengan itu, pemerintah Hindia Belanda untuk pertama kalinya memperkenalkan sistem perkebunan besar (modern) yang dibuka di daerah Indragiri pada 1893. Selanjutnya disusul oleh perkebunan perkebunan lainnya. Sehingga pada 1915, di seluruh Kepulauan Riau, Indragiri dan Kuantan terdapat 12 &lt;span style="font-style:italic;"&gt;onderneming&lt;/span&gt;.  Tanah-tanah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;erfpacht&lt;/span&gt; yang luas di Japura, Kelawat, Sungai Lala, Sungai Parit, Gading, Air Molek dan Sungai Sagu, kemudian dimanfaatkan untuk ditanami pohon karet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan perkembangan permintaan karet-alam Dunia, terutama setelah adanya pengaruh “boom” harga karet-alam setelah PD II. Perkebunan karet yang dikelola oleh rakyat (perkebunan rakyat) sudah terlebih dahulu di kenal masyarakat Riau, bahkan jauh sebelum diperkenalkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Petani mendapatkan benih atau bibit tanaman karet dari para jemaah haji yang singgah di Malaysia atau Singapura. Perantau Kuantan di Semenanjung Malaya juga dipercaya sebagai pembawa bibit karet.  Sejarah mencatat orang Kuantan - Riau ramai yang merantau ke Semenanjung Malaya terutama akhir abad XIX dan awal abad XX, yang dikenal sebagai “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;poi ke Kolang&lt;/span&gt;”. Di semenanjung Malaya, sebagian perantau Kuantan ada yang berkebun Karet. Selain itu pedagang-pedagang Cina/ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tauke&lt;/span&gt; (Malaysia dan Singapura) yang membeli produksi karet-rakyat, juga sering membawakan benih-benih karet untuk ditanam. Karena itu tanaman karet sudah merupakan bagian dari budaya kehidupan para petani di Riau. Selain didukung oleh kondisi alam, juga sistem pertanian-kebun bagi masyarakat Riau merupakan suatu bentuk adaptasi di bidang pertanian, karena cengkraman iklim dan kesuburan tanah di Riau yang tidak sebaik di Jawa yang sarat dengan intensifikasi tanaman pangan, maka subsektor perkebunan di Propinsi Riau melaju lebih cepat dibanding dengan sektor pertanian tanaman pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi budaya pertani-kebun yang mendasari kehidupan penduduk di Riau adalah kehidupan pertanian yang berpusat pada lahan kering. Sehingga tanaman-tanaman utama yang telah lama menjadi kesukaan dan setting budaya mereka adalah tanaman karet dan kelapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah perkembangan perkebunan karet Inderagiri didominasi oleh perusahaan perkebunan milik pemerintah kolonial ataupun swasta. Perkebunan Karet ini menjadi salah satu daya tarik perantau Jawa untuk migrasi ke Inderagiri dan bekerja di Perkebunan Karet (selain pertambangan minyak). Tidak heran daerah perkebunan Karet di Inderagiri terutama Airmolek dan sekitarnya bertumbuh menjadi daerah yang multietnik, dengan proporsi penduduk dari suku Jawa cukup besar, jauh sebelum pemerintah menyelenggarakan program transmigrasi. Jejak kejayaan Perkebunan Karet di daerah Airmolek pada masa lalu di antaranya adalah Rumah Sakit Plantagen, milik salah satu Perusahaan Karet pada masa itu. Terakhir saya melihat Rumah Sakit yang sudah menjadi bangunan kosong tak terawat pada tahun 2002. Mudah-mudahan bangunan RS itu masih eksis dan alangkah baiknya bila dikonservasi dan dijadikan benda cagar budaya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di Kuantan, perkembangan Perkebunan Karet didominasi oleh Perkebunan Rakyat, dengan latar belakang sejarah seperti diuraikan di atas. Baru kemudian pada era 1990an perkebunan rakyat tersebut mendapat perhatian serius pengembangannya oleh pemerintah melalui program Small Holder Rubber Development Project (SRDP).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S50UxAJvuMI/AAAAAAAAAUc/qDHa3fshF-A/s1600-h/kebun+getah.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 450px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S50UxAJvuMI/AAAAAAAAAUc/qDHa3fshF-A/s400/kebun+getah.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448533956275189954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;Tipikal Kebun Karet Rakyat Ekstensif Pra-SRDP&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S5zq2zZehoI/AAAAAAAAAUU/QnoZWNwPu4E/s1600-h/Mesin+Penggelek+Getah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 450px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S5zq2zZehoI/AAAAAAAAAUU/QnoZWNwPu4E/s400/Mesin+Penggelek+Getah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448487876442359426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;Mesin Penggiling Getah Untuk Mengolah Getah Keping...Klasik&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di olah dari http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/(5)soca-ikin sadikin-dampak pemb perkbn(1).pdf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-4797823847943040667?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/4797823847943040667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=4797823847943040667' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/4797823847943040667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/4797823847943040667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/03/sejarah-kebun-getah.html' title='Sejarah Kebun Getah di kampung kami'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S5zm2zdW6SI/AAAAAAAAAUM/dF4Dx36HQ5g/s72-c/ladang+getah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-1270837898567970850</id><published>2010-02-25T12:29:00.015+07:00</published><updated>2010-03-14T23:29:47.437+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Nusantara'/><title type='text'>Sea World Club Maumere: Hotel tak Harus Mewah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sea World Club&lt;/span&gt; adalah hotel dengan konsep &lt;span style="font-style:italic;"&gt;resort&lt;/span&gt; tepi pantai (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;beachfront Hotel-Resort&lt;/span&gt;). Ada beberapa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bungalow/ cottage&lt;/span&gt; bergaya bangunan tradisional Indonesia dengan lanskap tropis khas Flores. Berbagai tipe &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bungalow/ cottage&lt;/span&gt; tersedia untuk dipilih sesuai kebutuhan (dan kantong) yaitu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Beachfront Suite Bungalow, Honeymoon Suite, Family Villa, Beachfront and Beachview Houses, Superior Cottage dan Garden Cottage&lt;/span&gt;. Bersama tiga teman lain, kami memilih &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Beachfront House&lt;/span&gt;, rumah panggung 2 kamar masing-masing &lt;span style="font-style:italic;"&gt;twin share&lt;/span&gt; yang langsung berhadapan dengan laut dan bila malam ombak terhempas hingga ke tangga &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cottage&lt;/span&gt;, lumayan murah 400.000/ malam/ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cottage&lt;/span&gt; sudah termasuk sarapan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sea World Club merupakan milik yayasan sosial YASPEM yang menjalankan beberapa kegiatan amal di Maumere. Pendiri YASPEM adalah seorang pensiunan pastur/ pater Bollen. Penghasilan dari Sea World digunakan untuk kegiatan amal yayasan. Pater Bollen sekarang tinggal di Sea World Club. Mungkin karena sang pater berasal dari Jerman, banyak turis yang datang berkebangsaan Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S4YLWGPPMvI/AAAAAAAAARs/m8yQYNXaBVI/s1600-h/Maumere+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 450px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S4YLWGPPMvI/AAAAAAAAARs/m8yQYNXaBVI/s400/Maumere+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442049673983374066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;'Beachfront House', khas tropis&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S4YLvDigO4I/AAAAAAAAAR0/9P-z9tkFtM0/s1600-h/Maumere+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 450px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S4YLvDigO4I/AAAAAAAAAR0/9P-z9tkFtM0/s400/Maumere+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442050102755605378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;Beranda 'Beachfront House' untuk bersantai&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sea World Club terletak di teluk dengan pantai yang tenang sangat sempurna untuk berenang dan snorkelling atau scuba diving. Saya datang ke sana bukan untuk berlibur, tapi untuk bekerja. Tidak ada banyak waktu untuk bersenang-senang. Tapi duduk di teras cottage sambil menikmati deburan ombak dan sunsets sudah luar biasa nikmatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S4YMekAQbWI/AAAAAAAAASM/a5rg5IOOSpQ/s1600-h/Maumere.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 450px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S4YMekAQbWI/AAAAAAAAASM/a5rg5IOOSpQ/s400/Maumere.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442050918924184930" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;center&gt;Hanya beberapa langkah ke pantai&lt;/center&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S4YMn2TIREI/AAAAAAAAASU/1lXa9zCttAg/s1600-h/Maumere+6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 450px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S4YMn2TIREI/AAAAAAAAASU/1lXa9zCttAg/s400/Maumere+6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442051078454002754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;Sunset dapat dinikmati dari beranda&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Open Air Restaurant berada di kompleks ini menyajikan masakan Indonesia dan Internasional. Tentu saja karena Maumere kaya akan hasil laut, makanan yang diandalkan adalah ikan bakar dan seafood. Pada malam tertentu, pengunjung dihibur oleh 'musik kampung' yang dibawakan oleh masyarakat sekitar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S4YL_7y99LI/AAAAAAAAAR8/XUjpUX7PbcQ/s1600-h/Maumere+4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 450px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S4YL_7y99LI/AAAAAAAAAR8/XUjpUX7PbcQ/s400/Maumere+4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442050392734954674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;Bangunan Open Air Restaurant&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S4YMSPQIOQI/AAAAAAAAASE/qvVRMuGO2c4/s1600-h/Maumere+5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 450px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S4YMSPQIOQI/AAAAAAAAASE/qvVRMuGO2c4/s400/Maumere+5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442050707195181314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;Interior Open Air Restaurant&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan hotel, restoran dan front office serta furniture hampir semuanya terbuat dari kayu, bambu dan rotan. Bagi wisatawan lokal, Sea World Club mungkin jauh dari kesan mewah. Bahkan mungkin sangat sederhana. Tetapi kesan tropis yang ditampilkan berpadu dengan keindahan pantai dan alam bawah laut serta konsep amal (penghasilan untuk kegiatan amal/ charity) telah menjadikannya sangat populer dan ramai dukunjungi wisatawan asing, terutama Eropa. Suatu pelajaran bahwa kesuksesan menjual pariwisata tidak selalu bermodalkan kemewahan tetapi lebih kepada konsep, keunikan dan kualitas pelayanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kredit Foto http://www.sea-world-club.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-1270837898567970850?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/1270837898567970850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=1270837898567970850' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/1270837898567970850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/1270837898567970850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/02/maumere-sea-world-club.html' title='Sea World Club Maumere: Hotel tak Harus Mewah'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S4YLWGPPMvI/AAAAAAAAARs/m8yQYNXaBVI/s72-c/Maumere+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-3154392009868372800</id><published>2010-02-25T09:29:00.002+07:00</published><updated>2010-02-25T09:30:02.507+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Nusantara'/><title type='text'>Depok: Belajar Sejarah di Mall</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Margonda City&lt;/strong&gt; atau lebih terkenal dengan &lt;strong&gt;Margo City&lt;/strong&gt; adalah satu di antara Mall yang berdiri di Kota Depok, Jawa Barat. Seperti kota-kota lain di Indonesia, Mall seolah merupakan benda wajib yang harus ada, walau kadang menyebabkan pasar tradisional dan pedagang kecil tergusur.&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S4SbUAMkI9I/AAAAAAAAARM/BSdvoAN16tg/s1600-h/IMG_0338.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S4SbUAMkI9I/AAAAAAAAARM/BSdvoAN16tg/s800/IMG_0338.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441645017722790866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;Margo City: Koridor Pedestrian&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pembangunan Margo City menuai kritik tidak hanya karena persaingan peretail raksasa versus pasar tradisional, tetapi Mall ini didirikan di situs bersejarah kota Depok yaitu Rumah Tua Pondok Cina. Rumah Tua tersebut telah berdiri sejak abad ke-19 dan menjadi bukti suatu episode sejarah yang dilalui oleh kota Depok. Masih untung pembangunan Mall ini menyisakan sebagian bangunan, yaitu bagian Serambi Depan Rumah Tua itu, yang sekarang dijadikan bangunan komersial sebagai cafe dengan nama "the Old House Cafe".&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Terlepas dari dosa yang dibuat Margo City, menyebabkan rusaknya keutuhan situs sejarah Depok, ada hal positif yang patut dicatat. Pertama tentu saja masih dipertahankannya bangunan bersejarah (walau hanya sebagian) dan penyediaan panel informasi tentang bangunan bersejarah Rumah Tua Pondok Cina serta panel lainnya tentang Sejarah Depok Lama dan Peninggalan Sejarahnya. Panel tersebut menempati panel reklame outdoor yang berjejer di koridor untuk pejalan kaki (pedestrian).&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S4ScltKA1wI/AAAAAAAAARU/WiLaTL2mpxU/s1600-h/IMG_0335.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S4ScltKA1wI/AAAAAAAAARU/WiLaTL2mpxU/s800/IMG_0335.JPG" alt="Rumah Tua Pondok Cina" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441646421361088258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;Rumah Tua Pondok Cina&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S4SdYVPXjuI/AAAAAAAAARc/hwuZ67GfOFg/s1600-h/IMG_0328.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S4SdYVPXjuI/AAAAAAAAARc/hwuZ67GfOFg/s800/IMG_0328.JPG" alt="Panel Informasi Rumah Tua Pondok Cina" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441647291114426082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;Panel Informasi Rumah Tua Pondok Cina&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S4Sdta6DGCI/AAAAAAAAARk/jjcjLYGyAzY/s1600-h/IMG_0332.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S4Sdta6DGCI/AAAAAAAAARk/jjcjLYGyAzY/s800/IMG_0332.JPG" alt="Panel Informasi Sejarah Depok Lama" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441647653412870178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;Panel Informasi Sejarah Depok Lama&lt;/center&gt;&lt;p&gt;Sebagai blogger, saya sangat terkesan dengan Panel Informasi Sejarah Depok Lama. Informasi yang ditampilkan bersumber dari blognya Hans Soedira yaitu salah satu blogger Kota Depok dengan alamat www.goblogk.blogspot.com. Tentu ini membanggakan kita para blogger.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Saya pikir hal semacam ini bisa ditiru oleh Kota Pekanbaru, menyediakan Panel Informasi di Mall tentang sejarah awal Kota Pekanbaru; informasi sejarah era Payung Sekaki, Senapelan, hingga menjadi Pekanbaru. Mungkin Blogger Pekanbaru bisa menginisiasi hal ini dengan Pengusaha Mall atau Pemerintah Kota, hitung-hitung  Kopi Darat, tidak hanya bermain di alam maya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-3154392009868372800?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/3154392009868372800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=3154392009868372800' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/3154392009868372800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/3154392009868372800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/02/belajar-sejarah-di-mall.html' title='Depok: Belajar Sejarah di Mall'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S4SbUAMkI9I/AAAAAAAAARM/BSdvoAN16tg/s72-c/IMG_0338.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-8523061481945790263</id><published>2010-02-24T14:34:00.000+07:00</published><updated>2010-02-24T14:34:34.284+07:00</updated><title type='text'>Are You Kind? Clear Your Tray!</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.citynews.sg/index.php/2010/02/are-you-kind-clear-your-tray/"&gt;Are You Kind? Clear Your Tray!&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-8523061481945790263?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.citynews.sg/index.php/2010/02/are-you-kind-clear-your-tray/' title='Are You Kind? Clear Your Tray!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/8523061481945790263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=8523061481945790263' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/8523061481945790263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/8523061481945790263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/02/are-you-kind-clear-your-tray.html' title='Are You Kind? Clear Your Tray!'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-985370155474837989</id><published>2010-02-09T21:20:00.006+07:00</published><updated>2010-03-14T23:31:01.363+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><title type='text'>Hidangan Kenduri a la Melayu Indragiri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S3FwYO_81DI/AAAAAAAAAQU/B_S-SXQUKVM/s1600-h/dining-kenduri+.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 450px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S3FwYO_81DI/AAAAAAAAAQU/B_S-SXQUKVM/s400/dining-kenduri+.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436249786858394674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat tradisional dikenal banyak menyelengarakan upacara adat. Seiring kemajuan zaman, tentu saja saat ini sudah banyak upacara yang disederhanakan. Dengan alasan agar lebih praktis, bahkan tata cara diubah hingga menghilangkan makna filosofis yang dikandungnya. Misalnya dalam penyajian hidangan makanan, saat ini lebih banyak dengan cara prasmanan.&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Walaupun tak mengenal &lt;span style="font-style:italic;"&gt;table manner&lt;/span&gt; layaknya kebudayaan barat, masyarakat Melayu memiliki tata cara khusus dalam menghidangkan makanan dalam acara kenduri (hajatan, selamatan). Berikut ini tata cara menghidangkan makanan pada kenduri dalam tradisi Melayu Indragiri yang saya rekam dalam memori.&lt;p&gt; &lt;br /&gt;Masyarakat Melayu puak Indragiri menyebutnya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;makan berhidang &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;makan sebekas&lt;/span&gt; (bekas= wadah; makan di wadah yang sama), di tempat lain ada yang menyebutnya  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;makan sejambar&lt;/span&gt;. Setiap 5 (lima) orang duduk di lantai beralas tikar pandan (atau saat ini kadang digantikan karpet) melingkar mengelilingi hidangan yang terdiri dari:&lt;p&gt;&lt;br /&gt;*5 piring yang sudah berisi nasi (biasanya dengan porsi besar) dan ditutup dengan tangkupan piring (pinggan), bila tamu merasa porsi nasi terlalu besar ia dapat mengurangi dan memindahkan sebagian nasi ke piring tangkupan tersebut ketika akan mulai makan. &lt;br /&gt;*5 gelas berisi air minum tawar &lt;br /&gt;*5 gelas berisi air minum manis (teh atau kopi)&lt;br /&gt;*Sebuah talam (baki) yang berisi 5 piring lauk-pauk yang berbeda jenisnya. Talam ini ditutup dengan tudung saji dan baru dibuka ketika akan mulai makan. Konon piring lauk pauk ini harus berjumlah ganjil, umumnya 5, minimal 3. Bila lauk pauk hanya 4 piring maka dilengkapi dengan 1 piring kue agar jumlah piring tetap ganjil.&lt;br /&gt;*mangkok basuh untuk mencuci tangan diletakkan di atas piring kecil beralaskan serbet&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Bila ada 40 tamu berarti akan ada 8 lingkaran. Sebelum meletakkan hidangan, kain panjang berwarna putih dibentangkan di atas tikar pandan (atau karpet). &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Makna filosofis hidangan sebekas ini terutama adalah cerminan masyarakat Melayu yang egaliter, semua anggota masyarakat dipandang sama tanpa ada pembedaan kelas sosial. Ada semangat kebersamaan serta penghormatan kepada tamu. Penggunaan penutup wadah makanan (pinggan penangkup untuk nasi dan tudung saji untuk lauk pauk) di terapkan secara ketat. Pada zaman dahulu mungkin untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan terkait dengan praktik ilmu sihir melalui makanan oleh pihak yang biasanya ingin menjatuhkan citra tuan rumah. Tetapi saat ini tetap relevan terutama bila dikaitkan dengan hygiene makanan dan tentu saja nilai estetika.&lt;p&gt; &lt;br /&gt;Konsep makanan sebekas dalam gaya modern (dipadukan dengan western table manner) saya temukan di Malaysia seperti gambar di bawah ini.  Resepsi selamat datang dalam rangka upacara pembukaan Training on Veterinary Services yang ditaja oleh Malaysian Technical Cooperation Program (MTCP) pada tahun 2005 diselenggarakan di Putrajaya Marriott Hotel di Putrajaya. Konsep makanan sebekas dengan style modern ini sangat tepat untuk tema hidangan Melayu terutama untuk penyajian di Hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S3FwkESjWNI/AAAAAAAAAQc/5j2YzYmhu1Y/s1600-h/dining+table+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 450px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S3FwkESjWNI/AAAAAAAAAQc/5j2YzYmhu1Y/s400/dining+table+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436249990142056658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S3FzzlQJnNI/AAAAAAAAAQk/rlVsYtpy7zI/s1600-h/dining+table.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 450px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S3FzzlQJnNI/AAAAAAAAAQk/rlVsYtpy7zI/s400/dining+table.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436253555223272658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-985370155474837989?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/985370155474837989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=985370155474837989' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/985370155474837989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/985370155474837989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/02/hidangan-kenduri-la-melayu-indragiri.html' title='Hidangan Kenduri a la Melayu Indragiri'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S3FwYO_81DI/AAAAAAAAAQU/B_S-SXQUKVM/s72-c/dining-kenduri+.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-4236331704227988817</id><published>2010-02-09T15:09:00.001+07:00</published><updated>2010-02-09T15:10:34.956+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Mancanegara'/><title type='text'>Segambut: Jejak Perantau Kuantan di Semenanjung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2_PCWGsxvI/AAAAAAAAAQM/JBcodRxZIL4/s1600-h/Segambut.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2_PCWGsxvI/AAAAAAAAAQM/JBcodRxZIL4/s800/Segambut.JPG" border="0" alt="Segambut: Jejak Perantau Kuantan di Semenanjung"id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435790914459846386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Segambut adalah &lt;em&gt;sub-district&lt;/em&gt; dan daerah pemilihan parlemen di Kuala Lumpur. Bila menumpang Kereta Komuter melalui rute(laluan) Rawang - Seremban, kita melewati daerah ini.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Seperti yang saya tulis di &lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2010/01/kuala-lumpur-di-sini-bandaraya-itu.html"&gt;Kuala Lumpur Di Sini Bandaraya Itu Bermula&lt;/a&gt;, bahwa Kuala Lumpur berawal dari dibukanya penambangan timah di kuala sungai Gombak dengan sungai Kelang sekitar 200an tahun silam. Awalnya penambangan ini mempekerjakan buruh upahan dari China, kemudian diikuti dengan rombongan buruh dan peniaga dari Kuantan (Riau), Kampar (Riau), Mandailing (SUMUT)dan Minang (sedangkan perantau Jawa lebih memilih ke Kuala Selangor). Hingga 1836 Kuala Lumpur sudah mulai ramai.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Salah satu penempatan orang Kuantan dari Sumatera ialah di daerah tanah gambut, mereka membuka sawah menanam padi (ini masuk akal karena orang Kuantan memang biasa membuka rawa gambut menjadi sawah), maka terkenal lah daerah itu sebagai Segambut. Jalur awal untuk ke sini, harus melalui Jalan Ipoh , boleh tembus ke Sentul dan Gombak. Dari pinggir bukit Kiara, petani boleh mendapatkan hasil hutan: jering (jengkol), petai, termasuk binatang ayam denak (ayam hutan), tupai bebas melompat dan burung terkukur berlagu-lagu.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Tapi sekarang kampung Segambut telah tergerus kemajuan metropolitan Kuala Lumpur. Banyak penduduk (ahli waris) yang digusur untuk pengembangan kawasan pemukiman modern, mulai dari Kondominium Mont Kiara dan Sri Kiara hingga perumahan kelas menengah Taman Sri Segambut dan Bandar Manjalara. Masih tersisa kampung lama yaitu Kampung Segambut Dalam dan Sungai Penchala. Banyak pihak yang menyayangkan pupusnya kawasan perkampungan asli ini.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Saya menemukan kisah ini ketika blogwalking ke blog &lt;a href="http://senirupasiti.blogspot.com/"&gt;SITI ZAINON ISMAIL&lt;/a&gt; seorang perupa dari Selangor, Malaysia. Tulisan ini saya ubah suai untuk di publish di sini. Bagi saya ini menarik, karena selama ini yang saya tahu orang Kuantan banyak yang merantau ke Kelang (&lt;em&gt;poi ke Kolang&lt;/em&gt;), terutama di awal abad XX masa awal penguasaan Kuantan oleh Kolonial Belanda. Atau mungkin yang dimaksud merantau ke Kelang itu juga termasuk ke Kuala Lumpur sekarang, mengingat Kuala Lumpur juga terletak di tepian sungai Kelang. Bila suatu saat saya ke Kuala Lumpur, ingin sekali singgah ke Segambut, menapaktilasi perantau Kuantan di Semenanjung.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-4236331704227988817?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/4236331704227988817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=4236331704227988817' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/4236331704227988817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/4236331704227988817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/02/segambut-jejak-perantau-kuantan-di.html' title='Segambut: Jejak Perantau Kuantan di Semenanjung'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2_PCWGsxvI/AAAAAAAAAQM/JBcodRxZIL4/s72-c/Segambut.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-2686259443274886888</id><published>2010-02-07T23:06:00.010+07:00</published><updated>2010-03-15T01:11:07.364+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Nusantara'/><title type='text'>Pulau Bidadari: Private Island yang Kontroversial</title><content type='html'>Perjalanan selama dua pekan di Nusa Tenggara Timur di awal 2008 berakhir di kota Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat di ujung barat pulau Flores. Masih ada waktu setengah hari menunggu penerbangan ke Denpasar sebelum balik ke Jakarta. Sebenarnya saya ingin sekali ke pulau Komodo. Tetapi waktu terlalu suntuk. Team Leader kami, dokter hewan senior kelahiran Manggarai menawarkan untuk berkunjung ke Pulau Bidadari, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;private island&lt;/span&gt; di salah-satu pulau di wilayah Taman Nasional Komodo yang menghebohkan karena dikabarkan dibeli warga negara asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama ke pulau bidadari adalah melepas rasa penasaran akan  pulau yang kontroversial itu, sekadar menikmati pantainya yang putih bersih serta pelayaran di antara pulau-pulau kecil di selat Sape (antara pulau Sumbawa dan Flores). Walau tanpa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;appointment&lt;/span&gt;, kami berharap bisa bertemu dengan EL warga negara Inggris yang menjadi terkenal karena dikabarkan membeli pulau itu.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Bidadari hanya berjarak sekitar 6 km dari Labuan Bajo kami tempuh selama sekitar 20 menit dengan menyewa boat kayu yang memang biasa melayani wisatawan untuk disewa untuk mengunjungi pulau-pulau di kawasan Taman Nasional Komodo. &lt;br /&gt;Setelah merapat di pantainya yang berpasir putih, dengan jelas terbaca papan peringatan "DILARANG MASUK KAWASAN PRIBADI/ NO ENTRY PRIVATE PROPERTY", terasa kurang bersahabat. Seorang perwakilan dari kami menghubungi pos penjagaan dan meminta satpam untuk mengirim pesan ke EL bahwa kami rombongan dokter hewan dari Labuan Bajo, Kupang, Denpasar dan Jakarta ingin bertemu dengan dirinya. Seperti sudah kami duga, sebagaimana umumnya orang barat yang respect terhadap dokter hewan, EL mengijinkan kami masuk ke pulau itu dan bertemu langsung dengan kami.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S27oODTtguI/AAAAAAAAAP8/aKf2RIPeHsA/s1600-h/Pulau+Bidadari.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 450px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S27oODTtguI/AAAAAAAAAP8/aKf2RIPeHsA/s320/Pulau+Bidadari.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435537128386560738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pantai Pulau Bidadari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S27oCd2OXqI/AAAAAAAAAP0/GVDQlIPNe_M/s1600-h/Pulau+Bidadari+Dilarang+Masuk.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 450px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S27oCd2OXqI/AAAAAAAAAP0/GVDQlIPNe_M/s320/Pulau+Bidadari+Dilarang+Masuk.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435536929352212130" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dilarang Masuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar satu jam kami berbincang dengan EL. Latar belakangnya sebagai ahli biologi dengan kekhususan penyu membuat obrolan kami bisa nyambung. Kami menanyakan tentang kontroversi penjualan pulau Bidadari serta isu pelarangan nelayan menangkap ikan di perairan pulau itu. Dia menegaskan tidak membeli pulau itu dan hanya datang sebagai investor. Dia melarang para nelayan dan penduduk setempat melakukan penangkapan ikan di pulau tersebut karena para nelayan sering merusak terumbu karang yang masih sangat indah di wilayah itu. Menurut dia kelestarian terumbu karang sangat penting untuk dijaga untuk pengembangan wisata under water yang pada akhirnya akan memiliki kontribusi pada perekonomian setempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari kebenaran penjelasan EL, yang patut digarisbawahi adalah visinya untuk membangun fasilitas pariwisata di sana. Selama ini turis asing yang berkunjung ke Kawasan Taman Nasional Pulau Komodo banyak yang merupakan penumpang kapal pesiar. Mereka hanya turun untuk menikmati komodo dan diving, selebihnya menginap dan makan di kapal Pesiar yang hampir seluruhnya milik asing. Ini artinya daerah wisata tidak mendapat nilai tambah. Dengan membangun resort seperti pulau Bidadari akan meningkatkan turis yang singgah dan menginap didarat sehingga lebih berkontribusi bagi perekonomian daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir perbincangan EL mengantar kami untuk meninjau project pembangunan bungalow yang sedang dalam tahap pengerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S27oY2J31NI/AAAAAAAAAQE/gmVommazQtQ/s1600-h/Pulau+Bidadari+Bungalow.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 450px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S27oY2J31NI/AAAAAAAAAQE/gmVommazQtQ/s320/Pulau+Bidadari+Bungalow.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435537313834194130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembangunan Bungalow&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kredit Foto hurek.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-2686259443274886888?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/2686259443274886888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=2686259443274886888' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/2686259443274886888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/2686259443274886888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/02/pulau-bidadari-yang-kontroversial.html' title='Pulau Bidadari: Private Island yang Kontroversial'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S27oODTtguI/AAAAAAAAAP8/aKf2RIPeHsA/s72-c/Pulau+Bidadari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-3840489383885632231</id><published>2010-02-03T19:38:00.008+07:00</published><updated>2010-03-15T01:12:16.295+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Nusantara'/><title type='text'>Eksotisme Pulau Sumba</title><content type='html'>Saya selalu menikmati tugas ke daerah untuk pekerjaan lapangan, karena bisa bekerja sambil mengenali masyarakat dan budaya lokal. Awal 2008 saya ditugaskan kantor ke Pulau Sumba. Saya beruntung punya teman sekelas waktu kuliah di Jogja yang sekaligus menjadi counterpart saya untuk urusan pekerjaan itu. Perfect! Di sela-sela pekerjaan, dia dengan senang hati mengantar saya ke Kampung Merapu, kampung asli orang Sumba. Tidak perlu membayar guide, dia sangat menguasai sejarah dan budaya Sumba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2lw2QakvMI/AAAAAAAAAPc/qlI8EhFXLEE/s1600-h/Sumba+Merapu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 650px; height: 450px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2lw2QakvMI/AAAAAAAAAPc/qlI8EhFXLEE/s320/Sumba+Merapu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433998502820887746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rumah adat yang unik dan kubur batu megalitikum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampung asli dapat dijumpai rumah adat Sumba. Atap rumah yang berbahan rumput ilalang kebanyakan menjulang tinggi. Ketinggian atap menunjukkan strata pemiliknya dalam adat. Aturan ini dijaga ketat hingga sekarang. Walaupun orang kaya, tetapi bila stratanya dalam adat rendah, mereka tidak boleh memiliki atap rumah yang menjulang. Uniknya, dapur dalam rumah sumba berada di bagian tengah. Di lingkungan rumah adat terdapat sisa-sisa kebudayaan megalitik yaitu kubur batu yang sudah berusia ratusan atau mungkin ribuan tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jadwal penerbangan yang aneh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masuk ke Sumba Barat melalui Bandara Tambolaka. Penerbangan dari Bandara Tambolaka ke Bandara maumere di pulau Flores sudah confirmed. Tapi sehari sebelum jadwal, pagi-pagi saya ditelpon pihak airlines bahwa jadwal penerbangan yang sudah saya pesan dibatalkan. Airlines menawarkan untuk terbang hari itu juga dari Bandara Waingapu di Sumba Timur. Untuk itu saya harus melakukan perjalanan darat melintasi Pulau Sumba selama sekitar empat jam mengejar penerbangan pukul 14.00. Keanehan jadwal penerbangan ternyata masih berlanjut. Karena alasan teknis ternyata pilot tidak mengarahkan pesawat ke Bandara Maumere, tetapi dialihkan ke Bandara Eltari Kupang di pulau Timor dan para penumpang diinapkan semalam di hotel di kota Kupang. Baru keesokan harinya para penumpang tujuan Maumere di terbangkan. Jadwal penerbangan yang saya pesan adalah Tambolaka – Maumere (direct) tetapi kenyataannya menjadi Tambolaka – (via darat) Waingapu – Kupang – Maumere. What a terrible flight schedule! Tapi tidak rugi juga karena bisa menikmati pemandangan alam Sumba, terutama sabana yang membentang luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2lxEAhsCxI/AAAAAAAAAPk/YBBHntzkLWQ/s1600-h/Sumba+Jalanan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 650px; height: 450px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2lxEAhsCxI/AAAAAAAAAPk/YBBHntzkLWQ/s320/Sumba+Jalanan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433998739073927954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2l1IMjlScI/AAAAAAAAAPs/74Y_MN7neMk/s1600-h/pasar+hewan.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 650px; height: 450px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2l1IMjlScI/AAAAAAAAAPs/74Y_MN7neMk/s320/pasar+hewan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434003209069087170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kredit foto http://sumbaisland.com/&lt;br /&gt;(Dokumentasi selama perjalanan di Sumba hilang gara-gara disimpan di bagasi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-3840489383885632231?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/3840489383885632231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=3840489383885632231' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/3840489383885632231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/3840489383885632231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/02/eksotisme-pulau-sumba.html' title='Eksotisme Pulau Sumba'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2lw2QakvMI/AAAAAAAAAPc/qlI8EhFXLEE/s72-c/Sumba+Merapu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-491309780705637678</id><published>2010-02-03T10:48:00.003+07:00</published><updated>2010-03-15T01:13:05.925+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><title type='text'>Bolu Kemojo: Oleh-oleh Khas Pekanbaru</title><content type='html'>Bila bepergian ke luar kota, saya termasuk orang yang tidak suka membawa oleh-oleh dalam bentuk makanan. Tapi jika bepergian ke Riau untuk pulang kampung atau urusan pekerjaan , mau tak mau - dengan sedikit terpaksa saya harus memenuhi permintaan teman-teman sekantor di Jakarta untuk membawa oleh-oleh makanan khas dari daerah Riau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;trial and error&lt;/span&gt; selama beberapa tahun, ternyata yang paling disukai teman-teman sekantor saya adalah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;bolu kemojo&lt;/span&gt; karena alasan rasa, juga mereka anggap sangat khas dari Riau. Rasanya yang legit dan manis lebih di terima lidah banyak orang, dibanding (misalnya) lempuk durian yang sebagian orang tidak suka dengan aromanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolu kemojo adalah makanan khas Pekanbaru, yang dipopulerkan kembali oleh Dinawati pada tahun 1998. Setahu saya, sebelumnya kue ini hanya dibuat untuk konsumsi keluarga saja, tidak dijual secara komersial apalagi dijual sebagai oleh-oleh. Dulu ketika berkantor di Jalan Pelajar Pekanbaru di awal tahun 2000an, saya beberapa kali mampir di gerai &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bolu Kemojo Al Mahdi&lt;/span&gt; milik Dinawati yang terletak hanya beberapa ratus meter dari kantor saya. Saat itu tidak mudah mendapatkan bolu kemojo. Atas jasa Dina-lah, kini telah bermunculan para pengusaha bolu sejenis. Sekarang bolu kemojo bisa didapatkan di beberapa toko oleh-oleh yang terdapat Jalan Sudirman serta di Bandara SSQ II Pekanbaru. Dari awalnya yang hanya rasa pandan, sekarang sudah ada belasan  varian rasa bolu kemojo. Tapi menurut saya rasa original (rasa pandan) tetap yang paling enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2jqWD8A0oI/AAAAAAAAAPU/Jme66F9f9eU/s1600-h/Bolu+Kemojo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 650px; height: 450px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2jqWD8A0oI/AAAAAAAAAPU/Jme66F9f9eU/s320/Bolu+Kemojo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433850615157543554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bolu Kemojo &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kredit foto www.melayuonline.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-491309780705637678?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/491309780705637678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=491309780705637678' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/491309780705637678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/491309780705637678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/02/bolu-kemojo-oleh-oleh-khas-pekanbaru.html' title='Bolu Kemojo: Oleh-oleh Khas Pekanbaru'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2jqWD8A0oI/AAAAAAAAAPU/Jme66F9f9eU/s72-c/Bolu+Kemojo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-778807145684210098</id><published>2010-02-02T14:55:00.007+07:00</published><updated>2010-02-07T23:40:33.055+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Nusantara'/><title type='text'>GWK: Merubah Bukit Kapur Menjadi Permata</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2fdBcpyc7I/AAAAAAAAAPM/9nswDvhsyvI/s1600-h/GWK+6.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 269px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2fdBcpyc7I/AAAAAAAAAPM/9nswDvhsyvI/s320/GWK+6.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433554492386866098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2fcov5uPPI/AAAAAAAAAPE/RCjmxW32014/s1600-h/GWK+5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2fcov5uPPI/AAAAAAAAAPE/RCjmxW32014/s320/GWK+5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433554068057242866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2fbK3ppBXI/AAAAAAAAAO8/oO52lPE5rik/s1600-h/GWK.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2fbK3ppBXI/AAAAAAAAAO8/oO52lPE5rik/s320/GWK.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433552455229572466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2fbDZrGKMI/AAAAAAAAAO0/ZfRc4RTA534/s1600-h/GWK+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2fbDZrGKMI/AAAAAAAAAO0/ZfRc4RTA534/s320/GWK+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433552326923528386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2fa61z5ddI/AAAAAAAAAOs/G-arGnVDVpc/s1600-h/GWK+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2fa61z5ddI/AAAAAAAAAOs/G-arGnVDVpc/s320/GWK+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433552179857814994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lama bermimpi, akhirnya pada tahun 2006 ketika kembali ke Bali untuk kesekian kalinya dalam rangka urusan pekerjaan, saya berhasil menodong rekan dari kantor regional (hehehe… mumpung jadi orang kantor pusat) untuk mengantar saya ke GWK. Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (disingkat GWK) adalah sebuah taman wisata di bagian selatan pulau Bali. Taman wisata ini terletak di tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, kira-kira 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar, Bali. Di areal taman budaya ini, didirikan patung Dewa Wisnu (Dewa dalam keyakinan Hindu) berukuran raksasa yang sedang menunggangi Garuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sampai saat ini masih belum sepenuhnya selesai di bangun, GWK menurut saya adalah karya besar dalam seni bangunan dari abad ini yang dapat kita banggakan. Telah lama bangsa ini tidak menghasilkan karya monumental seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terletak di atas dataraan tinggi batu kapur, patung Garuda Wisnu Kencana merupakan kemegahan monumental.  Tak hanya patung berukuran raksasa, pengunjung  juga disuguhi pemandangan pahatan bukit kapur yang megah serta panorama laut dan pantai selatan Bali yang mengagumkan sambil menikmati hembusan angin tropis. Tempat ini merupakan salah satu tempat favorit untuk menyaksikan matahari terbenam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GWK merupakan kawasan seluas 250 hektar dilengkapi sarana penunjang yang merangkum berbagai kegiatan seni budaya, panggung pertunjukan, tempat pameran, ruangan pertemuan serta berbagai layanan kuliner. Dengan jarak tempuh sekitar 15 menit dari Ngurah Rai International Airport, GWK cukup mudah diakses dan menjadi tempat yang ideal untuk berbagai kegiatan seperti pertunjukan kesenian, pameran, konferensi bahkan kunjungan spiritual (bagi umat Hindu) ataupun hanya sekedar kunjungan santai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Orang Bali memang kreatif, mereka mampu menyulap bukit kapur yang tandus menjadi permata yang menjadi magnit bagi pelancong untuk datang…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-778807145684210098?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/778807145684210098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=778807145684210098' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/778807145684210098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/778807145684210098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/02/gwk-bukit-kapur-yang-menjadi-permata.html' title='GWK: Merubah Bukit Kapur Menjadi Permata'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2fdBcpyc7I/AAAAAAAAAPM/9nswDvhsyvI/s72-c/GWK+6.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-3780047577794263492</id><published>2010-02-01T11:05:00.001+07:00</published><updated>2010-02-01T11:05:49.744+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Mancanegara'/><title type='text'>Mekong Fish</title><content type='html'>Satu hal yang membuat saya terkesan dengan Luang Prabang, kota kuno di tepi sungai Mekong, Laos - adalah ikan sungai (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;fresh water fish&lt;/span&gt;). Di pasar tradisional sangat mudah mendapatkan pedagang yang menjual ikan sungai segar. Di tepi jalan, pedagang kaki lima banyak menjajakan ikan bakar air tawar. Di restoran dan hotel, menu makanan berbahan ikan air tawar selalu tersedia. Luang Prabang adalah surga bagi pencinta masakan ikan air tawar. Sementara itu, tidak seperti negara ASEAN lainnya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;seafood &lt;/span&gt;adalah barang yang sangat mahal karena negara ini tidak memiliki laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila di Pekanbaru ada rumah makan/ restoran yang di label dengan jenis ikan tertentu misalnya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pondok Patin&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pondok Baung&lt;/span&gt;, tidak demikian dengan Luang Prabang. Di sana mereka lebih suka melabel dengan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mekong Fish Restaurant&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; saja. Demikian juga dengan daftar menu, kita akan menemukan nama makanan seperti ini: Fried Mekong Fish, Steamed Mekong Fish, Grilled Mekong fish...apa pun makanannya mekong fish namanya (seperti iklan teh...). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan ikan yang ada sangat mirip dengan ikan-ikan air tawar di Riau dan Sumatera umumnya, ada yang mirip patin, belida, kepiat. Saya penasaran untuk mengetahui nama-nama ikan itu dalam bahasa lokal. Herannya, setiap saya bertanya dan untuk ikan jenis apa saja, jawabannya selalu "mekong fish!".... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya :"What type of fish is that?" &lt;br /&gt;Mereka: "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mekong fish&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2ZOWXmkQ_I/AAAAAAAAAOg/aUNZZLbnPIk/s1600-h/Laos+0.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2ZOWXmkQ_I/AAAAAAAAAOg/aUNZZLbnPIk/s320/Laos+0.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433116146668946418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sungai Mekong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2ZOQ3yCaSI/AAAAAAAAAOY/1Hc9GKwC3js/s1600-h/Laos+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2ZOQ3yCaSI/AAAAAAAAAOY/1Hc9GKwC3js/s320/Laos+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433116052227778850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Mekong Fish" segar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2ZOJaiBJHI/AAAAAAAAAOQ/bcpDxEFZeUM/s1600-h/Laos+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2ZOJaiBJHI/AAAAAAAAAOQ/bcpDxEFZeUM/s320/Laos+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433115924116874354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ikan Bakar Kaki Lima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ikan air tawar di Luang Prabang sangat melimpah, kadang saya curiga apa benar semuanya ditangkap dari Sungai Mekong? Sepertinya sebagian adalah hasil budidaya di kolam. Walaupun dipelihara di kolam, namanya tetap Mekong Fish...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-3780047577794263492?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/3780047577794263492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=3780047577794263492' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/3780047577794263492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/3780047577794263492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/02/mekong-fish.html' title='Mekong Fish'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2ZOWXmkQ_I/AAAAAAAAAOg/aUNZZLbnPIk/s72-c/Laos+0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-3043046149748224938</id><published>2010-01-29T09:04:00.008+07:00</published><updated>2010-01-30T10:33:25.653+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Mancanegara'/><title type='text'>Menemukan "Kuala Lumpur"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2JC68jQ1jI/AAAAAAAAAOA/ZMGgzqpSXrk/s1600-h/KualaLumpurGombakKlang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2JC68jQ1jI/AAAAAAAAAOA/ZMGgzqpSXrk/s320/KualaLumpurGombakKlang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431977681016116786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menara Kembar Petronas mungkin menjadi daya tarik utama bagi pengunjung Kuala Lumpur. Tidak banyak orang yang tertarik untuk mengetahui asal muasal nama Kuala Lumpur. Bagi saya yang dibesarkan di daerah aliran sungai Kuantan, Sumatera - sangat familiar dengan nama-nama tanjung, teluk dan kuala. Saya yakin nama Kuala Lumpur pastilah berhubungan dengan "kuala" atau pertemuan anak sungai dengan sungai yang lebih besar. Dimana kuala itu berada? Dari hasil pencarian, baca sana-sini, saya menemukan bahwa Sungai Gombak merupakan sebatang sungai yang mengalir melalui Selangor dan Kuala Lumpur di Malaysia. Ia merupakan anak Sungai Kelang. Tempat di mana ia bertemu dengan Sungai Kelang (dalam bahasa melayu di sebut kuala) merupakan asal nama Kuala Lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan Sungai Kelang dan Sungai Gombak berada di belakang Sultan Abdul Samad Building. Di sinilah kegiatan pertambangan biji timah bermula di Kuala Lumpur, yang menjadi titik awal pertumbuhan kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Sultan Abdul Samad Building,  cukup banyak landmark  kota Kuala Lumpur di sekitarnya, seperti Masjid Jamek Kuala Lumpur, Stesen Kereta api Tanah Melayu (KTM)dan cukup dekat juga dengan Central Market serta Litle India (Jalan Tun Sambanthan). Bagi saya, kawasan titik awal kota Kuala Lumpur ini merupakan bagian yang terpenting untuk dikunjungi bila melancong ke sana. &lt;Pak Ngah&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2JJIsng3eI/AAAAAAAAAOI/BgPotBvsJ-s/s1600-h/Sungai+Klang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2JJIsng3eI/AAAAAAAAAOI/BgPotBvsJ-s/s320/Sungai+Klang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431984514326912482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-3043046149748224938?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/3043046149748224938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=3043046149748224938' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/3043046149748224938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/3043046149748224938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/01/menemukan-kuala-lumpur.html' title='Menemukan &quot;Kuala Lumpur&quot;'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S2JC68jQ1jI/AAAAAAAAAOA/ZMGgzqpSXrk/s72-c/KualaLumpurGombakKlang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-7440753432933378449</id><published>2010-01-25T08:28:00.002+07:00</published><updated>2011-08-01T14:20:55.910+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><title type='text'>Tumbuhan Liar di Belakang Rumah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanyalah tumbuhan liar di semak-semak belakang rumah di Batu Gajah, nun jauh di sana di perut pulau Sumatera. Semasa kecil, memetik dan memakan buah karamunting, keduduk dan nasi-nasi di pinggir rimba adalah salah satu kegiatan mengasikkan bersama teman-teman sepermainan di kampung. Setelah hidup di tengah hutan beton seperti Jakarta, kenangan itu menjadi daya tarik untuk pulang ke kampung halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini mungkin tumbuhan seperti ini sudah mulai langka. Mungkin dianggap tidak bernilai ekonomi, atau malah dianggap sebagai gulma pesaing hara di kebun kelapa sawit atau getah. Sayang sekali tumbuhan seperti ini harus punah. Banyak tumbuhan kita yang belum dieksplorasi secara optimal. Mungkin saja tanaman-tanaman itu mengandung senyawa obat yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan kemanusiaan dan pengembangan industri hayati yang bernilai ekonomi tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan khas tropis seperti ini mungkin juga menjadi obyek yang menarik bagi pelancong pencinta alam dari mancanegara terutama dari negara-negara non tropis. Mungkin sama seperti orang Indonesia ingin melihat bunga sakura bermekaran di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SynQD5x5ALI/AAAAAAAAAIk/nHyHDG83XHY/s1600-h/Bunga+Karamunting.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SynQD5x5ALI/AAAAAAAAAIk/nHyHDG83XHY/s800/Bunga+Karamunting.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416088792357994674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karamunting&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Rhodomyrtus tomentosa&lt;/span&gt; W. Ait.),&lt;/span&gt; Bunga &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SynMF0we7VI/AAAAAAAAAIc/kfxX26azw00/s1600-h/Karamunting.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SynMF0we7VI/AAAAAAAAAIc/kfxX26azw00/s800/Karamunting.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416084427323141458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karamunting, Buah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SynKo0doy-I/AAAAAAAAAIU/RQfBmnYhX0Q/s1600-h/bua+nasi+nasi.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SynKo0doy-I/AAAAAAAAAIU/RQfBmnYhX0Q/s800/bua+nasi+nasi.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416082829516262370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nasi-nasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Symplocos fasciculate)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SynRDQjM_kI/AAAAAAAAAIs/iqBOMIioE_c/s1600-h/Bunga+keduduk.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SynRDQjM_kI/AAAAAAAAAIs/iqBOMIioE_c/s800/Bunga+keduduk.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416089880802164290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keduduk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Melastoma malabathricum)&lt;/span&gt;, Bunga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SynKNlZE7dI/AAAAAAAAAIM/8MHV1JGKg4o/s1600-h/Keduduk+buah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SynKNlZE7dI/AAAAAAAAAIM/8MHV1JGKg4o/s800/Keduduk+buah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416082361614134738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keduduk, Buah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: gambar ilustrasi bersumber dari http://www.flickr.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-7440753432933378449?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/7440753432933378449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=7440753432933378449' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/7440753432933378449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/7440753432933378449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/01/tumbuhan-liar-di-belakang-rumah.html' title='Tumbuhan Liar di Belakang Rumah'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SynQD5x5ALI/AAAAAAAAAIk/nHyHDG83XHY/s72-c/Bunga+Karamunting.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-2164212377539423065</id><published>2010-01-25T08:17:00.000+07:00</published><updated>2010-01-25T08:18:02.463+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><title type='text'>Jalur Koleksi Anjungan Riau TMII</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Pacu Jalur&lt;/strong&gt; merupakan salah satu tradisi di &lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/08/kabupaten-kuantan-singingi.html"&gt;Kabupaten Kuantan Singingi&lt;/a&gt;. Pacu Jalur adalah sejenis lomba dayung yang menggunakan &lt;i&gt;Jalur&lt;/i&gt;, sejenis perahu yang berukuran sangat panjang. Seperti yang ditulis di &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/09/pacu-jalur-di-kabupaten-kuantan.html"&gt;Pacu Jalur Khasanah Budaya Kuantan Singingi&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, jalur dibuat dari batang kayu utuh tanpa sambungan dengan panjang jalur antara 25--30 meter, dengan lebar pada bagian lambung tengah 1,25 - 1,5 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat terbaik untuk menyaksikan Jalur tentu saja di Kabupaten Kuantan Singingi tempat Jalur ini berasal, terutama saat penyelenggaraan Pacu Jalur, festival tahunan dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan RI. Bagi blogger yang belum berkesempatan mengunjungi Kabupaten Kuantan Singingi, dapat menyaksikan keunikan Jalur di Anjungan Riau di Taman Mini Indonesia Indah. Berikut ini gambar Jalur koleksi TMII:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S0fl0tqlHbI/AAAAAAAAAL0/7mbVA-IsEfA/s1600-h/Rumah+Jalur+Depan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S0fl0tqlHbI/AAAAAAAAAL0/7mbVA-IsEfA/s320/Rumah+Jalur+Depan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424556969965198770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;Rumah Jalur, tempat menyimpan Jalur.&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S0feus8zUEI/AAAAAAAAALc/NvUYjFeT0h0/s1600-h/Haluan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S0feus8zUEI/AAAAAAAAALc/NvUYjFeT0h0/s320/Haluan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424549170112581698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;Haluan, detail &lt;i&gt;talingo&lt;/i&gt; (telinga)dan nama Jalur&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S0fjWb3k2eI/AAAAAAAAALs/bRDZ21UJILs/s1600-h/Selembayung.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S0fjWb3k2eI/AAAAAAAAALs/bRDZ21UJILs/s320/Selembayung.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424554250768538082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;Selembayung, pada bagian kemudi&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Minim Informasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seperti kebanyakan koleksi TMII, koleksi Jalur ini juga sangat minim informasi. Koleksi ini hanya menjadi seonggok benda bisu yang tak dapat bercerita tentang dirinya. Saya menyaksikan sendiri pelancong Malaysia yang sepertinya tertarik dengan Jalur yang unik, tapi mereka bertanya-tanya sesama mereka tanpa tahu harus mencari informasi ke mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah baiknya bila Pemerintah Provinsi Riau atau Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi mengadakan panel informasi yang menceritakan tentang Jalur dan Tradisi Pacu Jalur. Saat berkunjung pada Liburan tahun baru 1 Januari 2010, kami malah disuguhi Orkes Dangdut. Saya sama sekali tak paham, apa hubungan Orkes Dangdut dengan promosi Budaya &amp;amp; Pariwisata Riau. Menurut saya, lebih baik dana untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nanggap&lt;/span&gt; Orkes Dangdut itu dimanfaatkan untuk (misalnya) mengadakan panel informasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-2164212377539423065?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/2164212377539423065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=2164212377539423065' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/2164212377539423065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/2164212377539423065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/01/jalur-koleksi-anjungan-riau-tmii.html' title='Jalur Koleksi Anjungan Riau TMII'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S0fl0tqlHbI/AAAAAAAAAL0/7mbVA-IsEfA/s72-c/Rumah+Jalur+Depan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-4006773898813440053</id><published>2010-01-17T00:35:00.008+07:00</published><updated>2010-01-21T07:12:42.097+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Mancanegara'/><title type='text'>Bangkok: Restoran Serba Kondom</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S1JxN5RUpTI/AAAAAAAAANg/9Lau4lD7kBI/s1600-h/Petunjuk+arah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S1JxN5RUpTI/AAAAAAAAANg/9Lau4lD7kBI/s320/Petunjuk+arah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427524984460584242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dr R host kami di Bangkok yang mentraktir makan malam  “It's a must-visit restaurant if you ever go to Bangkok”.  Judulnya Cabbages &amp; Condoms Restaurant. Dari judulnya sudah ketahuan bahwa restoran ini adalah restoran serba kondom. Disebut serba kondom, karena segala aksesoris ruangan tak lepas dari kondom yang berwarna warni. Hiasan di dinding,  bunga, dan lampu gantung pun terbuat dari kondom warna warni. Sejumlah boneka setinggi manusia memakai pakaian yang terbuat dari kondom. Uniknya lagi setelah makan, pengunjung akan diberi kondom di kasir. Tapi jangan khawatir karena makanan tidak disajikan di dalam kondom :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun  namanya seram, sama sekali tak ada hubungannya dengan praktik prostitusi dan hal-hal yang berbau mesum lainnya. Restoran ini merupakan bagian dari kampanye pemakaian kondom, mengingat tingginya prevalensi HIV/AIDS di  Thailand. Keuntungan dari restaurant ini digunakan untuk mendukung yayasan Population and Community Development Association (PDA) yang salah satu kegiatannya kampanye anti HIV/ AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon keunikan ini sangat menarik wisatawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S1JxWV8_KrI/AAAAAAAAANo/1a8zNblUI8s/s1600-h/patung.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 209px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S1JxWV8_KrI/AAAAAAAAANo/1a8zNblUI8s/s320/patung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427525129598872242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mannequins penyambut tamu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S1H5l11KaKI/AAAAAAAAANY/3EKFDpQATH0/s1600-h/Kap+Lampu.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S1H5l11KaKI/AAAAAAAAANY/3EKFDpQATH0/s320/Kap+Lampu.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427393454458693794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kap Lampu&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-4006773898813440053?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/4006773898813440053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=4006773898813440053' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/4006773898813440053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/4006773898813440053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/01/bangkok-restoran-serba-kondom.html' title='Bangkok: Restoran Serba Kondom'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S1JxN5RUpTI/AAAAAAAAANg/9Lau4lD7kBI/s72-c/Petunjuk+arah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-103356452925114592</id><published>2010-01-15T18:53:00.014+07:00</published><updated>2010-02-19T14:05:55.306+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Mancanegara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><title type='text'>Gulai Cipuik</title><content type='html'>Pertama kali mengunjungi Ha Noi akhir tahun 2007, bersama teman-teman peserta workshop dari negara-negara ASEAN kami dijamu makan malam di Restoran Vietnam  oleh panitia. Menu yang paling berkesan bagi saya adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vietnamese Escargot&lt;/span&gt;.  Masakan ini berbahan baku daging siput cincang yang dicampur bumbu dan dibungkus dengan sehelai kecil daun beraroma (saya sudah agak lupa, mungkin serai wangi), kemudian disumbatkan kembali ke cangkangnya dan dikukus. Saya pikir cara pengolahan seperti itu membuat aroma siput tertutupi tetapi rasanya tetap original.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siput yang digunakan di Vietnam berukuran lebih besar dari siput sawah tapi lebih kecil dari keong emas (seukuran sekitar 3 butir kelereng) dan berwarna hitam kecoklatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Escargot&lt;/span&gt; [baca ɛskaʁɡo], merupakan bahasa Perancis untuk siput, juga untuk menyebut masakan Perancis yang terbuat dari siput. Mengingat Vietnam pernah menjadi jajahan Perancis, saya menduga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vietnamese Escargot&lt;/span&gt; merupakan adaptasi Escargot &lt;span style="font-style: italic;"&gt;a la&lt;/span&gt; Perancis dengan menggunakan siput dan bumbu lokal Vietnam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SzyonlryjpI/AAAAAAAAALE/8xnfEgXHAM4/s1600-h/Hanoi+Escargot+3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SzyonlryjpI/AAAAAAAAALE/8xnfEgXHAM4/s320/Hanoi+Escargot+3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421393449531379346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Vietnamese Escargot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SzyoyQSygEI/AAAAAAAAALM/boZessTSD_k/s1600-h/Hanoi+Escargot+2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SzyoyQSygEI/AAAAAAAAALM/boZessTSD_k/s320/Hanoi+Escargot+2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421393632767934530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menjadi menu restoran dan hotel berbintang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Szyo-TD5oQI/AAAAAAAAALU/puRg-TVvbYc/s1600-h/Hanoi+Escargot.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Szyo-TD5oQI/AAAAAAAAALU/puRg-TVvbYc/s320/Hanoi+Escargot.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421393839669223682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;...juga dijajakan di kaki lima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikmati &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vietnamese Escargot&lt;/span&gt; di Ha Noi, membuat saya bermimpi Gulai Siput Kuantan 'made in' kampung saya menjadi menu Hotel dan Restoran atau setidaknya di Rumah Makan di kota kecil Teluk Kuantan. Mungkin orang Eropa akan menyebutnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kuantanese Escargot&lt;/span&gt;??? Gulai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cipuik&lt;/span&gt; juga keren kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SzwTXuuTjjI/AAAAAAAAAK8/nIWKCUOebyM/s1600-h/gulai-siput-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SzwTXuuTjjI/AAAAAAAAAK8/nIWKCUOebyM/s320/gulai-siput-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421229349847404082" /&gt;&lt;/a&gt;Gulai Siput Kuantan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gulai cipuik a.k.a gulai siput Kuantan Siput dibuat dari siput sawah.Ukurannya kira-kira seukuran biji kelereng hingga lebih besar sedikit dari kelereng. Di Kabupaten Kuantan Singingi siput biasanya ditangkap di sawah pada musim kering atau saat curah hujan tidak terlalu tinggi. Pada puncak musim hujan saat sawah tergenang banyak air agak sulit untuk menangkap siput. Siput segar (umumnya dalam keadaan masih hidup) bisa ditemukan di pasar tradisional di Kabupaten Kuantan Singingi, dijajakan oleh ibu-ibu di emperan pasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siput dimasak dengan kuah berbumbu pedas ‘sedang’ dan santan yang tidak terlalu kental. Biasanya siput dimasak bersama salah satu sayur pelengkap (dalam bahasa lokal disebut &lt;span style="font-style:italic;"&gt;rampai&lt;/span&gt;) seperti kacang panjang, pucuk daun keladi, terung asam, atau pakis (paku). Rasanya? kenyal dan seru. Seru, karena untuk memakannya perlu usaha ekstra. Daging siput disedot (di-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;slurup&lt;/span&gt;) hingga terlepas dari cangkang. Bila makan bersama, suara sedotan membuat suasana makan menjadi ramai oleh suara sedotan yang bersahutan. Agar mudah disedot bagian belakang cangkang  dilubangi terlebih dahulu sebelum dimasak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kawan blogger yang ingin mencoba makanan ini, saya rekomendasikan untuk tidak mencarinya di rumah makan, setahu saya makanan yang satu ini belum menjadi menu rumah makan. Makanan ini hanyalah menu rumahan keluarga Kuantan. Untuk menikmatinya kita harus mengunjungi keluarga Kuantan. Bila berkunjung ke Kabupaten Kuantan Singingi, anda bisa kontak kawan blogger dari Kuansing Blogger Community, mereka akan dengan senang hati menjamu anda dengan gulai siput.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-103356452925114592?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/103356452925114592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=103356452925114592' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/103356452925114592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/103356452925114592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/01/vietnamese-escargot.html' title='Gulai Cipuik'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SzyonlryjpI/AAAAAAAAALE/8xnfEgXHAM4/s72-c/Hanoi+Escargot+3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-1634526940802105256</id><published>2010-01-15T04:58:00.003+07:00</published><updated>2010-01-21T07:14:07.222+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Mancanegara'/><title type='text'>A River Cruise Along the Chao Phraya River</title><content type='html'>Ketika melakukan perjalanan ke luar negeri, sungai merupakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;top list&lt;/span&gt; yang harus saya kunjungi, walaupun harus mencari waktu disela-sela pekerjaan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chao Phraya merupakan bagian Thailand yang paling menarik bagi saya. Thailand yang sedang giat membangun, tetap menjaga Chao Phraya sebagai identitas dan sejarah bangsa Thai. Chao Phraya tetap menjadi urat nadi transportasi publik, transportasi barang dan menjadi obyek wisata. Lalu lintasnya cukup ramai, namun teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusuri Chao Phraya merupakan bagian dari paket wisata kota kuno Ayutthaya. Atau sekedar menikmati makan malam di restoran terapung sambil menikmati suasana malam Kota Bangkok secara lebih beradab (bagi yang suka  dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;night life&lt;/span&gt; yang 'liar' tentu ini bukan pilihan yang tepat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusuri Chao Phraya dengan Grand Pearl Cruise, membuat saya merindukan Kuantan (Indragiri), Kampar, Siak dan Rokan yang merupakan sungai utama di Provinsi Riau. Perjalanan itu membuat saya bermimpi sungai-sungai di kampung halaman bisa dikembangkan lebih maksimal, sebagai pendukung ekonomi rakyat, melestarikan sejarah dan identitas &lt;span style="font-style:italic;"&gt;riverine culture&lt;/span&gt; yang telah diwariskan oleh leluhur. Tak ada salahnya belajar dari bangsa lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SzgikKv66HI/AAAAAAAAAK0/83lPJ3ep4XU/s1600-h/DSC02935.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SzgikKv66HI/AAAAAAAAAK0/83lPJ3ep4XU/s320/DSC02935.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420120156296374386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;Bus Air, Moda Transportasi Publik di Bangkok&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SzghBQzJE8I/AAAAAAAAAKk/1NZF7e0BkOM/s1600-h/DSC02940.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SzghBQzJE8I/AAAAAAAAAKk/1NZF7e0BkOM/s320/DSC02940.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420118457113449410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;Budhist Temple yang indah banyak menghiasi tepian Chao Phraya&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SzghPWuNguI/AAAAAAAAAKs/agKD29C6IoE/s1600-h/DSC02939.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SzghPWuNguI/AAAAAAAAAKs/agKD29C6IoE/s320/DSC02939.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420118699221549794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;Masjid pun ikut mewarnai&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Szgg1WTldZI/AAAAAAAAAKc/EjLGxDhMHdA/s1600-h/DSC02934.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Szgg1WTldZI/AAAAAAAAAKc/EjLGxDhMHdA/s320/DSC02934.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420118252433274258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;Kampung tradisional tetap bertahan, tapi kebersihan dijaga&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SzggY6sKsnI/AAAAAAAAAKM/0H9WETz966E/s1600-h/DSC02922.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SzggY6sKsnI/AAAAAAAAAKM/0H9WETz966E/s320/DSC02922.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420117763983848050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;Dermaga Kapal Wisata (Cruise)&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SzggmZ_u5xI/AAAAAAAAAKU/O6SeqqqActg/s1600-h/DSC07231.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SzggmZ_u5xI/AAAAAAAAAKU/O6SeqqqActg/s320/DSC07231.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420117995725711122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;Makan siang di Cruise&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-1634526940802105256?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/1634526940802105256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=1634526940802105256' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/1634526940802105256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/1634526940802105256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/01/river-cruise-along-chao-phraya-river.html' title='A River Cruise Along the Chao Phraya River'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SzgikKv66HI/AAAAAAAAAK0/83lPJ3ep4XU/s72-c/DSC02935.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-7446524309855273373</id><published>2010-01-14T11:35:00.006+07:00</published><updated>2010-01-29T08:51:50.804+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Mancanegara'/><title type='text'>Pasar Chow Kit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S06k4gS1bEI/AAAAAAAAANA/Zlt_InYWjRY/s1600-h/Chow+Kit.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S06k4gS1bEI/AAAAAAAAANA/Zlt_InYWjRY/s320/Chow+Kit.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426455891676589122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terletak di bagian utara Jalan Tunku Abdul Rahman, kita bisa menjumpai(konon) pasar tradisional terbesar di KL: Pasar Chow Kit. Bagi peminat wisata kuliner, langsung saja ke bagian utara pasar ada food stalls/ hawker stalls. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasananya hampir sama dengan di Indonesia. Cuma harus hati-hati menggunakan bahasa melayu yang mungkin maksudnya sedikit berbeda denga yang lazim di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau pesan Tea, berarti Teh dengan susu; bila anda memesan teh tanpa susu, anda harus memesan Tea O&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demikian juga Kopi, berarti komplit dengan susu, bila yang anda maksud adalah kopi hitam tanpa susu, pesan Kopi O&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-7446524309855273373?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/7446524309855273373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=7446524309855273373' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/7446524309855273373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/7446524309855273373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/01/pasar-chow-kit.html' title='Pasar Chow Kit'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S06k4gS1bEI/AAAAAAAAANA/Zlt_InYWjRY/s72-c/Chow+Kit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-6356711930773845047</id><published>2010-01-13T08:38:00.012+07:00</published><updated>2010-01-21T07:14:39.609+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Mancanegara'/><title type='text'>Geelong: Kapel Tua di Deakin University</title><content type='html'>Deakin University di negara bagian Victoria memiliki empat kampus. Satu kampus berada di Waurn Ponds, Geelong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginap di on-campuss accommodation, tidak banyak aktifitas yang bisa dilakukan di petang hari setelah course usai, kecuali berkeliling meng-explore kampus. Tidak sia-sia membawa sepatu kets karena bisa jalan-jalan sore dengan nyaman di petang musim panas di bulan Februari 2007. Masa seminggu di Deakin University, cukup untuk mengenali setiap sudut kampus yang rindang. Danau dan lahan basah membuat lansekap kampus lebih menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang menarik, tapi yang paling menarik bagi saya adalah sebuah bangunan kapel (gereja dengan ukuran kecil) yang sudah berumur lebih dari satu setengah abad. Ternyata bangunan tua ini telah mengalami relokasi, tetapi masih tampak asli. Relokasi dilakukan bersamaan dengan restorasi, melibatkan berbagai pihak yang berwenang dengan berbagai keahlian. Kapel dibangun kembali, bata demi bata tanpa merusak tampang bangunan asli. Suatu opaya konservasi bangunan tua yang patut mendapat acungan jempol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S01nUsqEUxI/AAAAAAAAAM0/iy9tAHHL5g4/s1600-h/Deakin+Chapel.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S01nUsqEUxI/AAAAAAAAAM0/iy9tAHHL5g4/s320/Deakin+Chapel.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426106731333964562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kapel Tua, Deakin University&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S01nBS0luoI/AAAAAAAAAMs/vj7VH_yfLkQ/s1600-h/IMG_6104.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S01nBS0luoI/AAAAAAAAAMs/vj7VH_yfLkQ/s320/IMG_6104.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426106397981260418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cafetaria, Deakin University&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini sejarah kapel yang disalin dari http://www.deakin.edu.au/fmsd/services/roombookings/chapel.php&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The History&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In 1857 tenders were called for the erection of a Roman Catholic Church on the corner of Sutherland's Creek Road and Loundes Road, Steiglitz. The church was designed by architects Shaw and Dowden and built of local quartzite sandstone. It was named St. Johns and was used as both church and school until 1873 and then continued as a church until the early 1950s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Over the following years it gradually fell into disrepair until, in 1983 the University negotiated with the Catholic Church, the National Trust and local authorities for the re-location and restoration of the building. This was a painstaking task achieved by a team that comprised members of the University staff, various specialists and young people working under the Employment Initiatives Program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Chapel was rebuilt block by block. Most of the windows came from the demolished St. Augustines Anglican Church in North Melbourne and the furniture was provided by the Friends of Deakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was officially opened by His Excellency, the Governor of Victoria, Dr. Davis McCaughey, on 19 December 1986. As he said on that occasion "This building speaks of a past, going back to the pioneers in the Sutherlands Creek district; and it is a building of character and beauty".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is truly ecumenical church for the present and future. It combines architectural elements from both the Catholic and Anglican traditions and now welcomes people of diverse religious backgrounds in their prayer and worship.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-6356711930773845047?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/6356711930773845047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=6356711930773845047' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/6356711930773845047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/6356711930773845047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/01/geelong-kapel-tua-di-deakin-university.html' title='Geelong: Kapel Tua di Deakin University'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S01nUsqEUxI/AAAAAAAAAM0/iy9tAHHL5g4/s72-c/Deakin+Chapel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-4909039155292164572</id><published>2010-01-09T17:10:00.017+07:00</published><updated>2010-01-21T07:15:43.140+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Mancanegara'/><title type='text'>Canberra: Ibu Kota yang Desa</title><content type='html'>Canberra dipilih menjadi ibu kota Australia pada tahun 1908 sebagai jalan tengah persaingan dua kota terbesar Australia yaitu Sydey dan Melbourne yang sama-sama berkeinginan untuk menjadi ibu kota negara. Kompleks pusat pemerintahan federal mulai dibangun pada tahun 1913. Arsitek asal Chicago Walter Burley Griffin dan Marion Mahony Griffin yang memenangkan kontes internasional untuk rancangan kota, mengerjakan detail rancangan kota ini. Nama Burley Griffin saat ini diabadikan sebagai nama danau buatan yang menjadi sentral dari lansekap kota Canberra. Pahlawan memang bukan mereka yang berjuang di medan perang saja, setiap orang yang menghasilkan karya besar juga sepatutnya dihargai sebagai pahlawan dan namanya diabadikan untuk menamai karyanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S0yPZj_v5CI/AAAAAAAAAL8/CG1Zuk5eJW8/s1600-h/lake+burley+griffin.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S0yPZj_v5CI/AAAAAAAAAL8/CG1Zuk5eJW8/s320/lake+burley+griffin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425869320396727330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Danau Burley Griffin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kota pemerintahan, Canberra hanyalah kota kecil yang jauh dari kesan ibu kota negara pada umumnya. Bagi orang Indonesia, suasana kota Canberra mungkin lebih tepat seperti suasana pedesaan. Jalanan sepi, bangunan tidak terlalu padat dan banyak hutan di tengah kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar penduduk Canberra adalah pegawai pemerintah dan perwakilan negara asing. Bisnis dan sektor jasa, seolah hanya hadir untuk melayani warganya yang sebagian besar pegawai pemerintah dan perwakilan asing itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan yang menjadi landmark utama Canberra adalah Parliament House, gedung di mana Pemerintah Federal berpusat menggantikan Old Parliament House yang saat ini dijadikan museum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S0yUj6QMkHI/AAAAAAAAAMc/RYLu8qdKNo0/s1600-h/parliament+house.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S0yUj6QMkHI/AAAAAAAAAMc/RYLu8qdKNo0/s320/parliament+house.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425874995728126066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Parliament House&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S0ySO8xj6EI/AAAAAAAAAMM/mgN2gnGqe8E/s1600-h/Old+Parliament+house.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S0ySO8xj6EI/AAAAAAAAAMM/mgN2gnGqe8E/s320/Old+Parliament+house.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425872436604430402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Old Parliament House&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat berkunjung ke Canberra pada Februari 2007, kebetulan hari Jumat. Saya sebenarnya tidak berniat untuk menunaikan Shalat Jum'at, hendak memanfaatkan ruhshah mengganti dengan shalat Dhuhur. Tetapi host kami dari salah satu kementrian di Canberra menawarkan untuk mengantar dan menjemput saya ke dan dari masjid. Alhamdulillah, saya berkesempatan menunaikan shalat Jum'at di Masjid Abu Bakr yang dikenal juga dengan Canberra Mosque. Shalat Jum'at di Canberra juga diramaikan oleh kaum Muslimah, yang mereka gunakan juga untuk bersilaturahmi dengan saudara seiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S0yT8epGLoI/AAAAAAAAAMU/s9g6r8smC28/s1600-h/Masjid+Abu+Bakr+Canberra+Mosque.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S0yT8epGLoI/AAAAAAAAAMU/s9g6r8smC28/s320/Masjid+Abu+Bakr+Canberra+Mosque.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425874318301474434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masjid Abu Bakr&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-4909039155292164572?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/4909039155292164572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=4909039155292164572' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/4909039155292164572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/4909039155292164572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/01/canberra-ibu-kota-yang-desa.html' title='Canberra: Ibu Kota yang Desa'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/S0yPZj_v5CI/AAAAAAAAAL8/CG1Zuk5eJW8/s72-c/lake+burley+griffin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-6362517577041030060</id><published>2009-12-17T19:06:00.017+07:00</published><updated>2009-12-18T09:53:36.300+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aneka'/><title type='text'>Win Win Solution in Toilet Design</title><content type='html'>Merancang toilet dan kamar mandi umum dan hotel di Indonesia sebenarnya gampang-gampang susah. Perancang harus memperhatikan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;toilet behaviour&lt;/span&gt; kebanyakan masyarakat Indonesia, pada saat yang sama juga mempertimbangkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;toilet behaviour&lt;/span&gt; tamu asing atau wisatawan mancanegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun penggunaan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shower&lt;/span&gt; bagi kalangan menengah ke atas sudah umum, namun kebanyakan masyarakat Indonesia lebih suka mandi dengan mengguyurkan air dari bak menggunakan gayung. Oleh karena itu, kebanyakan hotel melati di daerah wisata (yang biasanya juga jadi inceran turis &lt;span style="font-style:italic;"&gt;backpacker&lt;/span&gt;) melengkapi kamar mandi dengan bak mandi + gayung dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shower&lt;/span&gt; agar kedua type prilaku mandi terakomodir dengan baik. Tidak jarang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;backpacker&lt;/span&gt; mancanegara mendapatkan penginapan dengan kamar mandi yang tak dilengkapi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shower&lt;/span&gt;. Style kamar mandi yang menurut mereka aneh ini tak jarang menjadi guyonan yang mereka tulis di blog. Cobalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;blogwalking&lt;/span&gt; ke blognya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;traveler&lt;/span&gt;, anda akan menemukan banyak guyonan tentang "mandi style" ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SyofUGa1GCI/AAAAAAAAAI0/0FP2yb2QL5A/s1600-h/win+win+solution.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SyofUGa1GCI/AAAAAAAAAI0/0FP2yb2QL5A/s320/win+win+solution.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416175932047431714" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pancuran (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Shower&lt;/span&gt;) dan Bak Mandi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Asia aslinya lebih suka toilet jongkok dari pada toilet duduk. Mereka lebih suka membasuh (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;wash&lt;/span&gt;) dari pada menyeka (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;wipe&lt;/span&gt;) sehabis buang hajat. Dengan demikian orang Asia sebenarnya lebih cocok menggunakan toilet basah, sementara orang barat menggunakan toilet kering. Lagi-lagi kedua mazhab ini harus diakomodir. Jangan heran, di negara-negara Asia kita menemukan toilet duduk (yang sebenarnya dirancang sebagai toilet kering, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;western style&lt;/span&gt;) dilengkapi dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bidet spray&lt;/span&gt; untuk membasuh. Jadilah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;toilet duduk yang basah&lt;/span&gt;. Pencampuradukan seperti ini sering dituding sebagai biang kerok penularan penyakit infeksi sistem perkencingan dan reproduksi. Apa tidak lebih baik, misalnya di toilet umum ada 5 bilik, 4 bilik adalah toilet basah sementara 1 bilik dikhususkan sebagai toilet kering yang benar-benar kering?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SyofoQuur-I/AAAAAAAAAI8/h4DskJWtuRY/s1600-h/win+win+solution+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SyofoQuur-I/AAAAAAAAAI8/h4DskJWtuRY/s320/win+win+solution+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416176278412636130" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Toilet Kering dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bidet spray&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa sih urusan toilet bisa jadi panjang lebar begini? Umumnya karena masalah kenyamanan, tapi jangan lupa toilet bisa menjadi sumber mala petaka penularan penyakit infeksi. Pada akhirnya kembali kepada masing-masing orang. Ada yang sangat peduli, agak peduli dan banyak juga yang kurang peduli asal hajat terlaksanakan. Di fasilitas publik, biasanya orang yang sangat peduli harus mengalah. Nah, hal ini yang mungkin ditangkap oleh pengelola Suria KLCC (pusat perbelanjaan di Twin Tower Petronas, KL) dengan menyediakan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Toilet Premium&lt;/span&gt;. Ketika berkunjung ke sana pada tahun 2005, tanpa sengaja saya menemukan toilet premium ini. Ada beberapa rest room biasa (yang gratis), tapi untuk menggunakan toilet premium kita harus merogoh uang 2 Ringgit ketika masuk. Awalnya terasa lucu, toilet di pusat perbelanjaan modern kok bayar seperti di stasiun kereta api Depok? Tapi pengunjung tidak akan kecewa membayar 2 Ringgit untuk kenyamanan dan kebersihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SyohSBknERI/AAAAAAAAAJE/0i5lg68Z4C0/s1600-h/win+win+solution+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 210px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SyohSBknERI/AAAAAAAAAJE/0i5lg68Z4C0/s320/win+win+solution+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416178095409795346" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Premium Toilet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-6362517577041030060?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/6362517577041030060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=6362517577041030060' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/6362517577041030060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/6362517577041030060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2009/12/win-win-solution-in-toilet-design.html' title='Win Win Solution in Toilet Design'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SyofUGa1GCI/AAAAAAAAAI0/0FP2yb2QL5A/s72-c/win+win+solution.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-67238415508070021</id><published>2009-12-11T19:05:00.010+07:00</published><updated>2009-12-12T13:27:36.093+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aneka'/><title type='text'>Chinese yang mirip saya, bukan saya yang mirip Chinese</title><content type='html'>Dengan kulit kuning dan mata agak sipit, sejak kecil saya sering disangka sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Chinese&lt;/span&gt;, bahkan oleh teman-teman &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Chinese&lt;/span&gt; sekalipun. Bahkan pernah ada kolega dari Philippines yang menanyakan kepada Bos saya, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;is he real Indonesian or not&lt;/span&gt;"? Saya sih enjoy saja, walaupun kadang agak ngeri juga, terutama ketika ada kerusuhan rasial dengan sasaran saudara-saudara dari etnis China. Takut juga jadi sasaran. Dengan adanya penemuan terbaru di bidang biologi molekuler, sekarang harus dibalik: bukan saya yang mirip &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Chinese&lt;/span&gt;, tapi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Chinese&lt;/span&gt; yang mirip saya. Ini karena ilmuwan berkesimpulan nenek moyang orang China adalah dari Asia Tenggara. Penemuan itu mematahkan teori yang selama ini dikenal bahwa nenek moyang orang Asia Tenggara berasal dari China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selengkapnya dapat juga dibaca di &lt;a href="http://"&gt;http://www.redorbit.com/news/science/1798031/genetic_ancestry_highly_correlated_with_ethnic_and_linguistic_groups_in&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang berminat untuk mendapatkan artikel asli, dapat memesan ke &lt;a href="http://www.sciencemag.org/cgi/content/short/326/5959/1470"&gt;http://www.sciencemag.org/cgi/content/short/326/5959/1470&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-67238415508070021?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/67238415508070021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=67238415508070021' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/67238415508070021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/67238415508070021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2009/12/chinese-yang-mirip-saya-bukan-saya-yang.html' title='Chinese yang mirip saya, bukan saya yang mirip Chinese'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-250208878738483343</id><published>2009-12-10T01:03:00.003+07:00</published><updated>2009-12-10T07:53:41.630+07:00</updated><title type='text'>Non-discrimination: Human Rights Day, 10 December</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sx_mooXNfWI/AAAAAAAAAHI/x1VtShVP09M/s1600-h/hrday_and_tagline_hires_en.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 191px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sx_mooXNfWI/AAAAAAAAAHI/x1VtShVP09M/s400/hrday_and_tagline_hires_en.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413298862826552674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Discrimination targets individuals and groups that are vulnerable to attack: the disabled, women and girls, the poor, migrants, minorities, and all those who are perceived as different.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... But these victims of discrimination are not alone. The United Nations is standing with them, committed to defending the rights of all, and particularly the most vulnerable.  That is our identity and our mission."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UN Secretary-General Ban Ki-moon&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-250208878738483343?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/250208878738483343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=250208878738483343' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/250208878738483343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/250208878738483343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2009/12/non-discrimination-human-rights-day-10.html' title='Non-discrimination: Human Rights Day, 10 December'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sx_mooXNfWI/AAAAAAAAAHI/x1VtShVP09M/s72-c/hrday_and_tagline_hires_en.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-7899252541028724467</id><published>2009-12-09T11:51:00.009+07:00</published><updated>2010-01-13T21:57:37.250+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aneka'/><title type='text'>Corruption – Your NO Counts: International Anti-Corruption Day,  9 December</title><content type='html'>Tema kampanye anti korupsi tahun ini yang digagas oleh badan PBB untuk narkoba dan kriminal (UNODC ) adalah 'Corruption - Your NO Counts'. Perang terhadap korupsi bertumpu pada kemampuan hati dan lisan kita untuk mengatakan TIDAK.  Sehingga kata TIDAK dari kita semua sangat berharga dalam pemberantasan korupsi. Disini lah letak persoalannya, sangat sulit untuk mengatakan TIDAK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat mengapresiasi teman-teman yang hari ini turun ke jalan untuk memperingati Hari Anti Korupsi Internasional 9 Desember 2009. Gerakan dalam bentuk pengerahan massa turun ke jalan menurut saya cukup efektif untuk mengingatkan masyarakat, terutama dengan liputan media massa menyampaikan pesan secara luas kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin mudah bagi saya untuk berteriak lantang dengan pengeras suara di tengah ribuan demonstran, meneriakkan pesan anti korupsi (dan kadang menghujat seseorang atau pihak tertentu). Tapi saya pribadi yakin tidak mudah untuk mengatakan TIDAK ketika saya dalam posisi sebagai pelayan publik (PNS) berhadapan dengan pilihan untuk mengatakan YA. Saya yakin tidak mudah untuk mengatakan TIDAK ketika sebagai warga negara berurusan dengan pelayanan publik dihadapkan pada pilihan untuk mengatakan YA. Bukankah sebagian koruptor itu juga mereka para Angkatan ‘66, Angkatan ‘74, Angkatan ‘98 yang dulu turun ke jalan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya ditilang polisi lalu-lintas, apakah saya bersedia “berdamai” dan membayar “uang damai” kepada oknum polisi? Atau pilihannya saya harus menghadiri sidang di pengadilan, yang berarti menyita waktu serta harus membayar denda yang jauh lebih besar sesuai dengan Undang-Undang? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya harus mengurus KTP, apakah saya bersedia untuk memberi “uang rokok” kepada oknum pegawai kantor kelurahan/ kecamatan agar urusan cepat dan tak bertele-tele? Atau pilihannya saya harus menunggu lama, kadang harus bolak-balik ke kantor kelurahan/ kecamatan (mungkin ongkos untuk bolak-balik itu bisa saya gunakan untuk memberikan “uang rokok”)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya memberikan pelayanan publik, apakah saya mau menerima suap? Dalam kondisi (misalnya) saya telah lama bermimpi ingin memiliki BlackBerry, tapi gaji bulanan tak pernah cukup untuk membelinya? Bahkan uang suap itu saya butuhkan juga untuk membayar “uang damai” atau “uang rokok”? Kadang korupsi itu seperti lingkaran setan, korupsi untuk membayar suap atau pungli. Uang setan untuk memberi makan Jin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sadar, dunia ini tak tak kan berubah seketika, atau korupsi akan segera hilang dari nusantara dengan saya mengatakan TIDAK. Tapi saya yakin setiap satu kata TIDAK itu sangat berharga bagi masa depan bangsa saya, bagi masa depan anak cucu saya yang lebih baik. Setidaknya dengan mengatakan TIDAK, saya mengeluarkan diri saya dari lingkaran setan bernama korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari tandai Hari Anti Korupsi Internasional ini dengan merenung, sudahkah kita mau dan mampu untuk mengatakan TIDAK? Mari tanamkan tekad untuk belajar mengatakan TIDAK. Good luck.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-7899252541028724467?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/7899252541028724467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=7899252541028724467' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/7899252541028724467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/7899252541028724467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2009/12/corruption-your-no-counts.html' title='Corruption – Your NO Counts: International Anti-Corruption Day,  9 December'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-9174909874499897925</id><published>2009-12-07T23:05:00.018+07:00</published><updated>2010-01-21T07:22:45.480+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Mancanegara'/><title type='text'>ASEAN: Angkot &amp; Co</title><content type='html'>Karena sangat umum, mungkin ANGKOT menjadi benda yang biasa-biasa saja bagi kita yang tinggal di Indonesia. Nothing special! Tapi bagi teman-teman saya dari mancanegara yang baru pertama kali ke Indonesia menganggap ANGKOT sesuatu yang unik, yang tidak mereka temukan sebelumnya di negaranya atau bahkan negara lain yang pernah mereka kunjungi. Kalau kita perhatikan, masing-masing daerah sebenarnya punya ANGKOT dengan keunikan tersendiri. Namanya juga berbeda-beda. Di Banda Aceh dinamakan labi-labi. Di Pekanbaru disebut oplet. Di pedesaan Sumatera Barat ada oplet cigak baruak. Di Makasar disebut pete-pete. Di Kupang dinamakan Bemo. Kebanyakan ANGKOT &amp; Co yang beredar saat ini adalah mini-van rakitan karoseri yang memang didesign untuk itu. Tetapi masih dapat ditemukan juga truk pick-up yang dimodifiksi menjadi kenderaan pengangkut penumpang (bahkan di Flores truk dimodifikasi menjadi Bis Kayu). Dibeberapa daerah, seperti Pekanbaru dan Kupang, angkot memasang sound system dengan suara yang sangat keras... gokil abis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sx0rdpK6HzI/AAAAAAAAAFc/WfygL-tMQjA/s1600-h/angkot-jl-margonda.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sx0rdpK6HzI/AAAAAAAAAFc/WfygL-tMQjA/s400/angkot-jl-margonda.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412530115437010738" /&gt;&lt;/a&gt; Angkot (Depok, Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sx0xcxmUQPI/AAAAAAAAAF0/cDej-0PgWEE/s1600-h/Labi-labi+Banda+aceh.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sx0xcxmUQPI/AAAAAAAAAF0/cDej-0PgWEE/s400/Labi-labi+Banda+aceh.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412536697589350642" /&gt;&lt;/a&gt; Labi-labi (Banda Aceh, Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sx3Kym7PzXI/AAAAAAAAAF8/sbfDq19nWRA/s1600-h/Oplet+Cigak+Baruak.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sx3Kym7PzXI/AAAAAAAAAF8/sbfDq19nWRA/s400/Oplet+Cigak+Baruak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412705297960521074" /&gt;&lt;/a&gt; Oplet cigak baruak (SUMBAR, Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sx0wrqMyXPI/AAAAAAAAAFs/521mZQ6Dboo/s1600-h/Bis+Kayu.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sx0wrqMyXPI/AAAAAAAAAFs/521mZQ6Dboo/s400/Bis+Kayu.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412535853789633778" /&gt;&lt;/a&gt; Bis Kayu (Flores, Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setali tiga uang dengan Indonesia, di negara tetangga juga ada angkutan penumpang yang unik. Bahkan menjadi bagian dari promosi wisata mereka. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sx0shRS2tWI/AAAAAAAAAFk/8evDTGjoncE/s1600-h/tuk+tuk+luang+prabang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sx0shRS2tWI/AAAAAAAAAFk/8evDTGjoncE/s400/tuk+tuk+luang+prabang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412531277258995042" /&gt;&lt;/a&gt; Tuk-tuk versi Laos, berbeda dengan Thailand&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sx0odr7Q-uI/AAAAAAAAAFU/_ThAVoFJSkc/s1600-h/Cebu+jeepney.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sx0odr7Q-uI/AAAAAAAAAFU/_ThAVoFJSkc/s400/Cebu+jeepney.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412526817641822946" /&gt;&lt;/a&gt; Jeepney (Filipina), Bus berkepala Jeep&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi traveler yang berprinsip "like doing what the local do"....naik ANGKOT &amp; Co merupakan hal yang menarik untuk dilakukan sebagai experience perjalanan di negara berkembang seperti kawasan ASEAN.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-9174909874499897925?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/9174909874499897925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=9174909874499897925' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/9174909874499897925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/9174909874499897925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2009/12/asean-angkot-co.html' title='ASEAN: Angkot &amp; Co'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sx0rdpK6HzI/AAAAAAAAAFc/WfygL-tMQjA/s72-c/angkot-jl-margonda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-2247403389606190604</id><published>2009-12-07T22:27:00.008+07:00</published><updated>2010-01-21T07:23:38.288+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><title type='text'>Teh Telur</title><content type='html'>Cerita teh telur di blognya traveler asal Australia: &lt;a href="http://www.thetraveltart.com/how-to-make-teh-telur-tea-with-egg/"&gt;How To Make Teh Telur; Tea With Egg&lt;/a&gt; Membaca postingan ini bikin kangen minum teh telur....Di Jakarta ada, tapi tempat terbaik untuk minum teh telur bukan di Jakarta!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-2247403389606190604?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/2247403389606190604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=2247403389606190604' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/2247403389606190604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/2247403389606190604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2009/12/lagi-kangen-minum-teh-telur.html' title='Teh Telur'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-3194493489029608620</id><published>2009-12-06T09:16:00.017+07:00</published><updated>2010-03-15T12:40:59.267+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yogyakarta My 2nd Home'/><title type='text'>Cerita Bintaran (1)</title><content type='html'>Ini sepenggal cerita tentang Kampung Bintaran (walaupun berada ditengah kota, warga setempat lebih suka menyebutnya kampung – yang resminya merupakan sebuah RW), di mana saya pernah singgah selama 3 tahun. Akhiran –an dalam bahasa Jawa dapat berarti tempat. Misalnya Surokarsan berarti perkampungan prajurit Surokarso. Bintaran berarti tempat tinggal Bintoro. Ya. Sebelum berkembang menjadi pemukiman Indisch, Bintaran dikenal sebagai kediaman Bendara Pangeran Haryo Bintoro, salah satu keluarga Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.  Ndalem Mandara Giri, kediaman sang pangeran masih berdiri hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Kolonial Belanda, Bintaran pernah menjadi pemukiman Indische. Diperkirakan dimulai awal abad XX. Seperti halnya kampung Indische lainnya, Bintaran dihiasi dengan bangunan-bangunan yang berarsitektur khas Eropa yang masih dapat dijumpai hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sxskw-HZ2xI/AAAAAAAAAFE/dGusv1p3AJY/s1600-h/Bintaran+Poei+Soe+Hie+House.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 450px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sxskw-HZ2xI/AAAAAAAAAFE/dGusv1p3AJY/s400/Bintaran+Poei+Soe+Hie+House.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411959800942156562" /&gt;&lt;/a&gt; Rumah bergaya Indisch di Bintaran Tengah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxslaFQU92I/AAAAAAAAAFM/0t-HThuezSI/s1600-h/Bintaran+Museum+Sudirman.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 450px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxslaFQU92I/AAAAAAAAAFM/0t-HThuezSI/s400/Bintaran+Museum+Sudirman.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411960507233269602" /&gt;&lt;/a&gt; Bangunan bergaya Indisch di Bintaran Wetan (Sekarang Museum Soedirman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bangunan dan sejarahnya, Bintaran juga dikenal dengan pesona lain, yaitu kuliner. Yang cukup terkenal adalah Bakmi Kadin yang berlokasi di Bintaran Kulon, dan Gudeg Permata di Bintaran Lor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintaran juga boleh disebut miniatur Indonesia. Bintaran merupakan rumah bagi mahasiswa asal daerah lain di Indonesia: di sini berdiri Asrama Putera Riau, Asrama Puteri Bundo Kanduang Sumatera Barat, Asrama Putera Sulawesi Tengah, Asrama Mahasiswa Prov. Sulawesi Selatan (Wisma  Sawerigading), dan Asrama Putera – Puteri Rahadi Osman Kalimantan Barat serta tentu saja rumah indekost yang tersebar di kampung Bintaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, kawasan elit (paling tidak pernah menjadi kawasan elit awal abad XX) Bintaran bersebelahan langsung dengan perkampungan pinggir kali Code - lebih dikenal dengan Ledok Code - yang menjadi tempat tinggal bagi "wong cilik", tanpa sekat pemisah, secara fisik maupun sosial. Mbah Sum, pengasuh Megawati Sukarnoputri ketika Bung Karno mengungsi ke Jogja, tinggal di sini. Baca: &lt;a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2009/06/24/18265912/mega.temui.pengasuhnya.di.yogya"&gt;  http://regional.kompas.com/read/xml/2009/06/24/18265912/mega.temui.pengasuhnya.di.yogya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang sejarah dan realitas saat ini membuat Bintaran menjadi tempat yang unik dan spesial (setidaknya bagi saya pribadi). Singgah di sana selama 3 tahun merupakan pengalaman luar biasa dalam hidup saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-3194493489029608620?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/3194493489029608620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=3194493489029608620' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/3194493489029608620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/3194493489029608620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2009/12/cerita-bintaran-1.html' title='Cerita Bintaran (1)'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sxskw-HZ2xI/AAAAAAAAAFE/dGusv1p3AJY/s72-c/Bintaran+Poei+Soe+Hie+House.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-2456593624570748930</id><published>2009-12-05T07:45:00.008+07:00</published><updated>2010-01-21T07:17:42.391+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Mancanegara'/><title type='text'>Ha Noi: Hanya ada 1 KFC dan 1 Masjid</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sxmw5aktOlI/AAAAAAAAAEw/sRKrgdzK8Sg/s1600-h/KFC+Ha+NOi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sxmw5aktOlI/AAAAAAAAAEw/sRKrgdzK8Sg/s400/KFC+Ha+NOi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411550927694674514" /&gt;&lt;/a&gt; KFC Ha Noi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah cuplikan berita di bawah ini. Mungkin hal yang sama juga terjadi waktu KFC pertama dibuka Oktober 1979 di Jalan Melawai, Jakarta: antrean panjang, long queues!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[VietNamNet (23/06/2006)  – KFC open its first Hanoi outlet yesterday and is eyeing locations for more outlets in the North Vietnam. On the opening day, the outlet attracted a throng of curious customers, who joined long queues in order to taste the colonel’s recipe. “This is a good start,” KFC Vietnam General Director Nguyen Chi Kien said. He also thinks that Hanoi is a potential market for KFC to expand its business.  “Hanoian’s have changed their tastes and we see a lot of opportunity here for KFC,” Kien added. KFC plans to open three other outlets in the city later this year, with other northern cities on its expansion schedule such as Hai Phong. KFC opened its first Vietnam outlet in HCM City in 1997. Since then 19 outlets have opened in HCM City and one in Dong Nai Province. (Source: BBC)] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berita biasa kalau di tanah air. Tapi tentu saja berita luar biasa di negara Komunis seperti Vietnam. Menurut saya Ha Noi merupakan kota yang hebat, cukup kuat mempertahankan pedagang tradisional/ pedagang kecil dan usaha lokal mereka dari gempuran kapitalisme.Tidak seperti Jakarta dan kota-kota lain di tanah air, tidak mudah menemukan restoran cepat saji a la western di Ha Noi. Setahu saya hanya ada 1 KFC di Ha Noi. Letaknya sangat strategis dekat danau Hoan Kiem. Menempati bangunan tua (mungkin dibangun pada era kolonial Perancis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxmxIbIeE1I/AAAAAAAAAE4/vEvAzsWo74M/s1600-h/Masjid+Ha+Noi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxmxIbIeE1I/AAAAAAAAAE4/vEvAzsWo74M/s400/Masjid+Ha+Noi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411551185542714194" /&gt;&lt;/a&gt; Masjid Ha Noi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang menarik adalah kehidupan beragama di Ha Noi. Saya tertarik untuk mengunjungi Masjid di Ha Noi pada kunjungan saya yang kedua pada Ramadhan 1429 (2008). Setelah browsing di internet saya menemukan alamat Masjid Al Nour, satu-satunya masjid di Ha Noi. Saya minta bantuan petugas front office hotel tempat saya menginap untuk menunjukkan arah masjid. Jangan tanyakan masjid kepada warga lokal, karena bangunan ini lebih dikenal dengan sebutan Pagoda India. Karena itu, wajar jika mereka kebingungan saat diminta menunjukkan arah masjid itu. Lebih baik kita menanyakan Hang Luoc Street No. 12, alamat masjid ini. Lokasinya tidak jauh (dapat ditempuh dengan jalan kaki)  dari Hang Gai Street yang merupakan pusat tempat belanja souvenir bagi para turis. Bahkan saya berjalan kaki dari Thuong Kiet Street, tempat saya menginap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat fisik bangunan, masjid yang konon dibangun oleh orang-orang Muslim India pada 1890 itu, kalau di Indonesia lebih tepat disebut mushalah. Luas bangunan hanya 100-an m2. Kapasitas masjid hanya bisa menampung 100-an jamaah. Padahal, rata-rata mushalah di Indonesia lebih dari itu. Halaman masjid cukup teduh.Terdapat beberapa tanaman dan pot-pot bunga. Sebagai pembatas, ada pagar setinggi dua meter dicat putih. Bangunan masjid tentu saja terlihat kontras dengan lingkungan sekitarnya. Alhamdulillah, saya bisa merasakan atmosfir relijius di negara Komunis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-2456593624570748930?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/2456593624570748930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=2456593624570748930' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/2456593624570748930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/2456593624570748930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2009/12/ha-noi-hanya-ada-1-kfc-dan-1-masjid.html' title='Ha Noi: Hanya ada 1 KFC dan 1 Masjid'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sxmw5aktOlI/AAAAAAAAAEw/sRKrgdzK8Sg/s72-c/KFC+Ha+NOi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-8865227697556419136</id><published>2009-12-04T06:16:00.010+07:00</published><updated>2010-01-21T07:18:07.102+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Mancanegara'/><title type='text'>My Burmese Colleagues</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxhKOciEX9I/AAAAAAAAAEA/tIchJdysL4E/s1600-h/DSC01028.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxhKOciEX9I/AAAAAAAAAEA/tIchJdysL4E/s400/DSC01028.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411156564323360722" /&gt;&lt;/a&gt; Me and my Burmese colleagues&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kecil, saya membayangkan orang Myanmar (Burmese) pastilah hebat-hebat karena salah satu putera Myanmar: U Thant, menjadi Sekjen PBB ke-3. Selebihnya saya memiliki pandangan negatif terhadap Myanmar dan Burmese: Junta Militer yang otoriter dan sering melakukan tindak kekerasan terhadap aktivis pro-demokrasi serta diskriminasi terhadap Muslim dari etnik minoritas Rohingya. Tanpa disadari sedikit informasi yang pernah saya terima dan saya cerna telah menyebabkan saya memberikan stereotype negatif terhadap Burmese. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah bergaul langsung dengan teman-teman Burmese di beberapa kesempatan, saya berusaha mendekonstruksi stereotype yang terbangun di benak saya. Tahun 2007/ 2008 saya mengikuti serial training tingkat ASEAN di empat kota berbeda: Ha Noi, Cebu City, Bangkok dan Luang Prabang. Setiap training lamanya seminggu, dan masing-masing berjarak 3 bulan. Saya bertemu dengan 3 Burmese yang sama di ke-empat training itu. Burmese yang saya kenal, adalah teman yang sangat toleran. Di meja makan, saya selalu mendapat perlakuan menyenangkan dari mereka. Mereka sangat care membantu saya mengenali mana makanan yang boleh atau tidak boleh saya makan. Dan bila hanya ada satu porsi makanan yang boleh saya makan, walaupun mereka suka, mereka tidak menyentuh sama sekali. Kalau saya tawarin  mereka akan bilang “no worries, it’s your meals”. Dan bila ada makanan yang mengandung babi, mereka akan menyingkirkannya dari hadapan saya. Saya kira tidak ada kolega ASEAN lainnya yang bersikap semanis Burmese. Terbiasa dengan sikap mereka yang baik, saya dan teman Indonesia lainnya tidak rikuh untuk menumpang shalat zuhur di kamar mereka saat harus check out dari Hotel lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan lain, saya menghadiri dinner yang dijamu oleh organizer suatu workshop tingkat Asia – Pasifik di salah satu “all you can eat restaurant” di Ha Noi. Hidangannya sebenarnya buffet, tetapi ada pelayan yang berkeliling menghantarkan babi panggang (bun cha) ke setiap meja. Pelayan menawarkan berkeliling paha utuh babi yang masih berasap-asap (harganya sudah termasuk paket “all you can eat”) dan mengiriskan tipis-tipis untuk tamu yang  mau. Waktu itu saya semeja dengan 7 kolega lainnya, 2 diantaranya adalah Burmese. Begitu pelayan itu mendekat ke meja kami, spontan dua teman Burmese itu berdiri: “NO PORK SIR!” dan meminta pelayan untuk menjauh dari meja kami. Saya tahu betul Burmese sangat suka pork.  Tapi demi menghormati saya, mereka harus puasa pork. Sekali lagi saya menemukan kolega Burmese yang sangat toleran, sementara kolega dari negara lain cuek bebek saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sebaiknya kita tidak terbiasa memberikan stereotype negatif kepada suatu kelompok atau golongan hanya berdasar sedikit informasi yang kita miliki. Saya baru bergaul dengan sangat sedikit Burmese, tapi umumnya mereka sangat baik. Saat ini, negara ASEAN yang saya mimpikan untuk dikunjungi adalah Myanmar. Saya ingin sekali melihat langsung kehidupan masyarakat Myanmar yang baik-baik itu, walau mereka hidup dalam tekanan pemerintah militer yang otoriter.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-8865227697556419136?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/8865227697556419136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=8865227697556419136' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/8865227697556419136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/8865227697556419136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2009/12/my-burmese-colleagues.html' title='My Burmese Colleagues'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxhKOciEX9I/AAAAAAAAAEA/tIchJdysL4E/s72-c/DSC01028.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-1698057946145684026</id><published>2009-12-03T16:10:00.016+07:00</published><updated>2010-01-21T07:18:56.088+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Mancanegara'/><title type='text'>ASEAN: Komunitas Sosial Budaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxeINrD39wI/AAAAAAAAAD4/I_7Ga4yHN7Y/s1600-h/My+ASEAN+Colleague.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxeINrD39wI/AAAAAAAAAD4/I_7Ga4yHN7Y/s400/My+ASEAN+Colleague.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410943245787592450" /&gt;&lt;/a&gt; Me &amp; My ASEAN colleagues @ Wat Chai Wattanaram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan ASEAN untuk mencapai integrasi dalam bentuk ASEAN Community yang diimpikan pada 2015. ASEAN Community merupakan sebuah ide untuk menggerakkan ASEAN ke arah sebuah komunitas dan identitas baru yang lebih mengikat. Komunitas yang ingin dibentuk itu didirikan di atas tiga pilar, yaitu Komunitas Ekonomi ASEAN (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ASEAN Economic Community&lt;/span&gt;), Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ASEAN Political Security Community&lt;/span&gt;), dan Komunitas Sosial-Budaya ASEAN (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ASEAN Socio-Cultural Community&lt;/span&gt;). Menurut saya, hal terpenting adalah masyarakat (publik) semua negara anggota menyadari bahwa mereka adalah satu komunitas. Perhatikanlah warisan budaya berupa candi-candi dibawah ini, kita akan menyadari bahwa ASEAN memang merupakan suatu komunitas Sosial-Budaya. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxeDO4RfNHI/AAAAAAAAADw/5VAlLBIEzJw/s1600-h/Ayutaya.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxeDO4RfNHI/AAAAAAAAADw/5VAlLBIEzJw/s400/Ayutaya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410937768956081266" /&gt;&lt;/a&gt; Wat Chai Wattanaram (Thailand)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxeCUXdrT1I/AAAAAAAAADo/jg-S89drPsg/s1600-h/angkor-wat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxeCUXdrT1I/AAAAAAAAADo/jg-S89drPsg/s400/angkor-wat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410936763716423506" /&gt;&lt;/a&gt; Angkor Wat (Cambodia)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxeB4UUa3JI/AAAAAAAAADg/zczIt1kPPdY/s1600-h/prambanan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxeB4UUa3JI/AAAAAAAAADg/zczIt1kPPdY/s400/prambanan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410936281835953298" /&gt;&lt;/a&gt; Candi Prambanan (Indonesia)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-1698057946145684026?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/1698057946145684026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=1698057946145684026' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/1698057946145684026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/1698057946145684026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2009/12/asean-temple.html' title='ASEAN: Komunitas Sosial Budaya'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxeINrD39wI/AAAAAAAAAD4/I_7Ga4yHN7Y/s72-c/My+ASEAN+Colleague.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-1076381656329010082</id><published>2009-12-02T15:06:00.012+07:00</published><updated>2010-01-21T07:24:45.792+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Mancanegara'/><title type='text'>Mie Instant: real story of ngirit</title><content type='html'>God's best food creation is the egg. Beraneka zat gizi terkandung dalam sebutir telur, yang sebenarnya hanyalah sebuah sel. Telur adalah satu-satunya bahan pangan asal hewan yang dapat bertahan diluar tubuh hewan hingga beberapa hari tanpa pengawetan, tanpa refrigerator.  Luar biasa! Itu pelajaran yang saya dapat di bangku sekolah…&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Apa makanan terbaik yang dibuat manusia? Saat camping, mendaki gunung, kelaparan di warnet, menunggu wesel tiba diakhir bulan ketika zaman sekolah, kehilangan selera saat masuk angin, apa yang anda makan? Kalau dibuat polling, saya yakin jawaban terbanyak adalah mie instant.  Men's greatest food invention is instant noodles!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mie instant bersifat ringan, padat, mudah dibawa, harganya lebih murah dari sebotol air minum dalam kemasan, mudah dimasak dan enak! Saya selalu membawa mie instant dari rumah bila bepergian ke luar negeri (kecuali ke Australia karena malas berurusan dengan Karantina).  Alasan paling sesuai untuk camouflage adalah susah cari makanan yang sesuai dengan lidah Melayu di luar negeri. He he he… Sebenarnya alasan utama adalah ngirit. Bayangkan, 1.500 rupiah bisa untuk dinner di luar negeri, di hotel berbintang (walaupun di kamar sendiri!!!).  Pocket money atau perdiem dari organizer bisa dibawa pulang, ditabung buat nombokin gaji PNS. Menabung sisa travelling allowance adalah cara efektif menambah  penghasilan, terutama bagi PNS yang tidak mau (atau tidak punya kesempatan) untuk korupsi. This is no more camouflage...this is real life story ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sangat mudah menemukan mie instant di luar negeri (terutama Asia dan Australia yang pernah saya kunjungi, waktu ke Afrika Selatan nggak sempat ke supermarket). Kalau ada waktu, saya suka lihat-lihat mie instant di convenience store terdekat atau bahkan di supermarket:  study banding mie instant! Di convenience store atau mini market, kebanyakan mie instant yang dijual adalah mie instant lokal dengan label dalam bahasa dan aksara lokal, dan umumnya tanpa sertifikat halal. Seperti di Indonesia, di supermarket pilihannya lebih banyak, ada ramen Jepang, ramen Korea disamping tentunya mie instant local, dan bila beruntung ada Indomie™ . Di Australia saya pernah menemukan Indomie™ goreng rasa sate, yang di dalam negeri malah belum pernah saya temukan. Jangan bayangkan di luar negeri selalu gampang menemukan supermarket. Di Hanoi dan di Luang Prabang (Laos) jangankan supermarket, nyari minimarket aja susah. Di Bangkok, saya pernah tinggal di hotel yang menyatu dengan pusat perbelanjaan MBK, tapi pernah juga harus naik kereta untuk mencapai supermarket terdekat. Jadi, yang terbaik adalah bawa sendiri mie instant dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekonyolan pernah terjadi di Luang Prabang. Repot-repot bawa 7 bungkus mie instant  dan wadah plastik food grade yang tahan panas buat merendamnya dari rumah, di kamar hotel ternyata nggak tersedia pemanas air/ coffee making facilities. Mau direbus pake apa itu mie instant?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-1076381656329010082?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/1076381656329010082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=1076381656329010082' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/1076381656329010082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/1076381656329010082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2009/12/mie-instant-real-story-of-ngirit.html' title='Mie Instant: real story of ngirit'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-6699125648380639120</id><published>2009-12-02T10:38:00.008+07:00</published><updated>2010-02-03T19:37:58.701+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Mancanegara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yogyakarta My 2nd Home'/><title type='text'>Dipalak preman Durban</title><content type='html'>Di Jakarta saya belum pernah (mudah-mudahan nggak akan pernah) di todong, dipalak, dicopet atau dijambret. Kalau dicopet pernah sekali di Jogja, waktu nonton Grebeg Maulud – itu pun karena saking bengongnya meperhatikan dosen saya yang ikut parade prajurit keraton sampai tidak sadar ada yang ngambil dompet. Gimana tidak bengong, kaget banget melihat dosen UGM kok nyambi jadi prajurit kraton. Pernah juga berurusan dengan para pencopet Jogja, gara-gara membantu seorang mahasiswi yang jadi target copet di Bus Kota (KOPATA) jalur 2 yang lagi lewat kawasan Malioboro. Nasib baik waktu itu saya tidak diapa-apain sama gerombolan copet gara-gara mereka berlima (orang Sumatera semua) tau kalau saya budak Sumatera…hehehe solidaritas  Jong Sumatranen Bond. Malah dinasehati oleh para copet….”kamu kesini dikirim orang tuamu untuk belajar, jangan malah nangkap copet… nanti tidak bawa pulang gelar sarjana malah dapat gelar almarhum….” ….”Iya lah Bang!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman dipalak justru jauh di Durban, Afrika Selatan. Bagi anda pencinta bola pasti tau Durban adalah kota tempat penyelenggaraan FIFA World Club tahun depan. Saya melakukan perjalanan ke Durban Agustus 2009, untuk mempresentasikan paper saya di symposium internasional di bidang epidemiologi veteriner.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya organizer sudah wanti-wanti kepada peserta untuk tidak berjalan kaki sendirian di Durban. Tiba di hotel, salah satu dari daftar pesan yang dibuat oleh organizer dan diteruskan oleh front office hotel ke peserta adalah: “ As South Africa is a developing country, crime does exist, so we would advise you to take a few basic precautions bla bla bla Public transport is available in South Africa so there is no need to hitch-hike bla bla bla…” Kota apa ini? Kok jalan kaki di tengah kota saja tidak aman? Ini mah lebih parah dari Pasar Senen! Inikah kota penyelenggara World Cup 2010?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama, masalah timbul. Laptop low-bat. Charger batere Laptop tidak cocok dengan stop kontak di sana. Socket adaptor yang saya bawa juga tidak membantu. Adaptor yang disediakan hotel tempat saya menginap, juga tidak ada yang cocok. Sementara power point untuk oral presentation belum jadi….ini memang penyakit kronis, kalau belum deadline otak saya belum bisa efektif bekerja, selalu pakai jurus last minute. Saya tanya ke Security Durban Convention Centre, dimana saya bisa membeli socket adaptor? Mereka bilang di Workshop Shopping Centre, Cuma sekitar 250an meter dari convention centre. Tapi mereka tidak merekomendasikan saya untuk berjalan kaki sendirian ke sana. Taxi? Nggak banget, cuma 250m kok naik taxi. Saya nekad saja jalan kaki sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir saja sampai shopping centre, saya didekati oleh preman, dia minta uang…money!..money!… dengan gerakan mengancam bahkan tangannya berusaha merebut dompet dari kantong celana saya. Saya ingat pesan dari organizer:  Should you be confronted by an armed individual - immediately comply, avoid making sudden movements, and do not offer any form of resistance.  Any hesitation on your part could be perceived as a threat and may result in unnecessary violence….Kali ini saya sadar, saya tidak berhadapan dengan tukang palak Sumatera. Saya berusaha tenang (sambil komat-kamit berdoa)….dan untung saja ada security pusat perbelanjaan yang melihat dari kejauhan dan datang membantu saya. Yang malak saya langsung ngibrit. Alhamdulillah…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jengkel juga dengan Durban. Tapi saya harus mengapresiasi organizer, termasuk pihak keamanan convention centre yang dengan detail memberikan petunjuk keamanan kepada tamu asing. Saya ingat kejadian Desember 2004, ketika bertugas sebagai organizer suatu Meeting di Denpasar, harus menanggung malu, karena tamu kami dari Malaysia kehilangan sepatu di Masjid saat shalat Jum’at. Kami memergoki si tamu berjalan nyeker pulang dari Masjid ke hotel… ”kasut saya dicuri orang!”. Padahal itu tidak akan terjadi kalau organizer mengingatkan peserta untuk memakai sandal jepit ke Masjid.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxXjUkMGqvI/AAAAAAAAACo/n-a0aXQQYGQ/s1600-h/Durban+ICC.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxXjUkMGqvI/AAAAAAAAACo/n-a0aXQQYGQ/s400/Durban+ICC.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410480469806852850" /&gt;&lt;/a&gt; Durban International Convention Centre&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-6699125648380639120?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/6699125648380639120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=6699125648380639120' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/6699125648380639120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/6699125648380639120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2009/12/dipalak-preman-durban.html' title='Dipalak preman Durban'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxXjUkMGqvI/AAAAAAAAACo/n-a0aXQQYGQ/s72-c/Durban+ICC.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-1038743308023998696</id><published>2009-11-28T11:46:00.009+07:00</published><updated>2009-12-06T09:02:27.218+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aneka'/><title type='text'>Bahasa Inggris: You are better than me!</title><content type='html'>Tribute to Mr Sayuti Kamal (guru bahasa Inggris saya di SMPN 2 Air Molek) dan Ms Sasti Karmiyani (guru bahasa Inggris saya di SMAN Teluk Kuantan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara formal saya belajar Bahasa Inggris hanya di SMP dan SMA. Lumayan, 6 tahun, itu pun di sekolah kampung di pedalaman Riau sana. Selebihnya belajar sendiri dari membaca buku. Tak pernah ikut kursus di luar itu. Unfortunately, di universitas juga tidak dapat mata kuliah bahasa Inggris. Karena kurang terlatih, speaking dan listening saya agak kurang berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengawali karir sebagai field officer, melayani petani small holder di pedalaman Riau selama 3 tahun dan kemudian sebagai instructor di universitas (juga di Riau) selama 2 tahun. Pekerjaan saya saat itu hampir tidak menuntut kemampuan bahasa Inggris.  Akhirnya saya bergabung dengan Departemen tempat saya bekerja saat ini. Surprised, baru beberapa minggu bekerja di kantor pusat di Jakarta, saya sudah dipercaya menjadi counterpart bagi expert asal Australia (yang tidak menguasai Bahasa Indonesia) untuk suatu tugas lapangan selama 2 pekan di Bali, Lombok dan Makasar. Honestly, saya mohon maaf kepada si Bule bahwa saya mungkin akan sedikit menyulitkan dia dengan bahasa Inggris saya yang sangat tidak baik. Surprised dengan responnya, dia bilang “You are better than me!” "kamu berbahasa Indonesia dan menguasai English dengan baik, sementara saya berbahasa Inggris tidak mengusasi Bahasa Indonesia sama sekali". Pengalaman ini yang membuat saya PD berbahasa Inggris, walaupun dengan banyak keterbatasan. English memang bukan bahasa kita, tidak perlu takut salah, kalau salah atau kurang tepat wajar saja, wong bukan bahasa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa kali perjalanan ke luar negeri, mengikuti meeting/ conference/ training, saya sering menemukan peserta dari non-English speaking countries yang kemampuan bahasa Inggrisnya jauh lebih buruk dari saya. Sekali lagi ini bikin PD (jeleknya kadang bikin males belajar untuk improve, karena merasa sudah cukup).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxCsaedSCGI/AAAAAAAAACg/--4G7uhFBmQ/s1600/SPSCBP.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxCsaedSCGI/AAAAAAAAACg/--4G7uhFBmQ/s400/SPSCBP.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409012723324422242" /&gt;&lt;/a&gt; Di kelas training lagi jadi asisten instruktur, ngajarin teman-teman ASEAN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-1038743308023998696?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/1038743308023998696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=1038743308023998696' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/1038743308023998696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/1038743308023998696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2009/11/bahasa-inggris-you-are-better-than-me.html' title='Bahasa Inggris: You are better than me!'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxCsaedSCGI/AAAAAAAAACg/--4G7uhFBmQ/s72-c/SPSCBP.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-611169914353030543</id><published>2009-11-28T08:27:00.018+07:00</published><updated>2010-02-19T14:03:58.861+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Mancanegara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><title type='text'>Asam pedas &amp; Co</title><content type='html'>Asam Pedas (Asam Pode) merupakan salah satu masakan yang diwariskan turun temurun di keluarga saya. Saya juga menemukan asam pedas di daerah lain dengan racikan bumbunya bervariasi menurut masing-masing daerah. Orang padang menamakan  Asam Padeh. Di Aceh ada Asam Keueng. Palembang dan lampung punya Pindang (Pindang Patin). Di Flores saya pernah menikmati Ikan Kerapu Masak Asam, yang saya kira juga varian dari asam pedas. Di pulau Jawa, ada sayur asam, agak sedikit berbeda karena hanya menggunakan sayur-sayuran tanpa ikan. Asam pedas adalah kuah yang didalamnya terdapat bumbu pedas dan asam. Di Riau orang sangat menyukai Asam Pedas yang dipadukan dengan ikan air tawar seperti patin, baung dan haruan (gabus). Bumbu asam dapat berupa asam kandis atau asam gelugur yang sudah dikeringkan. Rasa asam juga dapat ditimbulkan dari sayur pelengkap seperti belimbing wuluh, terung asam, nenas muda, atau tomat dan kadang durian fermentasi (asam durian, tempoyak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Traveling ke negara-negara dimana umat muslim minoritas, makanan halal merupakan masalah paling krusial (bagi muslim). Teman-teman saya di Vietnam dan Laos bahkan tidak tau kalau muslim tidak boleh makan babi dan minum minuman beralkohol. Thai dan Filipino lumayan melek tentang Halal Food, mungkin karena jumlah muslim di sana cukup lumayan, dan mereka punya Industri pangan dengan sertifikat halal untuk di ekspor ke negara-negara muslim.   Karena agenda saya ke luar negeri umumnya menghadiri meeting/ conference/ training, saya hampir selalu menginap di hotel yang telah ditentukan penyelenggara. Sarapan dan makan siang umumnya saya nikmati di hotel, tentu saja karena tidak cukup waktu untuk hunting makanan di luar hotel (selain masalah utama: tidak cukup banyak uang hahaha).  Biasanya ada 1 sampai 2 kali dinner yang dijamu oleh penyelenggara atau host country.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kawasan ASEAN, sangat mudah menjumpai makanan yang mirip asam pedas, seperti di Pilipina ada Sinigang (minus pedasnya). Thailand, Kamboja dan Laos ada Tom Yam (dibedakan Tom Yam Kung (Gung) untuk udang, Tom Yam Gathi untuk ikan). Tom yam juga mudah ditemukan di Vietnam, karena cukup banyak restoran Thai di Vietnam, atau restoran Vietnam yang menyajikan masakan Thai. Berdasarkan pengalaman saya, varian asam pedas ini cukup aman bagi traveler muslim. Karena pengolahannya tidak menggunakan minyak (sehingga kemungkinan besar bebas lemak babi) dan tentu saja karena biasanya menonjolkan rasa ikan, seafood dan rasa asam kemungkinan kecil menggunakan kaldu dari hewan darat (karena hewan darat akan menyebabkan rasa gurih yang justru merusak cita rasa asam). Tentu saja ini kemudahan bagi saya.  Lidah saya yang sejak kecil sudah familiar dengan asam pedas melayu, sangat mudah beradaptasi dengan Asam Pedas &amp; Co dari kawasan ASEAN. Beberapa teman saya (terutama dari Jawa) cukup kesulitan untuk beradaptasi dengan Tom Yam yang berbumbu sangat strong (beda banget dengan Tom Yam yang suka jadi menu di hotel atau kawinan di Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ikan air tawar dan seafood relatif aman, tetapi tidak selalu aman untuk moslem traveler. Misalnya di Filipina ada Relleno (stuffed and deboned fish, mirip-mirip sate bandeng Banten) yang biasanya mengandung daging babi giling. Di Thailand ada Pla Muek (cumi isi/ stuffed squid) yang mungkin mengandung daging babi giling. Di Vietnam ada Chao Tom (prawn on sugar cane stick, mirip sate lilit Bali) yang biasa ditambahkan lemak babi. Di Lao PDR ada Pa Ling Sousi (fried catfish in thick sauce) ditumis menggunakan lemak babi dan saosnya berbahan kaldu tulang babi. Di Kamboja ada  Ca Nung Tut Luat (ikan bakar/ grilled fish) yang mungkin menggunakan lemak babi untuk menumis bumbunya. Walaupun dalam masakan ASEAN penggunaan arak (shao hsing) tidak seintensif seperti chinese food, tetapi ada saja kemungkinan masakan (terutama tumis-tumisan) diolah dengan menambahkan arak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar negeri saya menghindari makan daging dan ayam yang tidak bersertifikat halal. Tentu saja sebagai official, sikap saya harus sejalan dengan sikap Pemerintah tentang definisi halal, terkait dengan kebijakan perdagangan. Miris juga melihat banyak official yang mengabaikan hal ini. Menurut saya itu merupakan diplomasi yang buruk di bidang perdagangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengandalkan Asam Pedas &amp; Co, saya melakukan beberapa hal untuk memilih makanan yang aman (dari aspek halalnya), agar tetap berhati-hati tetapi tidak terkesan riweuh alias ribet:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hotel berkelas internasional umumnya ada pojok Japanese food. Saya menikmati tempura  dengan mengganti saus perendamnya yang mengandung mirin dengan kecap atau sambal sachetan yang saya bawa sendiri. Sashimi aman karena tanpa diolah, tetapi condimentnya yang kurang aman. Sanbizu sauce atau Ponzu sauce biasanya ditambahkan mirin. Kalau saya suka memilih menggunakan wasabe paste ditambah kecap  sachetan yang dibawa sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berusaha dekat dengan co-participant dari host country. Sehingga cukup leluasa untuk bertanya ketika memilih makanan. Memang tidak semua orang cukup nyaman ditanya-tanyain, mungkin juga seperti kita, makanan mereka cukup variatif sehingga mereka belum tentu tau bahan dan cara pengolahan semua makanan. Server restoran tidak terlalu bisa diandalkan, karena mereka bukan yang mengolah, tetapi hanya menyajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak jauh-jauh hari minta "halal food/ moslem food" kepada organizer. Tapi tidak selalu organizer bisa memenuhi (karena hotel tempat acara tidak menyediakan halal food). Kalau memang makanan yang tersaji tidak ada yang bisa dimakan, buat side order. Pernah juga organizer berbaik hati membayar side order yang saya buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempelajari dari buku resep. Dengan mempelajari resep, anda bisa memahami bahan dan cara pengolahan suatu masakan. Melalui buku resep berbahasa Inggris, saya juga belajar nama lokal dan terjemahan Inggrisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak makan buah dan self mix salad atau cari makanan di pojok vegetarian. Perlu extra hati-hati terhadap salad yang sudah dicampur, ada kemungkinan mengandung bacon atau minced pork. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asam Pedas is the best ‘lah pokoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxCQevMAU9I/AAAAAAAAACQ/nGrslGjImxk/s1600/IMG_2192.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxCQevMAU9I/AAAAAAAAACQ/nGrslGjImxk/s400/IMG_2192.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408982010209260498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Asam Pedas"nya Laos. Dimakan pakai ketan (yang di wadah bambu), aneh! Mungkin sama anehnya bagi orang Jawa melihat orang Sumatera makan pisang goreng pakai ketan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-611169914353030543?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/611169914353030543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=611169914353030543' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/611169914353030543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/611169914353030543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2009/11/asean-sour-soup-region.html' title='Asam pedas &amp; Co'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxCQevMAU9I/AAAAAAAAACQ/nGrslGjImxk/s72-c/IMG_2192.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-4787296604181051204</id><published>2009-11-26T15:20:00.014+07:00</published><updated>2010-01-21T07:20:07.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Mancanegara'/><title type='text'>Brisbane: Cooking for survive</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxCVrpH6x4I/AAAAAAAAACY/U_ECIGD5Kgk/s1600/img032.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxCVrpH6x4I/AAAAAAAAACY/U_ECIGD5Kgk/s400/img032.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408987729477945218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di keluarga saya ada prinsip: anak laki-laki harus bisa memasak.Ibu saya berkeinginan anak laki-lakinya sekolah setinggi-tingginya dan merantau sejauh-jauhnya untuk meraih kesuksesan. Oleh karena itu anak lagi-laki harus bisa memasak agar urusan lidah dan perut tidak menjadi kendala ketika berada jauh dari keluarga, terlebih ketika berada di negeri di mana makanan melayu sulit didapat (karena langka atau karena mahal). Saya membuktikan, konsep ini benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berkesempatan mengikuti training di Brisbane selama dua pekan pada tahun 2005 atas sponsor suatu organisasi di Australia. Sebenarnya keikutsertaan saya hanya sebagai penerjemah untuk tiga peserta lainnya dari daerah yang bahasa Inggrisnya memang sangat tidak bagus. Jadilah saya ikut training, dengan tugas utama sebagai penerjemah (dengan bahasa Inggris yang pas-pasan juga)dan sekaligus sebagai peserta training. Sponsor setuju, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;budget&lt;/span&gt; yang semula hanya untuk membayar penerjemah lokal, bisa dimanfaatkan untuk membiayai keberangkatan dan akomodasi saya selama dua minggu di Brisbane, tapi dengan konsekuensi hanya mendapat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pocket money&lt;/span&gt; sangat kecil. Saking kecilnya, uang sejumlah itu hanya bisa untuk beli burger di pinggir jalan, untuk sekali makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk makan siang, masalahnya bukan cuma uang saku tidak cukup untuk makan siang di restoran (atau kafetaria), tetapi di laboratoium/ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;centre&lt;/span&gt; tempat saya training (yang berlokasi di pedesaan Queensland) tidak tersedia cafetaria. Semua karyawan di sana membawa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lunch box&lt;/span&gt; masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;organizer&lt;/span&gt; menyewakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;furnished apartment&lt;/span&gt; dengan dapur yang nyaman dan peralatan masak yang lengkap. Cukup ngirit dengan masak sendiri untuk sarapan, bekal makan siang dan makan malam. Belanja bahan masakan saat perjalanan dinas, memberi sensasi tersendiri. Pengalaman yang paling mengesankan adalah berbelanja di toko &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Vietnamese&lt;/span&gt; di Darra (berlokasi diantara Taringa tempat saya tinggal dan Wacol tempat saya training). Darrra merupakan kawasan pemukiman &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Vietnamese&lt;/span&gt; (mirip &lt;span style="font-style:italic;"&gt;china town&lt;/span&gt;). Surprised menemukan Asian Food segar dan lengkap di Brisbane. Dan lebih surprised lagi, pemilik toko sangat hormat setelah tahu kalau kami adalah orang Indonesia. Dia sangat mengapresiasi peran Indonesia menampung manusia perahu ketika konflik Vietnam Utara dan Selatan pada masa lalu. Kami selalu mendapat sambutan hangat plus diskon setiap belanja di sana.Baca juga: &lt;a href="http://www.thejakartapost.com/news/2009/08/04/revisiting-refugees-galang-island.html"&gt;http://www.thejakartapost.com/news/2009/08/04/revisiting-refugees-galang-island.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar irit, belanja daging, ayam (plain maupun marinated) dan roti di Supermarket ada seni tersendiri. Items yang akan segera expire biasanya dijual dengan diskon hingga 50%. Pulang training biasanya kami mampir di supermarket yang berdekatan dengan stasiun kereta untuk hunting daging dan ayam diskon buat bahan masakan esok harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sw9syxWqaGI/AAAAAAAAABw/kfGaC1JhNEE/s1600/Apartment_Edit.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sw9syxWqaGI/AAAAAAAAABw/kfGaC1JhNEE/s200/Apartment_Edit.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408661296992905314" /&gt;&lt;/a&gt; Apartemen di Taringa&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sw9-O_ak88I/AAAAAAAAACA/JwbjOaX4ZYM/s1600/12115649.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sw9-O_ak88I/AAAAAAAAACA/JwbjOaX4ZYM/s400/12115649.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408680473501430722" /&gt;&lt;/a&gt; Vietnamese Shop di Darra&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-4787296604181051204?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/4787296604181051204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=4787296604181051204' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/4787296604181051204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/4787296604181051204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2009/11/brisbane-cooking-for-survive.html' title='Brisbane: Cooking for survive'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/SxCVrpH6x4I/AAAAAAAAACY/U_ECIGD5Kgk/s72-c/img032.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-2586084837888418640</id><published>2009-11-26T14:57:00.002+07:00</published><updated>2010-01-25T08:46:42.791+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aneka'/><title type='text'>Di "kutuk" keliling dunia</title><content type='html'>Waktu kecil, saya ingin sekali mendapat hadiah kenaikan kelas (dan juara kelas): BERLIBUR. Ke Danau Toba, atau Bali, atau Bandung, atau Yogyakarta. Seperti cerita atau berita di majalah anak-anak. Setiap kenaikan kelas, saya selalu minta ke Ibu untuk mendapat hadiah berlibur. Jawaban ibu selalu sama: kamu sekolah yang rajin, nanti kalau jadi orang pinter, kamu tidak cuma bisa keliling Indonesia, malah bisa keliling dunia. Agak besar sedikit, saya baru ngerti, nggak mungkin Bapak dan Ibu memberi hadiah BERLIBUR, terlalu luxury untuk orang tua saya yang PNS rendahan ( dan nggak mau korupsi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya sadari paspor saya sudah penuh, saya kembali ke kenangan masa kecil itu. Seolah saya telah "dikutuk" untuk keliling dunia. Walau saya belum mapan dan punya cukup banyak uang untuk berlibur ke luar negeri, tapi "kutukan" itu telah membawa langkah saya menyeberangi samudera, mengelilingi bumi Allah. Terimakasih Ibu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-2586084837888418640?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/2586084837888418640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=2586084837888418640' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/2586084837888418640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/2586084837888418640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2009/11/di-kutuk-keliling-dunia.html' title='Di &quot;kutuk&quot; keliling dunia'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-6956603223213959288</id><published>2009-11-25T23:43:00.009+07:00</published><updated>2010-01-21T07:19:20.970+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Mancanegara'/><title type='text'>Cairns :  Backpacking dengan paspor biru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sw1yA55S2iI/AAAAAAAAABY/j5UTABkMmCo/s1600/Cairns+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sw1yA55S2iI/AAAAAAAAABY/j5UTABkMmCo/s320/Cairns+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408104087408532002" /&gt;&lt;/a&gt; Business hour: convention&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sw1qtHkZm3I/AAAAAAAAAA4/_ly-7a0JI74/s1600/Cairns+10.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sw1qtHkZm3I/AAAAAAAAAA4/_ly-7a0JI74/s320/Cairns+10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408096050900212594" /&gt;&lt;/a&gt; Pleasure: jalan-jalan sore&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolehkah backpacking pake paspor biru? Seharusnya pertanyaan ini saya tujukan ke Sekretariat Negara atau Departemen Luar Negeri, atau setidaknya Biro Kerja Sama Luar Negeri di kantor saya yang memiliki otoritas dalam penerbitan Paspor Dinas. Tapi, tentu saja saya tak ingin mengganggu birokrat di sana dengan pertanyaan remeh-temeh oleh kroco seperti saya ini. Saya coba mencari informasi di situs resmi Setneg dan Deplu: tidak ada pasal yang melarang paspor biru untuk backpacking. Saya simpulkan segala sesuatu yang tidak dilarang adalah BOLEH...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Godaan untuk backpacking timbul ketika saya mendapat tugas kantor &lt;atas biaya sponsor&gt; untuk mengikuti pre-conference workshop pada suatu konferensi ilmiah perhimpunan internasional epidemiologi dan ekonomi veteriner di Cairns Queensland pada pertengahan 2006. Sponsor hanya membiayai pre-conference workshop, padahal konferensi utamanya jauh lebih menarik untuk diikuti, artinya perlu extend tinggal di Cairns. Untung saja &lt;ini sangat jarang terjadi&gt; sponsor membebaskan peserta untuk meng-organize sendiri akomodasi di Cairns, dan biaya akomodasi dapat diambil di kantor perwakilan mereka di Jl. Thamrin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendapat info dari sahabat yang sedang sekolah di Australia, bahwa Cairns merupakan kota wisata dan banyak penginapan murah. Setelah browsing sana-sini saya menemukan backpacker hostel dengan harga yang sangat murah, dan memesan kamar untuk beberapa hari di Cairns. Budget dari sponsor yang cuma cukup untuk akomodasi selama pre-conference worshop &lt;bila menginap di hotel standard&gt;, bisa buat bayar kamar lebih lama di backpacker hostel.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelucon terjadi di Imigrasi di Bandara Cairns. Petugas imigrasi berulang-ulang menanyakan apa jenis passport saya dan di mana saya akan tinggal. Padahal jenis passport sudah tertera di buku passport sedangkan alamat di Cairns sudah saya tulis dengan jelas di form imigrasi. Kenapa petugas imigrasi jadi bingung??? Hehehe mungkin... emang nggak lazim ada official suatu negara yang menggunakan passport dinas, nginap di backpacker hostel. Oh Ibu Pertiwi...maafkan anakmu telah menjatuhkan citra PNS negaraku di depan petugas imigrasi negara lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sw1y4FYjpjI/AAAAAAAAABg/asXgHkhjfXI/s1600/Hostel.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sw1y4FYjpjI/AAAAAAAAABg/asXgHkhjfXI/s200/Hostel.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408105035385251378" /&gt;&lt;/a&gt; Hostel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sw1tNV78xQI/AAAAAAAAABI/1NJT38YLXhA/s1600/Dapur.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sw1tNV78xQI/AAAAAAAAABI/1NJT38YLXhA/s200/Dapur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408098803536151810" /&gt;&lt;/a&gt; Dapur umum: namanya juga hostel, kudu nyiapin sarapan sendiri, di sini tempatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sw1tN9mOG2I/AAAAAAAAABQ/D4CqhOHgvt8/s1600/Kedai+Cina.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sw1tN9mOG2I/AAAAAAAAABQ/D4CqhOHgvt8/s200/Kedai+Cina.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408098814182431586" /&gt;&lt;/a&gt; Asian Food Store: next door to hostel - Indomie(TM), telur, sarden: beli disini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hostel adalah tempat penginapan para backpackers dimana satu kamar terdiri dari beberapa tempat tidur, biasanya model tempat tidur bertingkat (bunk bed), ini definisinya Trinity si ratu backpacker. Di hostel yang saya tumpangi, kamar atau dorm berkapasitas  4 orang: ada satu bunk bed dan dua dipan single. Dasar culun tadinya saya tidak tahu kalo di kamar hostel yang saya tumpangi gabungan cewek dan cowok dalam 1 kamar. Waktu kami masuk (saya dan seorang co-participant dari Jakarta) sudah ada seorang cowok - ABK kapal nelayan Newzealand, kemudian pada malam kedua masuk mahasiswi asal Sydney. Inilah pengalaman pertama (dan terkahir) saya tidur sekamar dengan perempuan bukan mukhrim (katanya sih kalau sama-sama tidur doesn't matter, yang masalah kalo sama-sama bangun hahaha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar culun juga, saya nggak ngebayangin hostel itu akan sangat brisik. Di dekat resepsionis ada bar tempat tamu-tamu ngumpul-ngumpul dan berpesta sepanjang malam dengan suara hingar bingar. Belum lagi room mate yang balik ke kamar dalam keadaan mabok. Lain kali kalo nginap di hostel lagi, saya mau bawa ear protectors kayak yang dipake petugas parkir pesawat di bandara, biar bisa tidur nyenyak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-6956603223213959288?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/6956603223213959288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=6956603223213959288' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/6956603223213959288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/6956603223213959288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2009/11/cairns-apakah-backpacking-boleh-pake.html' title='Cairns :  Backpacking dengan paspor biru'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ecouiUdoRpk/Sw1yA55S2iI/AAAAAAAAABY/j5UTABkMmCo/s72-c/Cairns+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3285650752017812623.post-8875593642191620417</id><published>2009-11-25T22:41:00.003+07:00</published><updated>2009-12-07T23:04:38.118+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aneka'/><title type='text'>I am just getting started</title><content type='html'>Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan&lt;br /&gt;Sayang engkau tak duduk di samping Ku kawan&lt;br /&gt;Banyak cerita yang mestinya kau saksikan&lt;br /&gt;Di tanah kering berbatuan&lt;br /&gt;Ho ho ho ho... ho ho ho ho...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita Kepada Kawan (Ebiet G.Ade)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, hidup ini hakikatnya hanyalah perjalanan. Melalui Blog ini saya ingin berbagi cerita perjalanan saya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3285650752017812623-8875593642191620417?l=catatan-pakngah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/feeds/8875593642191620417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3285650752017812623&amp;postID=8875593642191620417' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/8875593642191620417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3285650752017812623/posts/default/8875593642191620417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatan-pakngah.blogspot.com/2009/11/i-am-just-getting-started.html' title='I am just getting started'/><author><name>Ison Idris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14138951944577315469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
